Do You Know, Senin, 02/03/2015 08:00 WIB

"Nightcrawler": Tak Semua yang Kamu Lihat Itu Benar

Sebulan ke belakang, Careernews telah banyak membahas profesi jurnalis. Mungkin kita perlu refreshing sejenak dengan melihat sisi lain jurnalis di film ini.

Kejadian kriminal, politik, bencana alam, dan bahkan kesibukan seseorang bisa menjadi bahan berita di dunia pertelevisian. Seberapa kini dan berbobot berita yang ditayangkan akan mengangkat integritas perusahaan yang menaunginya. Saat kita menonton suatu tayangan berita, kita memandangnya sebagai rutinitas untuk selalu mendapat informasi terbaru. 

Sering tak disadari, di balik informasi yang kita dapat sejak terbitnya fajar hingga terbenam matahari, ada orang-orang yang hebat dan bekerja keras. Salah satunya adalah jurnalis. Mereka adalah orang yang mempunyai semangat juang besar untuk mencari berita yang ‘up to date’ dan banyak diminati oleh salah satunya penonton setia televisi.

Itulah yang juga dilakukan oleh Louis Bloom (Jake Gyllenhaal) dalam film “Nightcrawler”, seseorang yang memunyai dedikasi tinggi dalam bekerja tetapi tidak kunjung mendapat pekerjaan dan terpaksa menjadi seorang pencuri. Setelah melihat peristiwa kecelakaan mobil saat perjalanan pulang untuk menjual barang curiannya, dia melihat dua orang jurnalis sedang meliput kejadian nahas itu. 

Saat itulah muncul ketertarikan Louis untuk menjadi seorang jurnalis. Karena tidak punya uang untuk membeli peralatan merekam berita, dia mencuri sebuah sepeda gunung dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan sebuah kamera perekam sederhana dan police scanner radio

Pada hari ia memulai debutnya menjadi seorang jurnalis, dengan sabar ia menunggu police scanner radio untuk menyiarkan kejadian yang mungkin pantas untuk dijadikan sebuah berita. Akhirnya, peristiwa kecelakaan yang membuat pengendara mobil terluka parah menjadi pilihannya. Louis kemudian menjual rekaman itu ke stasiun televisi yang mau menerima hasil pekerjaan jurnalis ‘ilegal’. Dia pun sukses mendapat bayaran yang memuaskan dan mendapatkan pujian dari seorang pengarah berita stasiun TV, Nina Romina (Rene Russo).

Karena menyukai pekerjaan Louis yang memunyai hasil rekaman dengan perspektif berbeda dari jurnalis lain, Nina menuntutnya untuk membuat berita yang sejenis dengan hasil debutnya itu. Dengan lebih banyak darah. 

Dipenuhi semangat dan hasrat untuk pekerjaan barunya ini, Louis dengan wajah tirus dan tak berperasaan, tidak segan-segan menghalalkan segala cara untuk mendapat hasil rekaman yang didambakan. Jurnalis kriminal ini membuat suatu berita tanpa menelusuri detail-detail kejadian lebih jauh. Kemudian ia membuat cerita versinya sendiri agar hasil karyanya mendapat rating yang tinggi dan uang yang melimpah. Jurnalis berdarah dingin ini juga membuat skenario sendiri untuk beritanya tanpa takut memakan banyak korban jiwa.

Film yang disutradarai oleh Dan Gilroy ini mendapat banyak pujian dari para kritikus karena mengambil cerita mengenai jurnalistik dari sudut pandang yang berbeda. Film ini juga memperoleh rating menarik dari khalayak di situs IMDb dan Rotten Tomatoes. Aktor Jake Gyllenhaal pun mendapat sambutan yang baik dan menjadi aktor yang diperhitungkan setelah memerankan jurnalis sociopath ini dengan cemerlang.

Karakter Louis Bloom mengingatkan kita bahwa hasrat untuk selalu menginginkan hal lebih dari yang kita punya memang tak bisa dimungkiri melekat di dalam diri kita. Keberhasilan dan kesuksesan dapat membutakan seseorang serta membiaskan segala norma dan kejahatan. Namun Louis patut diacungi jempol atas komitmennya dalam bekerja. Saat orang lain sudah ajek dengan cara berpikir mereka dalam melakukan pekerjaan, Louis memunyai cara sendiri dan itu membuatnya selangkah lebih depan.

Berita yang kita tonton sering kali dimakan mentah-mentah tanpa dicerna terlebih dahulu. Apakah suatu berita dibuat berdasarkan fakta atau hanya ditambah-tambah? Memang jurnalis yang bertindak menyimpang ini hanyalah karakter fiktif belaka. Namun film yang bertema jurnalistik ini mengajarkan kepada kita untuk lebih cermat dengan segala hal yang ditampilkan di layar televisi. Kita harus dapat memilah-milah dan menjadi penonton yang cerdas agar tidak tenggelam dalam berita begitu saja.

Kamu punya pendapat lain? Atau kamu punya rekomendasi film serupa yang mengandung pelajaran berharga untuk karirmu? Bagikan di kolom komentar, yuk! Bagikan juga artikel ini kepada pembaca yang lebih luas dengan mengeklik tombol ‘Share’ di bawah. [CN]



Penulis    : Anisa Rachmatika

Editor      : Rifki Amelia F, M. Amin Amsyah

Grafis      : Hero Oka

Tags : doyouknow, film, review, jurnalisme, review film,
"Nightcrawler": Tak Semua yang Kamu Lihat Itu Benar | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png