Do You Know, Selasa, 15/09/2015 13:51 WIB

Ketidakjelasan Jenjang Karir Jadi Salah Satu Penyebab Resign

Untuk sebagian orang, mempunyai pekerjaan tidak hanya untuk mencapai kesejahteraan atau hidup mapan. 
Ketidakjelasan Jenjang Karir Jadi Salah Satu Penyebab Resign
Pada zaman kakek atau ayah kita dulu, boleh saja mereka mendapat pekerjaan mana pun agar dapat hidup mapan atau demi dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Hal itu membuat pekerja berpikir dua kali untuk keluar dari pekerjaan yang tidak disukainya. 

Akan tetapi, di era modern ini, kita bisa melihat kondisi yang berbeda. Pola pikir manusia yang semakin maju dan independen serta berbagai macam pertimbangan, para pekerja kini tidak mau terjebak dalam pekerjaannya yang dianggap memberatkan. 

Beberapa data menunjukkan bahwa sejumlah karyawan telah berencana untuk resign dalam beberapa bulan ke depan. Namun sebenarnya apa saja penyebab seseorang memutuskan untuk resign dari pekerjaannya? 


Turn over Indonesia vs mancanegara

Michael Page Indonesia Employee Intentions Report mencatat sebanyak 72 persen responden di Indonesia pada 2015 memiliki minat untuk berganti pekerjaan pada 12 bulan ke depan. Sementara di mancanegara, hasil survei Hay Group menunjukkan bahwa akan ada peningkatan sebesar 49 juta pekerja yang akan keluar dari pekerjaannya jika dibandingkan dengan tahun 2012.

Indonesia sendiri mengalami persentase turn over tertajam pada 2014, yakni sebesar sekitar 27 persen, setara dengan Rusia dan India pada tahun yang berbeda. Persentase tersebut adalah yang tertinggi dibandingkan negara lain yang lebih maju secara ekonomi, seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, Inggris, dan Belanda. 


Mengapa harus resign dari pekerjaan?

Survei Careernews dengan responden lulusan sejumlah universitas di Indonesia mendapati angka yang mengejutkan bahwa 288 dari 351 koresponden mengatakan ‘ya’ untuk resign dari pekerjaan mereka.

Beberapa sebab diungkapkan oleh responden dan yang menempati peringkat atas adalah tidak adanya kejelasan jenjang karir sebanyak 49,6 persen. Kurangnya promosi dari atasan membuat pekerja kehilangan motivasi dalam bekerja, seakan sia-sia saja apa yang mereka lakukan, dan muncul perasaan tidak adanya perhatian dari atasan.

Mengenai permasalahan gaji, sebanyak 42,4 persen responden mengaku upah minimum kerja yang tidak sesuai dengan jenis pekerjaan sering kali menjadi momok utama para pekerja. Hal itu juga mempersempit jalan pekerja untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarga

Ketidakcocokan pada sistem kerja perusahaan menjadi faktor ketiga alasan resign, sebesar 38,3 persen. Hal ini dapat timbul karena rendahnya fleksibilitas yang diberikan oleh perusahaan. Peraturan yang terlalu kaku membuat karyawan menjadi terkekang dan takut mengekspresikan atau memberikan ide bagi perusahaan.

Zaman yang semakin membuat seseorang menjadi lebih indepeden dan percaya diri, seseorang mungkin saja terdorong untuk menggali potensi diri. Sesuatu yang terlalu biasa dan tidak ada kejutan, untuk sebagian orang dianggap membosankan sehingga pikiran yang terlintas adalah resign dari pekerjaan yang membosankan kemudian mencari pekerjaan yang lebih menantang. Sebanyak 25,6 persen responden menyatakan hal ini.

Selanjutnya, faktor yang mengikuti adalah kesulitan dalam beradaptasi sebesar 20,7 persen, mendapat penawaran lebih menarik dari perusahaan lain sebesar 16,7 persen, penempatan kerja sebesar 15,3 persen, keinginan merintis atau melanjutkan usaha sebesar 13,5 persen, dan alasan lainnya sebesar 18,7 persen.

Apakah kamu juga memiliki niat yang sama untuk resign dalam waktu dekat? Ayo bagikan alasanmu dan sudah mantapkah kamu dengan keputusan tersebut. [CN]



Penulis    : Anisa Rachmatika

Editor      : Rifki Amelia F.

Grafis      : Tongki A.W.

Tags : resign, jenjang karir, gaji, potensi diri
Ketidakjelasan Jenjang Karir Jadi Salah Satu Penyebab Resign | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png