Office Hour, Kamis, 11/06/2015 00:35 WIB

Asteria Agusti Rani: Rangkul Karyawan Ibarat Jadi Pengurus OSIS

Seiring berkembangnya zaman, emansipasi perempuan pun terus mengalami perkembangan. Bukan hal tabu lagi jika saat ini perempuan juga bisa berada di lingkungan yang rata-rata karyawannya adalah laki-laki. 
Asteria Agusti Rani: Rangkul Karyawan Ibarat Jadi Pengurus OSIS
Seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh Asteria Agusti Rani sebagai communication specialist di salah satu perusahaan game terkemuka, yaitu Gameloft. Rani, panggilan akrabnya, bekerja di Gameloft sejak sejak 31 Januari 2012 lalu. 

Ia pertama kali bekerja di Gameloft sebagai submission specialist yang bertugas di packaging game sesuai dengan permintaan client. Setelah hampir tiga tahun bekerja, perempuan asal Jember ini melakukan mutasi divisi yaitu ke bagian communication specialist. “Berhubung saat itu ada lowongan untuk communication specialist, saya menantang diri saya sendiri untuk mencobanya. Dan akhirnya saya diterima di bagian ini,” jelasnya. 

Ia menuturkan, pekerjaan yang dilakukan divisinya ini bisa dibilang gampang-gampang susah. “Kami bekerja untuk internal maupun eksternal kantor. Pekerjaan kami hampir mirip event organizer yaitu mengadakan kegiatan untuk karyawan, contohnya gathering karyawan, juga untuk pihak eksternal seperti menulis artikel yang dimuat di blog Gameloft Asia Tenggara ataupun sosialisasi di universitas,” tutur alumnus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jurusan Pendidikan Matematika ini.


Ibaratnya, saya ini adalah pengurus OSIS 

Latar belakang pendidikan dan pekerjaan perempuan kelahiran 1 Agustus 1985 ini memang tidak sesuai. Hal itu dikarenakan Rani ingin mempelajari hal-hal baru di lingkungan yang baru. Selain itu, ia memang menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan hubungan masyarakat. “Sebelum bekerja di sini, pekerjaan saya sangat sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Saya dulu memberi les privat ke adik-adik SMP dan SMA, saya juga sempat menjadi MC untuk acara-acara. Tetapi itu kan kerjaan sampingan semua hitungannya, jadi ya saya cari pekerjaan yang punya tantangan lebih untuk saya,” ucapnya. 

Awal mulanya, Rani mengenal Gameloft dari seorang temannya yang bekerja di Gameloft. Kebetulan pula, Gameloft sedang membuka lowongan pekerjaan  dan Rani pun menantang diri sendiri untuk berani mendaftar. 

Bekerja di perusahaan internasional seperti yang dilakukan Rani memang tidak mudah, apalagi jika harus bekerja secara remote dengan karyawan lain yang berada di luar negeri. Rani menceritakan bahwa ia bekerja seorang diri di bagian communication specialist. “Pusat communication specialist ini ada di Vietnam, jadi manajer saya ada di sana. Berbeda dengan di Indonesia, communication specialist di Vietnam ada 7 orang, sedangkan saya di sini sendiri. Jadi saya selalu membutuhkan bantuan teman-teman yang lain untuk membantu menyelengarakan event-event,” ungkapnya. 

Menurut Rani, karena dia harus membentuk teamwork dari karyawan Gameloft, kemampuan komunikasi yang baik dengan teman-teman sekantor sangat diperlukan. “Aku selalu meminta bantuan ke karyawan-karyawan di sini untuk mengurus event-event internal maupun eksternal Gameloft. Kalau diibaratkan dengan anak SMA, kami seperti OSIS. Kami harus merangkul seluruh karyawan untuk event-event itu,” jelasnya. 


Perempuan juga bisa bekerja dengan baik

Saat ditanya bagaimana rasanya bekerja di lingkungan kerja yang 90 persen diisi laki-laki, perempuan yang suka pelajaran bahasa Inggris ini mengaku menemui suka maupun duka. “Dulu saya berpikir bakalan susah bekerja dengan lingkungan seperti ini karena komunikasi cewek dan cowok kan berbeda. Mereka berpikir dengan logika, selalu to the point. Tetapi setelah beberapa kali bekerja bareng, saya pikir ada positifnya juga karena mereka lebih terbuka untuk menyampaikan ide-idenya,” tuturnya. 

Perempuan yang dahulu pernah bercita-cita menjadi guru ini berpesan untuk jangan takut bekerja di lingkungan kerja yang kebanyakan diisi laki-laki. “Menurutku kita (perempuan, -red) malah bisa semakin terlihat dan kita harus dengan percaya diri mengimbangi laki-laki dan membuktikan bahwa perempuan itu juga bisa bagus kerjanya,” tuturnya. 

Sebelum mengakhiri perbincangan, perempuan yang hampir berusia 30 tahun ini, memberikan saran untuk mahasiswa yang ingin bekerja di perusahaan internasional seperti dirinya. “Dari sekarang diasah skill-nya, ilmu yang dipelajari dipraktikkan dan jangan hebat di teori saja. Lalu kembangkan kreativitas, karena industri atau perusahaan-perusahaan itu akan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Dan satu lagi, jangan katakan ‘tidak’ untuk belajar hal-hal yang baru serta jangan takut untuk mendapat tekanan yang tinggi dalam pekerjaan,” ucapnya. 

Bagaimana, apakah kamu siap menerima tantangan baru di dunia kerja? Apakah kamu siap dengan inovasi-inovasi baru? Jika kamu sudah siap, maju terus pantang mundur dan jangan takut dengan tekanan yang ada dalam suatu proses meraih kesuksesan.  Selamat berkarya! [CN]



Penulis    : Betty Isnawati

Editor      : Rifki Amelia F.

Foto        : Riska Hasnawaty

Tags : gameloft, industri game, communication specialist, karir beda dengan jurusan,
Asteria Agusti Rani: Rangkul Karyawan Ibarat Jadi Pengurus OSIS | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png