Do You Know, Kamis, 26/08/2010 00:00 WIB

Success is a Journey..... Persiapkan Karirmu Sedari Dini

<p><em>Human mind is just like a parachute, it doesn’t function unless it is open <br />(Kenneth Blanchard)</em></p>
Success is a Journey..... Persiapkan Karirmu Sedari Dini
<p><em>Human mind is just like a parachute, it doesn’t function unless it is open <br />(Kenneth Blanchard)</em></p>
<p>“Meniti karir bukanlah dimulai ketika akan lulus kuliah, akan tetapi dirintis sejak awal duduk di bangku kuliah,” Demikian pesan dari Bpk. Didik Mardiyanto Manager Senior Recruitment and Selection PT PLN (Persero). Salah satu upaya dalam merancang karir sedari dini adalah dengan berupaya mengenali diri sendiri <em>(self assessment)</em>, yang bentuknya dapat berupa identifikasi <em>“daya pembeda abadi”</em> yang Anda miliki. Tetaplah fokus pada cita-cita masa depan, karena itu adalah separuh dari perjalanan mewujudkan impian.</p> <p>Kesuksesan bukanlah suatu proses <em>instant</em>, <strong><em>Success is a Journey......</em></strong>Perjalanan mencapai kesuksesan dalam bidang apapun jua, baik di dunia dan akherat selalu dimulai dari titik awal, saat ini, dengan bekal yang ada saat ini. Bagi para mahasiswa yang baru memasuki jenjang pendidikan tinggi, penting untuk mengetahui titik ketika seorang Sumber Daya Manusia (SDM) lulus dari jenjang pendidikannya di perguruan tinggi, maka dengan segenap potensinya <em>fresh graduate</em> tersebut dihadapkan pada beberapa pilihan :</p> <ol type="1"> <li>Melanjutkan studi (Apakah ada biaya? )</li> <li>Berwiraswasta (itu yang seharusnya.....)</li> <li>Menjadi karyawan / pegawai (entah selamanya sampai pensiun atau sebagai tahapan awal untuk menuju tahapan karir selanjutnya)</li> </ol> <p>Proses menuju tangga kesuksesan sebenarnya sudah dimulai sejak kita memilih jurusan pendidikan di SMA/SMK dan di Perguruan Tinggi. Pemilihan jurusan dan konsentrasi minat dalam melanjutkan pendidikan sangatlah penting sebagai upaya awal pengenalan diri <em>(self assessment)</em>, karena dalam kita memilih jurusan maka kita selalu berkaca dari <strong>“</strong><strong>apa modal </strong><strong>yang dimiliki di dalam diri sendiri”</strong>.</p> <p>Modal yang dimiliki dalam diri sendiri ini merupakan kristalisasi antara <strong><em>“nature”</em></strong><strong></strong>(bawaan genetis)  dan <strong><em>“nurture”</em></strong><strong></strong>(dari proses kehidupan yang berisi pendidikan, pengalaman, latihan, dsb). Tekad Wahyono, S.Psi, M.Psi, Psikolog dari Engineering Career Center (ECC) lembaga <em>link</em>, informasi dan pengembangan karir Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada membagi kuncinya bahwa syarat penting untuk mencapai kesuksesan adalah <strong>“MEMPUNYAI DAYA BEDA ABADI”</strong>.</p> <p><strong>“Daya beda abadi”</strong> adalah karakter khusus Anda, yang memungkinkan Anda menjadi lebih menonjol dibandingkan orang-orang lain di sekitar Anda. Upaya mengidentifikasi <em>“Daya beda abadi”</em> yang Anda miliki, tak ubahnya adalah upaya mengenali diri sendiri juga. “<em>Daya beda abadi”</em> adalah modal kita dalam meniti karir di masa depan. Untuk mengidentifikasi <em>“Daya beda abadi”</em> yang kita miliki tidaklah sulit. Salah satu caranya adalah dengan mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut ini :<br /> <strong>Kenali  “DAYA </strong><strong>BEDA ABADI” Anda!</strong></p> <ol> <li><strong>Apa yang Anda <em><span style="text-decoration: underline;">minati</span></em>?</strong></li> <li><strong>Apakah yang Anda minati tersebut Anda <em><span style="text-decoration: underline;">kuasai</span></em>?</strong></li> <li><strong>Apakah hal itu </strong><strong>dapat <em><span style="text-decoration: underline;">membahagiakan </span></em>diri Anda?