Do You Know, Rabu, 24/12/2014 08:30 WIB

Kebiasaan yang Dianggap Negatif Ini Justru Baik Buat Kamu Lakukan!

Beberapa kebiasaan ini kadang dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Namun siapa sangka, hal tersebut memiliki dampak yang baik buat kamu.
Kebiasaan yang Dianggap Negatif Ini Justru Baik Buat Kamu Lakukan!
Hal yang dianggap negatif ternyata tak melulu buruk bagi kita.
Berikut ada beberapa hal yang dianggap negatif tetapi malah berguna bagi diri kita. Apa saja perilaku tersebut? Tilik pemaparannya yang disarikan langsung dari lifehack.org dan sebuah buku berjudul The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking.


1. Kemarahan
Marah seringkali dihindari beberapa orang untuk mengungkapkan emosinya. Namun dengan marah, justru malah kita bisa merasa lega. Kemarahan yang diekspresikan dengan cara yang sehat dapat menimbulkan energi dan perubahan baik dalam hidup. Energi yang dihasilkan karena kemarahan ini membantu kita melepaskan diri dari perasaan kurangnya penghargaan pada diri sendiri yang menyebabkan penderitaan.

Jadi kita harus belajar bagaimana mengolah kemarahan menjadi sesuatu hal yang positif. Marah dengan cara positif akan membuat perubahan baik dalam hidup. Kemarahan akan menjadi hal buruk dalam hidup ketika tidak mampu diungkapkan, contohnya depresi. Ingat, marah itu harus mempunyai alasan dan alasannya pun hanya sebagai pelindung atau pembebasan sesuatu hal yang tidak baik.

2. Rasa kehilangan
Kita akan merasa tersesat saat tidak dapat meraih tujuan yang telah diimpikan sebelumnya. Saat tersesat, kita akan merasa begitu bersedih dan memberi perhatian lebih pada keadaan itu. Salah satu contoh simpelnya adalah saat tersesat di jalan. Di balik pencarian jalan yang benar, kita akan menemukan pengalaman indah yang memberi hikmah.

Sama halnya seperti hidup, jangan mengkhawatirkan tentang sebuah perjalanan. Kadang kita akan tersesat dan jatuh tersungkur. Namun tanpa itu semua, kita tidak akan menemukan keistimewaan kita sendiri. Kita akan menemukan bakat kita dan juga menemukan teman-teman dengan cara yang tak terduga.

Bisa jadi itu semua akan menjadi titik awal untuk menemukan jalan terbaikmu, dan juga memberi kesempatan orang-orang di sekitarmu untuk memberi masukan. Sering kali masukan tersebut tidak akan disampaikan jika kamu masih berada pada jalur yang 'benar'.

Karena............saat kamu tersesat, bukan berarti kamu akan tersesat selamanya.

3. Menangis
Menangis, sama halnya seperti marah, adalah respons emosional yang sehat untuk beberapa keadaan tertentu. Meskipun beberapa orang akan menangis sepanjang waktu, tetap hargai mereka karena pasti ada alasan kenapa mereka menangis. Seseorang dapat menangis karena berada pada kondisi kehilangan atau pun suka cita. Ketika mereka menangis, itu akan membantu melepaskan kegalauan jiwa.

Menangis juga dapat menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sekitar. Jika kita turut merasakan, peduli dan juga terpengaruh akan kondisi sekitar, orang lain akan mengetahuinya. Jadi menangis tidak selalu bicara tentang kita sendiri, tetapi juga mengirimkan sinyal kepada orang lain bahwa kita terbuka dan peduli terhadap mereka. Hal ini tentunya juga akan menarik pertemanan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tidak pernah menangis untuk alasan apa pun.

4. Menyendiri
Menyendiri tidak selalu dinilai sebagai tindakan yang negatif. Kadang kala kita perlu untuk tidak terlibat terlalu dalam di beberapa kegiatan sosial. Seseorang yang memilih untuk menyendiri tentunya memiliki alasan sendiri untuk kondisi tertentu. Seperti halnya artis-artis dunia, penulis, dan peneliti dapat menemukan kembali inspirasi dan kreativitasnya dalam kesendirian. Kadang kala kita butuh waktu untuk mematikan pengaruh lingkungan dan menjadi diri sendiri.

Jika kamu merasa butuh waktu untuk menyendiri, percaya dan hormati hal tersebut. Kadang berjalan sendirian di taman atau melakukan liburan sendirian dapat meningkatkan refleksi diri yang memperbaharui semangat untuk mencapai tujuan hidup. Jadi, untuk beberapa situasi, menyendiri adalah hal paling menyehatkan yang dapat kamu lakukan.

