Do You Know, Jumat, 22/01/2016 10:55 WIB

Manajer Bicara, Keterampilan Penting Tapi Etika Bekerjamu Ternyata Lebih Penting

Kamu punya keterampilan mumpuni tapi manajer tak melirikmu. Apa yang salah?
Manajer Bicara, Keterampilan Penting Tapi Etika Bekerjamu Ternyata Lebih Penting
Setiap manajer harus paham kualifikasi karyawannya guna menyukseskan program kerja divisinya. Dengan kualifikasi karyawan yang memenuhi maka bisa dipastikan program kerja yang disusun divisi pun dapat terealisasi.

Karenanya manajer sebuah perusahaan pun ada baiknya menetapkan kualifikasi harapan bagi karyawan baru mereka. Nah, kira-kira aspek apa saja yang diharapkan manajer dari seorang karyawan baru? Lalu, apakah harapan manajer tercapai dengan kualifikasi yang dimiliki karyawannya? Dilansir theundercoverrecruiter.com, ada hal-hal yang sangat diharapkan manajer dari kualifikasi karyawan baru.


7 Harapan Manajer

Terdapat 7 harapan dari seorang manajer terhadap kualifikasi karyawan. Apa saja? Harapan manajer tersebut meliputi professionalism, time management, technical skill, interpersonal communication, critical thinking and problem solving, work ethic, dan teamwork.

Dari ketujuh harapan tersebut, work ethic menjadi harapan terbesar dari seorang manajer terhadap karyawan barunya. Setelah work ethic, seorang manajer memperhatikan sisi teamwork seorang karyawan atau bagaimana seorang karyawan baru dapat bekerja dengan baik dalam sebuah tim.

Sementara itu, harapan ketiga seorang manajer adalah professionalism. Menyusul di belakangnya time management, interpersonal communication, serta critical thinking and problem solving. Lalu, apa yang menjadi pertimbangan terakhir dari seorang manajer pada karyawan barunya? Ternyata technical skill-lah yang justru menjadi harapan terakhir yang dipertimbangkan seorang manajer.

Kenapa bisa begitu? Ternyata sebagian besar perusahaan lebih memilih mempekerjakan karyawan berdasarkan soft skill mereka, seperti sikap mereka terhadap pekerjaan dan kepribadian mereka daripada keterampilan teknis dan pengetahuan industri. Karena pada dasarnya karyawan dengan keterampilan yang kurang memadai masih bisa diatasi dengan training dari perusahaan. Hal ini pula yang menjadi alasan keterampilan karyawan bukanlah hal utama yang dicari sekalipun hal itu penting.


Kekecewaan Manajer

Kalau kamu berharap, kamu harus siap kecewa. Hal itu juga berlaku bagi banyak manajer. Betapa tidak, dalam penelitian yang dilansir oleh theundercoverrecruiter.com ini menunjukkan bahwa karyawan yang sudah bekerja ternyata masih jauh dari harapan manajer.

Sebanyak 88 persen karyawaan diharapkan mampu menjunjung tinggi persoalan work ethic oleh manajer. Namun, kenyataannya dalam suatu rekrutmen hanya 14,7 persen karyawan dengan work ethic tinggi yang mereka peroleh.

Sementara itu, gap terkecil antara harapan manajer dengan kenyatan justru ada pada technical skill. Saat manajer membutuhkan 40 persen karyawan yang memiliki keterampilan teknis, ternyata sebanyak 15 persen karyawan baru memilikinya.

Nah, bagaimana? Apakah kamu sudah membekali dirimu dengan 7 hal di atas? Silahkan utarakan pendapatmu tentang hal di atas. Apakah perilaku dan etika kerja seorang karyawan memang lebih penting daripada keterampilannya?



Penulis          : Yakob Jati Yulianto

Editor            : Yuana Anandatama

Grafis            : Ardiansyah Bahrul A.

Tags : kompetensi, karyawan, employee, Perusahaan,
Manajer Bicara, Keterampilan Penting Tapi Etika Bekerjamu Ternyata Lebih Penting | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png