Do You Know, Kamis, 29/10/2015 16:15 WIB

Menjawab Mitos Pekerja Plant: Kerja Panas-panasan, Gaji Pas-pasan?

Benarkah menjadi seorang pekerja plant berarti harus rela kerja panas-panasan dengan gaji pas-pasan?
Menjawab Mitos Pekerja Plant: Kerja Panas-panasan, Gaji Pas-pasan?
Pertanyaan di atas sering kali muncul di benak jobseeker ketika dihadapkan pada tantangan menjadi pekerja plant atau pekerja pabrik. Saking seringnya muncul, hal itu sudah menjadi semacam mitos yang berkembang di kalangan jobseeker.

Mitos yang berkembang adalah menjadi pekerja plant berarti harus siap menghadapi tiga risiko: kerja panas-panasan, gaji pas-pasan, dan pekerjaan padat.

Menanggapi mitos tersebut, HR Officer Siam Cement Group (SCG) Indonesia, Abdul Aziz, memaparkan beberapa fakta. Terkait dengan kemungkinan untuk bekerja panas-panasan, ia menegaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari konsekuensi menjadi pekerja plant.

“Pekerja plant itu pasti di lapangan. Bekerja di tempat produksi baik tertutup maupun di tempat panas, itu konsekuensi dari bekerja di lapangan,” tegas Aziz. Seseorang yang memutuskan untuk menjadi pekerja plant tentu harus menerima konsekuensi tersebut bukan? Jika tidak siap, mungkin kamu harus memikirkan potensi karir lain. Jangan manja ya bro.. sisst..


Benarkah gajinya pas-pasan?

Untuk mitos kedua terkait gaji yang pas-pasan, Aziz mengungkapkan bahwa besaran gaji pekerja plant ditentukan oleh banyak hal. Di SCG sendiri, penentuan besaran gaji bergantung pada tingkat pendidikan, jam lembur, dan pengalaman kerja. Artinya, jumlah gaji berbanding lurus dengan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan pengalaman kerjanya, semakin tinggi pula gajinya.

Mengenai mitos ‘pas-pasan’, sebenarnya nilainya sangat relatif bukan? Jika yang dimaksud pas-pasan diukur dengan jumlah Upah Minimum Regional (UMR) tiap daerah, Aziz mengatakan bahwa gaji di SCG tidak akan berada di bawah UMR. Pun untuk lembur, SCG memiliki  sistem yang jelas.

“Kelebihan jam dihitung, tidak romusha,” tambah Aziz. Ini sekaligus menjawab mitos ketiga mengenai padatnya pekerjaan. Bisa jadi, pekerjaan padat karena mengambil lembur untuk mencari tambahan gaji. Jelas jika hal itu yang terjadi, pekerjaan akan lebih padat. Namun bukankah insentifnya juga ikut naik?

Bagaimana? Masih memercayai mitos-mitos di atas? Jangan sampai mitos itu mengecilkan niatmu untuk mencoba karir menjadi pekerja plant, khususnya di SCG ya! Siapa tahu kamu akan mapan dan berprestasi di sana. [CN]



Penulis     : Grattiana Timur

Editor        : Rifki Amelia F.

Grafis        : Ardiansyah Bahrul A.

Tags : karyawan, siam cement group, Perusahaan, budaya kerja,
Menjawab Mitos Pekerja Plant: Kerja Panas-panasan, Gaji Pas-pasan? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png