Do You Know, Minggu, 26/04/2015 22:48 WIB

Cacing, Ulat, Sampah: Jarang Dilirik, Untung Selangit

Bikin kafe atau jualan baju secara online? Sudah biasa. Coba bisnis ‘unik’ yang tak kamu pikirkan sebelumnya.
Cacing, Ulat, Sampah: Jarang Dilirik, Untung Selangit
Setelah lulus kuliah mau ke mana? Kerja, berwirausaha, atau keduanya? Atau mungkin sekarang kamu masih duduk di bangku kuliah? Kamu bisa coba ladang bisnis yang jarang dilirik orang. Berikut Careernews bagi empat bisnis yang bisa menjadi pilihanmu, untuk memiliki uang jajan tambahan, kebebasan finansial, atau bahkan memberdayakan orang-orang sekitar.

Bisnis-bisnis di bawah ini tidak membutuhkan banyak modal, memberikan keuntungan selangit, dan tidak banyak pesaing. Namun syaratnya, kamu harus membuang dahulu rasa jijik atau geli dalam benakmu. Berikut empat bisnis menjijikkan dengan keuntungan selangit tersebut. Coba yuk!


1. Ternak cacing tanah banyak manfaat

Ketika mendengar tentang cacing, kata apa yang tebersit di pikiranmu? Pasti sebagian besar darimu akan menjawab, jijik, geli, dan kotor. Kemudian jika disuruh memegang cacing, pasti sebagian besar darimu akan menolak. Padahal, cacing memunyai beragam manfaat yang luar biasa, antara lain bahan obat tradisional; penghilang demam; obat diare dan pelancar aliran darah; obat stroke dan hipertensi; bahan kosmetik modern; pakan ayam, ikan konsumsi, dan ikan hias; serta umpan pancing dan pakan burung berkicau. Cacing juga mampu menyuburkan lahan pertanian, memperbaiki drainase dan aerasi tanah, serta bisa menjadi pengolah sampah. 

Dilihat dari segi budidaya, kamu tidak perlu mengeluarkan banyak modal. Biaya hanya dikeluarkan untuk membeli bibit cacing, sekitar Rp 50.000 per kilogram. Kemudian pengeluaran berikutnya adalah untuk membangun kandang atau menyewa lahan. Sedangkan untuk pakan harian, kamu bisa gunakan limbah rumah tangga atau limbah pasar, seperti sayur, buah busuk, serta kotoran ternak di lingkungan sekitarmu. Bisnis ini berpotensi menghasilkan keuntungan yang tak sedikit. Persepsi tentang cacing yang menjijikkan dan kotor menjadikan sebagian orang enggan mengambil peluang ini. Salah satu contoh sukses bisa kita lihat dari Adam, peternak asal Malang, dengan usaha budidaya cacing yang mampu mengantarkannya menjadi inspirator, diundang berbagai media, dan memberdayakan masyarakat sekitar. Seperti dilansir kompas.com, soal keuntungan, Adam bisa mengantongi Rp 300 juta dalam sebulan. 


2. Ternak kroto, penuhi permintaan pasar

Pilihan kedua adalah beternak kroto yang merupakan larva dan telur dari semut rangrang. Budidaya kroto memiliki peluang bisnis yang besar mengingat permintaan pasar terus tinggi seiring bertambahnya para pecinta burung dan pemancing. Kondisi ini tidak sebanding dengan pasokan kroto dari peternak atau hasil tangkapan alam.

Ade Yusdira, Endang Mukhlis, dan Maloedin Sitanggang, dalam buku mereka yang berjudul Budidaya Kroto Sistem Stoples, telah membuktikan bahwa mereka mampu meraih omzet sekitar Rp 6 juta dalam sebulan. Usaha budidayanya pun terbilang mudah dan murah dengan biaya produksi yang relatif kecil untuk dijalankan. Bisnis ternak kroto tidak banyak dilirik, sebab sebagian orang takut, geli, atau jijik dan tidak banyak yang menyadari peluang bisnisnya.


3. Ternak ulat hongkong tinggi protein

Satu lagi bisnis yang membuatmu bergidik hanya dengan mendengar namanya, yaitu ternak ulat hongkong. Ulat hongkong  memiliki kandungan protein tinggi, yakni sekitar 62 persen. Dengan kandungan protein tinggi, ulat hongkong menjadi alternatif pakan yang disukai para peternak burung, udang windu, ikan koi, hingga landak mini. Kebutuhan untuk pakan hewan cukup besar. 