Hal yang hampir senada diungkaplan dalam sebuah buku berjudul The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking karangan Susan Cain. Buku tersebut dilandasi dari pengalaman pribadi Cain yang belajar langsung dari kakeknya yang juga seorang introvert. Padahal, kakeknya adalah seorang pendeta terkenal yang telah berkiprah lebih dari 50 tahun dan telah berpidato di hadapan jutaan umat.

Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa menjadi introvert bukanlah sebuah kesalahan. Introvert akan lebih bisa berkonsentrasi dan bernegosiasi dengan sekitarnya dalam keadaan sepi. Jangan pernah paksa mereka untuk bisa menjadi ekstrovert seperti kebanyakan orang. Biarkan mereka asyik dengan dunianya. Kamu pun perlu mendukungnya dengan mencoba mencarikan teman bicara yang cocok untuknya.

Lebih lanjut, Cain menjelaskan bahwa kehidupan kita pada dasarnya terbentuk oleh kepribadian sebagaimana halnya jenis kelamin atau ras. Satu aspek kepribadian yang paling penting adalah tempat kita di spektrum introvert-ekstrovert. Pada zaman sekarang, tempat tersebut memengaruhi kita dalam memilih teman dan rekan, bagaimana kita berbincang-bincang, menyelesaikan perselisihan, dan menunjukkan kasih sayang. Tempat tersebut memengaruhi karir yang kita pilih dan apakah kita akan berhasil atau tidak.

5. Tidak mendengarkan
Tidak mau mendengarkan orang lain kadang dinilai sebagai antisosial atau sebagai perilaku yang mementingkan diri sendiri. Namun, kadang kala kamu membutuhkan intuisimu sendiri dan bebas menentukan sikap sesuai panggilan hati. Percayalah pada diri sendiri dan pahami bahwa ada beberapa alasan yang cukup kuat untuk tidak mendengarkan semua saran yang datang kepadamu.

Tidak mendengarkan juga terkadang dianggap sebagai sikap yang menunjukkan kurangnya kearifan pada dirimu. Seperti yang telah kita ketahui, orang-orang yang mau mendengarkan pendapat orang lain dan bagaimana mereka menjadi nakhoda kapal, memiliki kekuatan yang kuat untuk menentukan arah.

Jika hatimu berkata untuk meneruskan perjalanan, teruskanlah!

6. Melanggar aturan
Peraturan dibuat oleh manusia dan tidak ada manusia yang sempurna. Percayailah kemampuan hatimu untuk memutuskan aturan mana yang membuatmu tumbuh menjadi lebih baik.

Kebanyakan inovasi di bidang seni, ilmu, dan sosial tercipta karena seseorang berhenti mematuhi aturan yang mereka buat dan keberanian untuk mengubah ketidakadilan akibat aturan tersebut. Beberapa contoh penentang aturan di dunia itu adalah Rosa Parks, Mahatma Gandhi, John Lennon, dan Martin Luther King Jr. Jangan takut untuk jadi seperti mereka! 

7. Berbeda
Jadi orang yang berbeda akan menyakitimu dan membuatmu canggung, apalagi jika ini terjadi di masa remaja. Namun ketahuilah bahwa ini berarti kamu adalah seorang pencetus inovasi dan kamu memiliki sesuatu untuk ditawarkan di luar norma yang berlaku.  

Ketika kita merasa nyaman pada suatu komunitas, biasanya itu karena adanya kesamaan pikiran, perasaan, dan semua imajinasi dengan komunitas tersebut. Melangkah di luar kebiasaan orang lain dapat membawa kita ke tempat yang tidak nyaman. Namun hal ini merupakan lahan subur untuk ide ide baru serta pemikiran baru yang melahirkan inovasi.

Satu hal yang harus kamu tahu, inovasimu dapat membuat jalur baru yang akhirnya mungkin saja diikuti orang lain. Mungkin seperti kata sebuah iklan, karena bersama, tak selalu sama. [CN]


Penulis           : Elyana Septi H
Editor             : Vinia Rizqi, Rifki Amelia
Grafis             : Tongki A.W
Tags : sikap negatif yang baik, sikap negatif manusia, tips menjadi manusia yang baik
Kebiasaan yang Dianggap Negatif Ini Justru Baik Buat Kamu Lakukan! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png