Do You Know, Kamis, 18/12/2014 15:00 WIB

8 Profesi Ini Bebas Berkeliaran di ASEAN

Tahun 2015 sudah di depan mata. Artinya, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 pun akan segera dijalankan. Siap-siap berebut peluang kerja!
8 Profesi Ini Bebas Berkeliaran di ASEAN
Berdasarkan informasi yang dilansir surat kabar harian Kompas, (28/11), MEA 2015 akan membuka pasar tenaga kerja untuk profesi insinyur, arsitek, perawat, tenaga survei, tenaga pariwisata, praktisi medis, dokter gigi, dan akuntan. MEA 2015 nanti direncanakan hanya membuka delapan profesi di atas secara bebas. Lantas. kualifikasi seperti apa yang diperlukan dalam memenuhi standar ASEAN?

Delapan profesi yang terkena kebijakan pasar bebas tersebut telah tertuang dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA). MRA masing-masing profesi telah menetapkan standar dan kompetensi yang diperlukan di kancah ASEAN. Nantinya, Indonesia bisa menerima tenaga kerja dari ASEAN untuk profesi-profesi di atas, begitu juga sebaliknya.


Tidak terpengaruh kultur

Sri Muliati Abdullah, M.A., Senior Assessor ECC UGM mengatakan, delapan profesi tersebut adalah profesi yang cenderung bebas dari pengaruh kebudayaan masing-masing negara. “Seperti praktisi medis, perlakuan terhadap pasien tentu sama saja di seluruh negara. Begitu pula akuntan, cara menghitung di semua negara kan sama saja,” jelas Lia. 


Ia melanjutkan, profesi lain tidak termasuk dalam daftar profesi di atas, kemungkinan dikarenakan masih memiliki kaitan sangat erat dengan budaya dan kekhasan negara masing-masing. “Misalnya profesi di bidang hukum. Aturan hukum di masing-masing negara berbeda. Itu pun dibuat dengan mempertimbangkan kejadian yang sudah berlalu. Akan sulit jika seorang praktisi hukum harus mempelajari lagi dari awal hukum yang berlaku di negara lain,” papar Lia. 


Tidak semua profesi memiliki aturan yang berlaku secara universal. Adakalanya kultur yang berlaku di suatu negara sangat mempengaruhi profesi tersebut. Sehingga dengan pertimbangan tersebut, hanya 8 profesi yang sementara ini dibuka kesempatan di MEA 2015 nanti. “Saya kira, pertimbangannya memang demikian,” tutur Lia. 


Kualifikasi profesi

Meskipun pasar tenaga kerja ASEAN hanya dibuka untuk delapan profesi saja tetapi cukup membuat orang bertanya-tanya, apakah kandidat harus berasal dari background pendidikan yang sama dengan profesi yang diincar. Lia menjelaskan bahwa hal ini tergantung pada masing-masing perusahaan yang dituju, bagaimana mereka menentukan kualifikasi kandidat yang dibutuhkan. “Kompetensi sampai dengan level apa yang dibutuhkan, apakah harus memiliki latar belakang pendidikan yang sama, itu kebijakan masing-masing perusahaan,” lanjut Lia.

 
Menurut Lia, ada kalanya perusahaan tidak memerlukan kandidat dengan kompetensi sempurna. Karena nantinya kompetensi akan ditingkatkan sesuai dengan kekhasan perusahaan. “Jadi perusahaan yang seperti ini akan mencari kandidat yang istilahnya belum sepenuhnya ‘jadi’,” ujarnya.


MEA sendiri tidak menentukan porsi tertentu terkait pengetahuan, keahlian, dan lain sebagainya dari kandidat. Ukuran diterima atau tidaknya kandidat berdasarkan pada kualifikasi profesi dan standar kualifikasi minimum yang harus dipenuhi. Penentuannya diserahkan kepada masing-masing perusahaan.


Bagaimana dengan porsi jumlah pekerja domestik dan mancanegara? Mengenai hal ini, kebijakan akan dipengaruhi oleh otonomi perusahaan dan negara masing-masing. “Boleh jadi ada aturan tertentu yang ditetapkan, fungsinya untuk melindungi tenaga kerja dalam negeri agar tidak minim lapangan pekerjaan,” jelas Lia.


Bukan hambatan dalam berkarir

MEA 2015, menurut Lia, mengambarkan ruang gerak yang lebih luas bagi pencari kerja. Lingkupnya tidak hanya terbatas di dalam negeri saja tetapi bisa menjangkau seluruh ASEAN. “Menurut saya, pengaruhnya ya ada di bagian keluasan dalam mendapatkan pekerjaan,” tukasnya.


Sedangkan untuk profesi selain yang termasuk dalam daftar delapan profesi di atas, memang memiliki ruang yang lebih sempit karena peluangnya hanya di dalam negeri saja. Meski demikian, Lia yakin akan selalu ada monitoring untuk ke depannya. “MEA 2015 ini kan percobaan pertama, jadi nantinya pasti masih akan ada perbaikan dan perubahan,” lanjut Lia. Artinya, kebijakan MEA bukan lantas keputusan final yang berlaku selamanya. Kebijakan yang berlaku memungkinkan adanya penyusunan  ulang kebijakan.  


Lia berpesan bahwa MEA 2015 bukanlah menjadi penghambat dalam mencari pekerjaan, khususnya bagi profesi yang tidak termasuk dalam daftar.  “Saya rasa semua profesi bisa memiliki kesempatan bekerja di luar negeri, asalkan punya keahlian yang bisa digunakan dan dibutuhkan di negara lain,” pungkas Lia. Artinya, kamu perlu punya keahlian khusus yang dapat menembus karir di mancanegara.  


Nah, sudah siapkah kamu bersaing? [CN]


Penulis    : Ratih Wilda O.

Editor      : Vinia Rizqi, Rifki Amelia

Grafis      : Tongki A.W.



Tags : asean community 2015, profesi idaman jobseeker, keahlian yang dibutuhkan perusahaan,
8 Profesi Ini Bebas Berkeliaran di ASEAN | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png