Do You Know, Rabu, 01/06/2016 12:03 WIB

Kenali Jenis-Jenis PHK, Ketahui Hakmu sebagai Pekerja

Dengar kata Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), apa yang muncul di benakmu? Selama ini, istilah PHK sering diartikan sebagai pemecatan. Benarkah?
Kenali Jenis-Jenis PHK, Ketahui Hakmu sebagai Pekerja
Ada beberapa jenis PHK dilihat dari siapa yang mengajukan, alasan, dan hak-hak yang diperoleh. “Masing-masing ada ketentuannya sendiri, semuanya merujuk pada UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,”papar Adhy Prasetiya, HRGA-IT Manager PT SPP-J Resources Nusantara.

Selain pemecatan, resign dan pensiun juga termasuk PHK. Segala bentuk pengakhiran hubungan kerja sebenarnya disebut sebagai PHK. Hanya saja, lebih dikenal dengan istilahnya masing-masing. Sedangkan makna PHK kemudian dipersempit menjadi pemecatan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan lengkap berikut!


Pemecatan

Istilah PHK memang paling sering diasosiasikan dengan pemecatan. Pemutusan kerja jenis ini diajukan oleh pihak badan usaha. Menurut Bab XII Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sebuah badan usaha dapat memutus hubungan kerja dengan karyawannya karena beberapa alasan.

Alasan pertama adalah kesalahan berat terhadap perusahaan atau tindak kriminal yang dilakukan di lingkungan perusahaan. Selain itu, pemecatan dapat dilakukan bila karyawan sedang dalam proses pidana lebih dari 6 bulan. Karyawan yang melanggar perjanjian kerja, atau mangkir selama 5 hari kerja tanpa keterangan, juga dapat diberhentikan. Pemecatan ini juga bisa terjadi bila perusahaan mengalami pailit, kerugian terus menerus, perubahan status, penggabungan, peleburan, perubahan kepemilikan perusahaan, atau bahkan sekedar ingin melakukan efisiensi.

Nah, bila perusahaan tempatmu bekerja melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan-alasan di atas, perusahaan wajib membayarkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang besarnya telah diatur sesuai lamanya waktu kerja. Namun, hal ini tidak berlaku bagi PHK dengan alasan kesalahan berat terhadap perusahaan. Pada kasus ini, karyawan hanya berhak terhadap uang penggantian hak dan tidak berhak atas pesangon serta uang penghargaan masa kerja.


2. Resign

Menurut UU Ketenagakerjaan pasal 162, resign adalah bila karyawan mengundurkan diri atas kemauan sendiri. Dengan kata lain pengakhiran hubungan kerja diajukan dari pihak karyawan. Alasannya pun bisa sangat beragam, bisa datang dari karyawan itu sendiri, atau dari pihak eksternal individu terkait.

Dalam kasus ini, karyawan tidak berhak atas pesangon dan uang penghargaan masa kerja. Karyawan tersebut hanya berhak atas uang penggantian hak sesuai perjanjian dan peraturan perundang-undangan.

Karena pemecatan oleh perusahaan ini berisiko menjatuhkan mental karyawan maka prosedurnya harus dilakukan dengan hati-hati. Menurut Rinanti Nur Hapsari, HRD ECC, pemecatan harus didahului dengan Surat Peringatan atau SP, hingga maksimal 3 kali. “Karena untuk PHK kita pasti memberlakukan SP 1, 2, dan 3 dan itu ada konseling dari internal dulu,” jelasnya.


3. Pensiun

PHK jenis ini biasanya terjadi bila karyawan telah memasuki usia pensiun sesuai yang diatur dalam perjanjian kerja. Batasan usia yang ditentukan pun beragam. Pada profesi yang tergolong pegawai negara, ada UU yang mengatur di masing-masing sektor. Sedangkan untuk swasta, tidak ada UU yang mengatur secara pasti batasan usianya.

Dilansir dari situs Gajimu, merujuk pada UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun, menyebutkan bahwa hak atas manfaat pensiun dengan catatan batas usia pensiun normal adalah 55 tahun dan batas usia pensiun wajib maksimum 60 tahun. Maka usia tersebut banyak menjadi patokan perusahaan swasta dalam menentukan batas umur pensiun bagi karyawannya.

Penghargaan finansial terhadap karyawan yang telah purna tugas ini juga berbeda di masing-masing perusahaan. Pada beberapa perusahaan, karyawan telah diikutkan pada program pensiun yang iurannya dibayar penuh oleh pengusaha. Jadi, saat waktu pensiun tiba, karyawan tidak menerima dana pesangon dan uang penghargaan masa kerja, melainkan menerima uang pensiun.

Sedangkan perusahaan yang tidak memiliki program pensiun, karyawan yang terkena PHK karena alasan usia berhak atas 2 kali lipat uang pesangon, sesuai UU Ketenagakerjaan. Kemudian, ditambah dengan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.

Nah, itu tadi macam-macam PHK sesuai UU Ketenagakerjaan. Pahami sejak dini agar tidak salah persepsi, ya!



Penulis      : Odillia Enggar

Editor        : Ratih Wilda dan Yuana Anandatama

Grafis        : Tongki Ari Wibowo

Tags : PHK, pemutusan hubungan kerja, perusahaan, karyawan,
Kenali Jenis-Jenis PHK, Ketahui Hakmu sebagai Pekerja | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png