Sayangnya, budidaya ulat hongkong masih terbatas. Mengutip dari kontan.co.id, mayoritas peternak berdomisili di daerah Jawa Timur. Cara budidayanya sederhana, tidak perlu tenaga dan modal yang besar karena yang diperlukan hanya ketelatenan. Sedangkan harga ulat dibanderol Rp 30.000 per kilogram. Untuk memulai usaha ini, kamu cukup menyiapkan kandang dan bibit serangga.


4. Mengolah sampah: murah, melimpah-ruah

Ada peluang besar dari sesuatu yang melimpah dengan harga murah tetapi tidak banyak orang yang memanfaatkannya. Itulah sampah, yang melimpah ruah dan menjadi salah satu permasalahan utama di Indonesia. Hingga saat ini, tidak banyak masyarakat yang sadar akan sisi lain sampah selain kotor, berbau, tidak memiliki nilai jual, hingga sarang penyakit. 

Stigma tersebut diubah oleh beberapa orang di Indonesia menjadi sesuatu hal yang lebih berguna. Misalnya dr. Gamal Albinsaid, CEO Indonesia Medika, yang menyulap sampah menjadi asuransi kesehatan bagi masyarakat di daerah Gadang, Malang, Jawa Timur. Lewat inovasinya, yang diberi nama program Klinik Asuransi Sampah, telah menyabet beragam penghargaan, baik nasional maupun internasional. Salah satu poin terpenting, masyarakat sekitar klinik terbantu dan mereka menyadari bahwa sampah memberi manfaat bagi kehidupan. 

Hanya dengan menyetorkan sampah anorganik, anggota klinik akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memuaskan. Bayangkan jika program semacam Klinik Asuransi Sampah ini menjamur dari Sabang hingga Merauke. Bisa dipastikan Indonesia akan memiliki lingkungan bersih dan masyarakat yang sehat. Apakah kamu tertarik untuk mengaplikasikannya di daerahmu? 

Berbeda lagi dengan sentuhan yang diberikan oleh Baron Noorwendo, penggerak Komunitas Warga Peduli Lingkungan (WPL) di Depok, Jawa Barat. Baron mengubah sampah anorganik menjadi mainan edukatif untuk sarana edukasi dan sosialisasi, kemudian dijadikan suvenir cantik untuk dikomersialkan. Kedua penggerak ini, sama-sama menitikberatkan program pada upaya mengubah mindset dan perilaku masyarakat pada sampah agar masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan sampah berlian yang berharga sehingga ke depan, Indonesia akan menjadi negara yang bersih dan sehat.

Selain itu, para petani di Malang juga mengolah sampah organik menjadi pupuk organik dan biogas. Alhasil, biaya kebutuhan rumah tangga bisa diminimalisir dengan biogas. Sedangkan pupuk biasanya dijual ke petani lain atau digunakan sendiri. Sentuhan semacam ini menunjukkan kepada khalayak bahwa di dalam sampah terkandung manfaat yang luar biasa.

Bagaimana, kamu pilih usaha yang mana? Jangan sia-siakan peluang yang ada, ambil dan maksimalkan! Siapa tahu dengan mengambil kesempatan ini, mimpi-mimpimu untuk jalan-jalan, lebih banyak waktu bersama keluarga, kebebasan finansial, pengembangan diri, hingga bermanfaat bagi lingkungan sekitar, bisa tercapai. Siap-siap jadi pengusaha berikutnya! [CN]



Penulis    : Sandi Iswahyudi

Editor      : Rifki Amelia F.

Grafis      : Hero Oka

Tags : enterpreneurship, bisnis unik, profesi alternatif
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Jumat, 21/09/2018 10:28 WIB Dari Nol Sampai Jadi Iklan, Gimana sih Prosesnya?
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Jumat, 14/09/2018 08:00 WIB Kerja di Agensi Iklan: Dapat Benefit yang Cukup Bersaing!
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Kamis, 13/09/2018 00:00 WIB Ternyata Talent Seperti Ini Yang Diinginkan Bank Indonesia
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Selasa, 28/08/2018 10:00 WIB Parodi Kerjaan di Agency (Baca: Ahensi) yang Bisa Kamu Ketahui
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Selasa, 10/07/2018 17:09 WIB Hal Ini Bisa Jadi Indikator Kalau Kamu Siap Berkarier
Cacing, Ulat, Sampah: Jarang Dilirik, Untung Selangit | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png