Do You Know, Selasa, 12/05/2015 15:12 WIB

Kecelakaan Kerja, 8 Orang Meninggal Per Hari? Ayo Budayakan K3!

Ternyata, setiap hari ada orang meninggal akibat kecelakaan kerja, lho. Apa penyebabnya?
Kecelakaan Kerja, 8 Orang Meninggal Per Hari? Ayo Budayakan K3!
Selama bekerja, kita dituntut bekerja secara detail bahkan sempurna. Selain itu, kita pun harus bekerja secara selamat dan sehat yang sering kali diabaikan oleh para pekerja sehingga berujung kecelakaan kerja.

Di era modern, jenis pekerjaan semakin beragam, mulai dari pekerja buruh hingga profesional. Dengan pekerjaan yang dilakoni, selain mendapatkan keuntungan berupa materi dan kesejahteraan hidup, tentu saja ada risiko yang harus ditanggung. Risiko tersebut bisa berupa kecelakaan kerja.

Kamu pasti pernah mendengar tentang kecelakaan kerja lewat media, melihat langsung di tempat kejadian, atau justru pernah mengalaminya sendiri. Suatu bidang pekerjaan yang tidak dikerjakan dengan baik dan benar dapat mendatangkan risiko yaitu kecelakaan kerja. Namun, hal ini lebih sering dialami oleh orang-orang yang mempunyai pekerjaan ‘menantang maut’, seperti pekerja bangunan, teknisi listrik, buruh pabrik, dan lain sebagainya.

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri membeberkan fakta bahwa angka kecelakaan kerja secara nasional masih sangat tinggi, yaitu 103.000 per tahun. Dari jumlah tersebut, 2.400 kasus di antaranya menyebabkan pekerja meninggal dunia. "Kalau dirata-rata, setiap hari ada 8 orang meninggal. Ini tinggi," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2015).

Di Indonesia, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kurang diterapkan secara optimal. Hal ini ditandai dengan masih banyaknya kasus kecelakaan kerja di tempat kerja yang menimbulkan kerugian, baik moril maupun materiil. Selain itu, kerugian pun harus ditanggung tidak hanya pekerja dan pemilik usaha tetapi juga masyarakat sekitar dan pemerintah, bahkan sampai ke masalah lingkungan seperti pencemaran lingkungan.

Sindonews.com menyebutkan, ada lebih dari 10 kasus kecelakaan kerja selama 2015 akibat tidak menerapkan K3 secara optimal. Pada 3 Maret lalu di Batam, seorang teknisi tower Telkomsel terjatuh dari ketinggian 36 meter karena terpeleset dan jatuh tanpa menggunakan pelindung kerja.

Sedangkan pada 31 Maret lalu, di Kefamenanu, NTT, seorang kakek yang sedang membuat pagar besi tewas tersengat listrik karena tidak mengetahui ada jaringan kabel listrik berbahaya pada mesin gerindanya. Ada juga kasus tiga ABK yang jatuh di laut dan salah satunya tewas di Cilegon pada 6 April lalu karena ketiganya tidak melengkapi diri dengan alat keselamatan kerja saat sedang memperbaiki sekoci.

“Masyarakat harus memahami arti penting K3 dalam kerja kita. Ini menjadi instrumen penting dalam sektor kerja. Jangan sampai keluar rumah sehat, saat pulang jari hilang atau meninggal," imbuh Hanif.


Faktor penyebab kecelakaan kerja

Perlu disadari bahwa pelaksanaan K3 tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah tetapi juga semua pihak, khususnya masyarakat industri. Akan tetapi, selain memahami pentingnya K3 dalam bekerja, kita perlu tahu apa saja faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja supaya dapat menghindarinya di kemudian hari. Berikut beberapa faktor penyebab kecelakaan kerja:


1. Faktor langsung: kondisi dan tindakan tidak aman

Faktor langsung yakni berupa kondisi dan tindakan tidak aman atau berbahaya. Beberapa di antara kondisi tidak aman, yaitu tidak terpasangnya pengaman (safeguard) pada bagian mesin yang berputar, tajam ataupun panas, terdapat instalasi kabel listrik yang kurang standar (isolasi terkelupas, tidak rapi), alat kerja yang kurang layak pakai, dan lain sebagainya.

Sementara itu, tindakan tidak aman antara lain dapat berupa kecerobohan, meninggalkan prosedur kerja, tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), bekerja tanpa perintah, mengabaikan instruksi kerja, tidak mematuhi rambu-rambu di tempat kerja, dan tidak mengurus izin kerja. Tindakan tidak aman tersebut sangat berbahaya sebelum memulai pekerjaan dengan risiko atau bahaya tinggi.


2. Faktor tidak langsung: pekerjaan dan pribadi

Faktor tidak langsung terdiri dari faktor pekerjaan dan faktor pribadi. Termasuk dalam faktor pekerjaan yaitu pekerjaan yang tidak sesuai, baik dengan tenaga kerja maupun dengan kondisi sebenarnya. Termasuk juga pekerjaan berisiko tinggi tetapi belum ada upaya pengendalian di dalamnya, beban kerja yang tidak sesuai, dan sebagainya.

Sementara faktor pribadi berkaitan dengan mental atau kepribadian tenaga kerja yang tidak sesuai dengan pekerjaan, konflik, stres, keahlian yang tidak sesuai, dan lain sebagainya.


3. Faktor dasar: lemah manajemen

Faktor dasar biasanya terkait dengan lemahnya manajemen dan pengendaliannya, kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya sumber daya, kurangnya komitmen, dan sebagainya.

Menurut teori efek domino H.W Heinrich, kontribusi terbesar penyebab kasus kecelakaan kerja adalah faktor kelalaian manusia, yaitu sebesar 88 persen. Sedangkan 10 persen lainnya adalah dari faktor ketidaklayakan properti atau barang dan 2 persen faktor lain-lain.

Oleh karena itu, ada baiknya kita sebagai pekerja harus selalu fokus dan berhati-hati ketika bekerja sehingga dapat meminimalisasi kecelakaan tersebut. Jangan lupa juga untuk selalu menciptakan suasana bahagia ketika kita bekerja. Happy working, guys! [CN]




Penulis     : Anisa Rachmatika

Editor       : Rifki Amelia F, Yuana Anandatama
Grafis       : Hero Oka


Tags : kecelakaan kerja, fakta unik, K3
Kecelakaan Kerja, 8 Orang Meninggal Per Hari? Ayo Budayakan K3! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png