Office Hour, Kamis, 18/06/2015 11:27 WIB

Agnes Amelia: Terbuka dan Menghargai Perbedaan dengan Menjadi Branding Advisor

Ingin ikut berkontribusi mengubah dunia yang lebih baik melatarbelakangi Agnes Amelia terjun ke dunia public relation dan branding advisor. Itulah jawaban Agnes mengenai alasan menekuni profesi sebagai strategic branding advisor
Agnes Amelia: Terbuka dan Menghargai Perbedaan dengan Menjadi Branding Advisor
Ketika berbicara mengenai public relation, yang terlintas di benak masyarakat adalah mengatur image dan reputasi perusahaan sesuai dengan keinginannya di mata publik. Sedangkan branding advisor merupakan profesi yang memberikan saran kepada  perusahaan, supaya tampil lebih attractive dengan tetap menampilkan pesan yang jujur adanya. 

Kedua profesi tersebut saling berkaitan dalam bidang komunikasi.“Ketika kita berbicara mengenai employer branding advisor, tugasnya membantu para perusahaan untuk tampil lebih menarik sebagai tempat bekerja yang ideal,” ungkap Agnes. 

Hal tersebut mampu membantu perusahaan untuk mendapatkan kandidat pekerja yang ideal. “Ideal yang dimaksud adalah ketika seseorang yang sesuai dengan kriteria perusahaan bekerja sungguh-sungguh dengan performa terbaiknya,” tambah lulusan London School of Public Relations ini.


Langsung jatuh hati

Agnes mulai mengenal dunia employer branding sejak tahun 2013. Di tahun yang sama, ia menjadi konsultan employer branding global di lembaga internasional yang hingga kini menjadi tempatnya bekerja,  Universum Global. “Saya tertarik untuk berkarir di Universum Global karena mereka yang pertama mengenalkan saya dengan dunia employer branding. Saat itu juga, saya langsung fall in love with employer branding,” ungkapnya. Selama bekerja, Agnes mengaku menemukan value, passion, dan purpose di perjalanan karirnya.

Universum Global sendiri merupakan lembaga penelitian dan konsultan perusahaan yang  berbasis di Eropa, Amerika, dan Asia. Universum Global ingin memberikan kontribusi guna perbaikan kehidupan di dunia. Telah lebih dari satu miliar responden menyebar di lebih dari 50 negara selama 2015. “Don’t you think this is cool, when you work with the largest millennial survey in the world,”  ungkap perempuan yang terinspirasi Steve Jobs dalam berkarir.  

Agnes pun menambahkan, hal menarik ketika menekuni bidang branding advisor di Universum Global adalah menjadi lebih terbuka dan menghargai adanya berbagai perbedaan. Perempuan berprinsip ‘always do what I love and I love what I’m doing’ ini menambahkan, perbedaan adalah suatu hal yang wajar dan diperlukan untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Dengan memahami berbagai budaya, nilai toleransi pun meningkat.


Kontribusi melalui pekerjaan

Sebelum bekerja di Universum Global, Agnes juga menjadi dosen hingga wakil dekan di London School of Public Relations. Pada saat itu, ia menemui banyak cerita dari muridnya terkait kebingungan dan kekhawatiran akan dunia kerja. Tak hanya itu, banyak juga yang bercerita mengenai masalah pekerjaan, seperti ketidaksesuaian pekerjaan dengan passion dan personality

Dalam hal ini, Agnes menceritakan, profesi strategic branding advisor mampu memberikan pengaruh bagi dunia, khususnya Indonesia yang lebih baik, di mana strategic branding advisor mampu membantu para jobseeker maupun karyawan dalam memeroleh pekerjaan yang sesuai dengan passion dan personality. Sebaliknya, perusahaan pun akan terbantu karena mendapat sumber daya manusia yang berkualitas. 

“Jika mereka (karyawan, -red) dapat bekerja sesuai dengan passion dan bekerja di perusahaan yang sesuai dengan value mereka, mereka akan jadi lebih produktif. Hidup pun jadi lebih bernilai,” ujar Agnes yang menyukai menulis dan olahraga. Perusahaan pun akan berkembang karena memiliki SDM yang baik.


Perlu bekal

Menekuni bidang public relation dan branding advisor tidaklah semudah yang dibayangkan. Terlebih, Agnes bekerja di lembaga internasional dan menghadapi beragam budaya. Banyak tantangan yang harus dihadapinya. “Tidak semua orang yang bekerja di lingkungan multikultural itu memiliki nilai toleransi tinggi, beberapa dari mereka juga suka complain dalam menjalankan pekerjaan,” jabar Agnes. Meski demikian, Agnes lebih memilih mendengarkan keluhan mereka, bertanya mengapa mereka mengeluh, memahami mereka terlebih dahulu, dan setelahnya baru mengarahkan. 

Ingin menekuni profesi serupa? Menurut Agnes, syarat pertama adalah harus memiliki passion dalam komunikasi. Selain itu, softskill seperti kemampuan berbicara dan menulis juga harus dimiliki. Agnes menyebutnya sebagai the art of communication. “Ada banyak hal yang perlu juga dimiliki, seperti responsibility, integrity, honesty, professionalism, work ethics, team work, persistence, discipline, empathy, willing to help and willing to contribute, willing to take a responsibility and admit it when you do something wrong.  Satu hal yang juga penting, working the extra miles,” tutur Agnes. 

Agnes berbagi tips bagi mahasiswa yang ingin berkarir di ranah internasional. Pertama, cari tahu apa yang kamu inginkan, pahami softskill dan hardskill yang dibutuhkan. Cari pengalaman yang mendukung untuk mengisi karir serta bekali dengan work ethics. “Berani mencoba dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dalam kemampuan intelektual maupun personality,” terang Agnes. 

Membangun jaringan juga harus dimulai sejak kuliah. Kamu bisa mulai dengan ikut dalam organisasi internasional di bidang kepemudaan. Perusahaan tak hanya melihat indeks prestasi mahasiswa saja, tetapi juga dari pengalaman organisasi. Mahasiswa juga harus membangun personal branding, bukan hanya sekadar ucapan melainkan juga ada aksi nyata. Tunjukkan seperti apa dirimu.

Dalam pandangan Agnes, masih banyak yang perlu disiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi kompetisi dunia kerja, termasuk bersaing di tingkat global. Tak melulu masalah hardskill dan softskill, melainkan juga kemampuan manajemen, leadership, dan bahasa asing. Bagi Agnes, gap antara dunia industri dan pendidikan memang jauh. “Kecepatan dunia pendidikan tak pernah secepat dunia industri. Apalagi Indonesia sebagai negara emerging market, kecepatannya luar biasa. Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, kebutuhan SDM juga harus cepat,” terang Agnes. 

Ia pun berharap, mereka yang sudah bekerja pun perlu membantu dengan memperkenalkan perusahaan melalui workshop-workshop. Jadi informasi bisa lebih terbuka tentang bagaimana kerja di perusahaan dan apa yang harus dilakukan dalam sebuah pekerjaan. “Seharusnya mahasiswa sejak tingkat satu sudah dibekali hal-hal seperti itu jadi proaktif untuk siap lebih awal,” tegas Agnes.

Agnes sudah punya motivasi yang besar untuk menciptakan dunia yang lebih baik melalui pekerjaannya. Bagaimana denganmu? [CN]



Penulis    : Vindiasari Yunizha S.P.

Editor      : Rifki Amelia F.

Tags : my job, public relations, branding advisor, karir internasional,
Agnes Amelia: Terbuka dan Menghargai Perbedaan dengan Menjadi Branding Advisor | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png