Do You Know, Kamis, 29/01/2015 00:00 WIB

Kreatif ‘Jual’ Diri dengan Video CV

Hari gini, kamu bisa lho bikin CV tanpa harus dalam bentuk kertas. Bikin video CV, kenapa tidak?
Kreatif ‘Jual’ Diri dengan Video CV
Video CV adalah salah satu cara nontradisional yang bisa kamu tempuh untuk ‘menjual’ diri di hadapan perekrut dari perusahaan tujuanmu. Sparkhire.com, sebuah situs karir di luar negeri, melansir bahwa resume dalam bentuk video muncul semenjak tahun 1980-an.  Penggunaannya semakin berkembang di tahun 2000-an dengan dukungan teknologi webcam dan situs video-sharing seperti YouTube.

Perlu diingat bahwa dengan membuat video CV, bukan berarti kamu terjamin akan diterima di perusahaan yang bersangkutan. Semua tergantung dari apa yang kamu tampilkan dalam resume videomu. Hmm, kira-kira apa saja ya? Berikut ini tips dan juga trik yang Careernews sarikan dari Mashable.com, Jobsearch.com, serta hasil wawancara dengan Rudi Widiyanto, M. Psi, Psikolog, People Development Manager ECC UGM.


It's best for IT creative!

Menurut Rudi, panggilan akrabnya, dibanding dengan yang ditulis di atas lembaran kertas, CV dalam bentuk video masih belum populer. “CV dalam bentuk video itu jarang. Kalaupun ada, itu sangat applicable untuk teman-teman yang bergerak di dunia IT kreatif,” jelasnya. 

Di dunia IT kreatif, menuliskan segala prestasi dan potensi hanya di atas lembaran kertas tidaklah cukup untuk meyakinkan perekrut bahwa kamu adalah orang yang tepat bagi perusahaan. Dibutuhkan usaha yang lebih, seperti pernyataan Rudi berikut, “Misalnya (membuat CV, –red) dalam bentuk website, atau CV dalam bentuk tiga dimensi seperti boneka atau semacamnya. Bisa juga dalam bentuk video. Untuk industri IT kreatif, itu (video CV, –red) memungkinkan. Tetapi kalau di luar IT kreatif, effort-nya malah terlalu besar.”

Lalu, boleh enggak sih bikin  CV berbentuk video jika, misalnya, kamu melamar di posisi accounting? “Boleh sih, tapi effort-nya jauh lebih gede. Mungkin bisa jadi nilai plus. Tapi jika itu tidak terpakai atau tidak ada hubungannya, ya sama saja, buat apa. (Perekrut, –red)  tertarik, mungkin. Tapi, untuk di-hire, kemungkinan besar belum sampai ke sana. So, it's best for the IT creative,” terang Rudi. 

Ia juga menekankan, apabila kamu memang berminat untuk terjun di industri kreatif, buatlah resume yang tidak biasa.“Tidak hanya selembar kertas,” pesannya. 


How to create one?

Jika kamu tertarik untuk membuat CV dalam bentuk video, beberapa poin berikut ini mungkin bisa membantumu:


1. Durasi

Ketika hendak membuat video CV, perhatikan durasinya. “Tujuh menit adalah durasi paling maksimal. Tapi, kalau bisa buatlah menjadi 3-5 menit, itu normalnya,” ujar Rudi. Ingatlah bahwa perekrut adalah orang yang sibuk. Masih banyak lamaran kerja yang harus diseleksi sedangkan waktu yang mereka miliki sangat terbatas. 

Jadi, buatlah video CV yang singkat tetapi bernas sehingga perekrut punya gambaran lebih jauh mengenai dirimu di luar apa yang sudah tertulis di lembaran CV. Bahkan kamu boleh membuat outline untuk membantu mengingat poin apa saja yang akan kamu sampaikan dalam video. “Harus mudah dilihat di berbagai macam device. Kualitasnya pun harus sudah dipastikan oke, baik dari audio maupun piksel warna grafisnya,” imbuh Rudi.


2. Show, don't tell!

Karena durasinya terbatas, yaitu dalam 3-5 menit, maka kamu harus menonjolkan satu hal. “Harus satu tema, apa yang mau diangkat. Misalnya yang mau diangkat soal keahlian, maka dalam video itu, dia menunjukkan bagaimana membuat sesuatu. Misalnya desain gambar atau sketsa dan dipercepat dalam waktu 3 menit. Atau misalnya pernah dapat penghargaan atau jadi pembicara, tempel saja foto-fotonya, jadi videonya berisi kumpulan foto achievement-nya. Tapi, temanya harus jelas. Apa yang mau ‘dijual’, itu yang harus paling kuat (ditampilkan, –red),” paparnya. 

Rudi juga mengingatkan agar selalu mencantumkan hak cipta apabila menggunakan backsound atau gambar yang bukan hasil karyamu sendiri. “Karena IT kreatif itu sangat bersinggungan dengan copyright seseorang. Kalau dalam CV-nya saja dia menggunakan karya orang lain dan tidak mengakuinya, berbahaya,” tegasnya.


3. What's next?

“Kalau yang melihat tertarik, apa yang harus dilakukan? Nah, itu harus ada di belakang, harus ada kata kuncinya. Misalnya, ‘jika anda membutuhkan desainer, silakan hubungi kontak berikut’, entah itu nomor telepon, WhatsApp, BBM, atau email,” pungkas Rudi. 

Tak lupa, jangan sungkan untuk menunjukkan videomu kepada orang yang kamu percaya bisa memberi masukan atau membantu mengoreksi video CV-mu. 

Sudah punya bayangan mau buat video CV seperti apa? Atau kamu punya info lain seputar video CV? Share di kolom komentar, yuk! And we wish you the best of luck! [CN]



Penulis    : Elyzabeth Winda

Editor      : Rifki Amelia F, M. Amin Amsyah

Grafis      : Hero Oka

Tags : tips CV, career video tips, self promotion,
Kreatif ‘Jual’ Diri dengan Video CV | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png