Do You Know, Jumat, 12/12/2014 00:00 WIB

Membacalah! Dan Kamu Akan Menjadi Bagian Dari Peradaban

Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya. Maka pastilah bangsa itu akan musnah.” _Milan Kundera
Membacalah! Dan Kamu Akan Menjadi Bagian Dari Peradaban
Milan Kundera, seorang penulis kenamaan asal Ceko, pernah mengungkap: “Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya. Maka pastilah bangsa itu akan musnah.”
Begitu pentingnya peran buku sebagai sumber ilmu, hingga Bung Hatta pun berujar rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku, Hatta merasa bebas. Begitu berharganya sebuah buku baginya, hingga Hatta pun meminang istrinya dengan mahar berupa buku karyanya yang berjudul “Alam Pikiran Yunani”.

Bung Hatta dan tokoh-tokoh besar lainnya adalah para kutu buku kelas berat. Isaac Newton, Albert Einstein, John F. Kennedy, dan Bill Gates biasa banyak membaca buku dari tokoh-tokoh besar lintas zaman seperti Nicolaus Copernicus, Galileo Galilei, Rene Descartes, hingga J.J. Rousseau, dan Karl Marx.

Beberapa tokoh bahkan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam membaca cepat. Situs rushessay.com menyebutkan bahwa Napoleon Bonaparte mampu membaca 2.000 kata per menit. Bahkan Thomas Alva Edison dapat membaca 2-3 baris kalimat secara bersamaan dan mengingat seluruh teks dalam sebuah halaman buku.

Dengan banyaknya ilmu yang mereka serap, tak heran mereka mampu melakukan sesuatu yang luar biasa. Mulai dari penemuan penting hingga kebijakan politik. Semua berawal dari gemar membaca.


Lalu bagaimana dengan minat baca rata-rata di masyarakat saat ini?

Minat baca terkikis

Meski tingkat melek huruf di Indonesia sudah tinggi, bukan berarti hal ini sebanding dengan minat baca masyarakat. Kabar buruknya, seperti dilansir okezone.com, minat baca di Indonesia masih ada pada rasio satu banding seribu yang berarti hanya ada satu orang membaca buku di setiap seribu orang.

Budayawan Taufiq Ismail, seperti dikutip dari republika.co.id, bahkan menyebutkan bahwa anak Indonesia hanya membaca satu buku setiap tahun. Hal ini berbeda jauh dengan aktivitas baca di negara lain, misalnya Rusia, di mana satu orang siswa membaca minimal 14 buku setiap tahun. Selain itu, data Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) juga menunjukkan fakta pahit perbandingan jumlah dan akses buku, di mana satu buku di Indonesia dibaca 3-4 orang.

Padahal, tak cuma menambah pengetahuan, membaca buku juga punya banyak manfaat untuk tubuh dan otak. Seperti disarikan dari readersdigest.co.id, membaca bermanfaat memberikan kekuatan bagi memori, membuat latihan fisik bertahan lebih lama, menjaga keremajaan otak, menghilangkan stres, dan meningkatkan kosakata.

Membaca juga mampu menghindarkanmu dari penyakit yang menyerang otak, seperti alzheimer. Dengan membaca, otak akan dirangsang untuk terus aktif. Manfaat yang kamu dapat dari membaca pun setara dengan meditasi seperti yoga.

Ternyata banyak sekali manfaat dan keuntungan membaca buku, kan? Sudahkah kamu baca buku hari ini? Bersiaplah jadi tokoh besar berikutnya! [CN]



Penulis       : Rifki Amelia
Editor         : Vinia Rizqi
Grafis         : Tongki A.W

Tags : minat baca indonesia, hari buku nasional, gerakan baca buku indonesia, minat baca buku
Membacalah! Dan Kamu Akan Menjadi Bagian Dari Peradaban | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png