</strong></li> <li><strong>Apakah hal tersebut bisa <em><span style="text-decoration: underline;">menghasilkan rejeki/</span></em><em><span style="text-decoration: underline;"> </span></em></strong><strong><em><span style="text-decoration: underline;">mengantarkan pada</span></em></strong><strong><em><span style="text-decoration: underline;"> kesuksesan</span></em></strong><strong>?</strong></li> <li><strong>Apakah <em><span style="text-decoration: underline;">persepsi/</span></em><em><span style="text-decoration: underline;"> </span></em></strong><strong><em><span style="text-decoration: underline;">penilaian orang</span></em></strong><strong> sama seperti yang Anda nilai?</strong><strong> </strong></li> </ol> <p>Jika ke-5 pertanyaan tersebut dapat Anda jawab dengan baik dan cocok dengan diri Anda, maka berarti itulah diri Anda yang bisa mengantarkan Anda berhasil/sukses! Namun, jika 5 pertanyaan tersebut belum dapat Anda jawab dengan pasti,maka Anda perlu melakukan cek ulang, mencari lagi, serta jangan ragu untuk meminta umpan balik <em>(feedback)</em> dan saran kepada orang-orang terdekat/sekitar Anda!</p> <p>Pada dasarnya upaya pengenalan diri <em>(self assessment)</em> dapat dipilah menjadi dua, yaitu upaya pengenalan diri sendiri dengan eksplorasi pribadi <em>(self exploration)</em> dan upaya pengenalan diri sendiri dari perspektif orang lain yang hanya bersifat satu arah saja. Upaya <em>self assessment</em> akan menjadi semakin maksimal jika dilakukan dari dua arah. Mewakili perspektif dunia industri yang menyerap tenaga kerja Chrisno Feryadi, <em>Manager Recruitmen Human Resource Specialist</em> dalam <em>Human capital Management Garuda Maintenance Facilities</em> (GMF) menyampaikan analisisnya terhadap karakter <em>fresh graduate </em>kini :</p> <ol> <li>Kematangan sosial dan emosional kurang.</li> <li>Wawasan kurang terbuka karena dampak negatif teknologi yang mempengaruhi sikap dan perilaku.</li> <li>Kurangnya <em>“drive of achievement”</em>, kepedulian sosial, dan kepercayaan diri.</li> <li>Disarankan ikut organisasi untuk membentuk kepribadian, serta organisasi adalah tempat terbaik untuk belajar tentang <em>“teamwork”</em> (kerjasama).</li> <li>Jagalah kesehatan sedari dini, pilihlah pola hidup sehat dengan aktivitas fisik yang cukup, sehingga tidak akan gagal dalam tes kesehatan.</li> </ol> <p>Pada sisi lain Iwan E. Pambudi, Psikolog yang berpengalaman 14 tahun di bidang Training ini menyatakan, kecenderungan mahasiswa sekarang dituntut harus cepat lulus dengan IPK tinggi sehingga waktu pengembangan diri menjadi kurang. Akibatnya mereka menjadi pintar tetapi arogan, serta kurang optimal karena kurang matang secara emosional. Mahasiswa harus bisa menempatkan diri serta bersedia untuk mengembangkan diri dengan penuh kerendahan hati untuk belajar.</p> <p>Bapak Didik dari PT PLN (Persero) juga berpesan agar ,“Jangan sampai kita menjadi dinosaurus yang merasa besar, kuat, dan arogan, akan tetapi mereka dikalahkan oleh tikus yang walaupun kecil mampu bertahan hidup tetap eksis dalam proses evolusi. Sebabnya karena tikus yang kecil waspada pada bahaya dan berusaha untuk beradaptasi sedang dinosaurus yang besar justru mengabaikan bahaya hingga akhirnya punah”.</p> <p>Kepada para mahasiswa baru, ingatlah bahwa inilah saatnya kita mulai merancang karir dan masa depan kita sedari dini. Jangan menunggu hingga sudah hampir lulus baru memikirkan pilihan karir karena itu terlambat. Dan yang tidak kalah penting, bahwa kita : <strong>“Jangan pernah takut untuk belajar, karena belajar bisa dimana saja dengan siapa saja bahkan dengan seorang anak kecil sekalipun, semua tergantung kerendahan hati kita”.</strong></p> <p><strong>(Aryasatyani</strong>)</p> Tags : Berita
Success is a Journey..... Persiapkan Karirmu Sedari Dini | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png