Do You Know, Rabu, 20/05/2015 20:35 WIB

Ternyata 1 dari 5 Karyawan Gagal Lolos Masa Percobaan!

Gampang-gampang susah melewati masa probation. Ada juga mereka yang gagal melaluinya. Yuk, pahami dulu bagaimana masa percobaan itu?
Ternyata 1 dari 5 Karyawan Gagal Lolos Masa Percobaan!
Euforia pengumuman diterima kerja masih terasa. Namun, tidak berapa lama kemudian, HR perusahaan juga mengumumkan untuk bersiap melalui masa percobaan (probationary period). Ternyata perjuangan setelah rekrutmen belum berakhir.

Bagi sebagian orang, masa percobaan adalah masa yang menegangkan. Orang lain merasakan masa percobaan itu sebagai tantangan. Beberapa yang lain mungkin menganggap masa tersebut adalah kesempatan untuk belajar lebih banyak, melakukan evaluasi dini terhadap performa pekerjaan, dan mengenal budaya perusahaan.

Bahkan, tak cuma karyawan entry level, direktur utama pun harus melalui fase yang sama di awal menjabat. Kini seorang direksi di perusahaan pelat merah di Indonesia pun diwajibkan untuk melaksanakan masa percobaan selama satu tahun sebelum menjabat selama lima tahun. Jadi, jika dikurangi setahun masa probation, masa jabatan direksi hanya akan berlangsung selama empat tahun saja. Aturan ini terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai masa jabatan direksi BUMN. Tujuan diadakannya satu tahun masa percobaan adalah untuk mengontrol komitmen dari direksi bersangkutan. 

Memang tak mudah untuk melalui masa percobaan. Kadang, karyawan baru akan dibebani dengan target-target guna membuktikan performa dan kepantasannya untuk melanjutkan karir di perusahaan bersangkutan. Nyata-nyata ada pula yang gagal.


1 dari 5 karyawan, gagal

Survei dari agensi rekrutmen Spring Personnel, seperti dilansir morton-fraser.com, menyatakan bahwa hampir seperlima dari karyawan baru gagal atau harus memperpanjang masa percobaan mereka. Survei dilakukan kepada 403 manajer yang diminta untuk memberikan daftar alasan mengapa mereka menggagalkan karyawan dalam masa percobaan. Namun ada juga sebanyak 13 persen dari para manajer yang mengaku tidak pernah melihat karyawan gagal dalam masa percobaan. 

Setelah survei dilakukan, disimpulkan bahwa karyawan yang tidak sukses dalam masa percobaan berhubungan dengan keraguan atasan apakah karyawan dapat melakukan pekerjaannya dan dapat menyesuaikan diri dengan tempat kerjanya. Alasan terbesar dari hampir 50 persen manajer juga ditekankan pada tingkat kehadiran yang rendah dari para karyawan yang membuat atasan tidak segan-segan memberhentikan mereka. Namun, meskipun perusahaan merasa tidak dapat meluluskan karyawan dalam masa percobaannya, penelitian menunjukan bahwa 80 persen manajer akan memberi waktu lebih dengan memperpanjang masa percobaan sebelum keputusan diambil, baik diluluskan maupun tidak.


Gambaran masa percobaan

Bagi kamu yang sekarang baru akan mencicipi dunia kerja, masa percobaan mungkin tampak menakutkan. Namun, biasanya ketakutan tersebut disebabkan hanya karena para karyawan baru kurang mendapatkan gambaran mengenai masa percobaan itu sendiri. Kali ini, Careernews akan memberikan gambaran masa percobaan di perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) dan firma hukum.

Periode probation karyawan baru pada perusahaan FMCG diawali dengan pengenalan bagian HRD perusahaan. Perusahaan melalui tim HRD menjelaskan berbagai hal penting bagi karyawan baru, biasanya seputar kontrak terkait hak dan kewajiban. Pengenalan mengenai industri FMCG akan dipresentasikan langsung saat tiba di tempat kerja. Karyawan baru mulai dibekali pengetahuan dasar terkait bisnis perusahaan, bagaimana proses produksi, distribusi, dan penjualan. Selepas proses ini, karyawan kembali ditransfer menuju divisi masing-masing.

Disiplin kerja merupakan bagian tak terpisahkan untuk pekerjaan di industri FMCG. Para karyawan melalui evaluasi masing-masing dengan kriteria yang telah ditentukan. Misalnya, di divisi marketing industri FMCG, karyawan akan membuka mata untuk terus fokus pada update informasi terbaru. Strategi baru terus bermunculan sementara report pekerjaan juga mengikuti. Tantangan lebih jauh biasanya muncul ketika divisi penjualan mulai menunjukkan angka penurunan. Semua staf marketing pun seperti harus kembali mengevaluasi kerja sejak awal.

Seperti pengalaman dari divisi marketing di industri FMCG di atas, orang yang pertama kali menemui lawyer muda di firma hukum juga berasal dari tim HRD. Setelah berkenalan antarsesama lawyer dan tim HRD, masing-masing lawyer akan diberi formulir dan dibuatkan access card. Selanjutnya akan ada pengenalan firma hukum, sejarah klien-klien besar, penjelasan tata tertib, dan sebagainya. 

Tim HRD kemudian mengajak para lawyer muda ke masing-masing divisi di firma hukum, khususnya diperkenalkan dengan house secretary masing-masing karena mereka yang bertanggung jawab untuk urusan administratif setiap divisi. Lawyer muda diperkenalkan dengan house secretary dari ligitation, corporate, dan divisi-divisi kecil seperti shipping, aviation, dan telecomunnication.

Pengalaman menarik berikutnya adalah ketika lawyer muda di-pingpong antardivisi di firma hukum. Kadang seorang lawyer muda memegang kasus bersama tim lawyer perbankan tetapi juga membuat perjanjian syariah. Begitu rampung, bisa saja lawyer muda tersebut langsung ditugasi membuat riset, legal memo, dan legal opinion terkait litigasi di pengadilan negeri selama dua bulan pertama. 

Hmm, sounds really firm and hectic? Sebelum mendapat jabatan tinggi pada sebuah perusahaan, setiap orang pasti akan menjalani masa percobaan dari perusahaan. Selesaikan prosesnya dan pastikan kamu bisa melewatinya dengan baik ya. Kamu pasti bisa! [CN]



Penulis    : Mohamad Nurdin

Editor      : Rifki Amelia F, Yuana Anandatama

Grafis      : Hero Oka

Tags : newbie, probation, smart jobseeker
Ternyata 1 dari 5 Karyawan Gagal Lolos Masa Percobaan! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png