Enterpreunership, Selasa, 09/09/2014 11:00 WIB

Arie Setya Yudha: Awalnya Iseng, Lama-lama Seneng, Lalu Raup Untung!

Laki-laki ini mendadak sering menjadi topik hangat di berbagai media massa. Bagaimana tidak, usaha yang dilakoninya maju pesat hingga beromzet ratusan juta rupiah per bulan. Dialah Arie Setya Yudha.
Arie Setya Yudha: Awalnya Iseng, Lama-lama Seneng, Lalu Raup Untung!

Nuansa maskulin demikian terasa saat memasuki kantor Molay Military Uniform Division di daerah Condong Catur, Yogyakarta. Tak pelak, kesan ‘militer’ sangat kentara dari desain ruang yang ditampilkan. Di dinding, terpajang berbagai pigura yang menandakan kesuksesan bisnis yang telah dirintis sejak tahun 2009 ini.

Arie, sapaan akrabnya, adalah sosok di balik kesuksesan Molay Military Uniform Division. Laki-laki yang masih berstatus sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM angkatan 2008 ini mengaku tak menyangka bisnisnya akan sedemikian sukses. “Awalnya memang enggak menyangka kalau akan sebesar ini,” ujarnya.


Kesuksesan yang diraih Arie memang luar biasa. Bahkan saat ini salah satu desainnya tengah dipresentasikan di hadapan Kapolri untuk menjadi seragam resmi Brimob. “Kalau berhasil, akan jadi seragam Brimob se-Indonesia,” jelasnya.


Berangkat dari hobi, tak menyangka akan sukses

Bisnis seragam militer ini dimulai oleh Arie pada bulan November tahun 2009. Saat itu, ia tengah menempuh perkuliahan sebagai mahasiswa semester tiga. Kala itu, Arie mengatakan dirinya sangat menggemari permainan airsoft. “Waktu itu sedang ‘panas-panasnya’ main airsoft,” kisah Arie.


Akan tetapi, ia sedikit prihatin dengan kondisi dan kualitas seragam airsoft di pasaran yang tidak cukup baik. Mulailah terpikir untuk merintis bisnis seragam airsoft yang mengedepankan kualitas. “Simpel saja, karena saya suka main airsoft, tapi uang saku dari rumah tidak mencukupi, jadi memulai bisnis juga karena ingin uang saku tambahan,” paparnya.


Dengan menyisihkan uang saku sebesar Rp 280.000, Arie menggunakan uang tersebut untuk membeli kain yang akan digunakannya sebagai bahan seragam airsoft. Untuk ongkos menjahitnya pun, ia harus berhutang terlebih dahulu. “Setelah jadi, saya foto terus di-upload di Kaskus waktu itu.”


Tak disangka, tanggapan dari Kaskuser sangat antusias. Arie pun menetapkan sistem pre-order yang tidak membutuhkan modal karena pembayaran dilakukan sebelum produksi. “Jadi baju yang pertama saya buat itu, untuk starter point dulu,” jelas Arie.


Lambat laun, bisnis Arie semakin berkembang. Sekalipun tidak menyangka bisnisnya akan sebesar ini, tetapi sejak awal memang bisnis ini sudah terlihat akan berkembang. “Tanggapan penggemar airsoft sangat bagus, mungkin karena selama ini belum ada yang jual.”


Pemasarannya pun berkembang melalui Facebook. Kini, produknya tak hanya diminati penggemar airsoft. Molay juga telah menjamah pasar militer. Produknya banyak digunakan oleh personel militer seperti Gegana, Densus 88, TNI, dan juga Brimob. “Lainnya, kita juga banyak konsumen yang berminat menggunakan untuk kegiatan outdoor, atau sekadar lifestyle,” jelasnya.


Kedepankan kualitas dan inovasi

Brand Molay yang kini sudah berstatus menjadi sebuah perseroan terbatas, berusaha tetap berinovasi. Untuk urusan desain, Arie tak main-main. Ia sendiri yang membuatnya sampai dengan saat ini. Tak jarang, ia melakukan barter dengan orang lain dari berbagai negara untuk referensi desain. “Barternya dengan seragam asli, banyak sekali koleksi yang saya punya sampai saat ini,” tukas Arie.


Koleksi hasil barter ini datang dari berbagai penjuru, dari Asia hingga Amerika. Menurut Arie, cara ini sangat efektif dalam memperkaya referensi desain seragam militer yang akan dirancangnya.


Selain itu, Arie juga mengandalkan internet dalam mencari referensi model. Bahkan untuk informasi bahan-bahan pun kebanyakan ia cari melalui internet. “Saya kebanyakan belum pernah bertemu dengan pemasok material, ada yang impor tapi ada juga yang lokal,” jelas Arie.


Menurutnya, kualitas material kain lokal sudah banyak yang bagus. “Garmen di Indonesia ini kan sudah berkembang, biasanya saya pesan dari Semarang, Solo, Bandung, dan Jakarta,” lanjutnya.


Molay memang berusaha menghasilkan produk dengan kualitas prima. Sekalipun harga jualnya menjadi cukup tinggi tetapi bagi Arie kualitas adalah salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh brand ini.


Melanjutkan kuliah


Kendati sudah berada dalam kesuksesan yang luar biasa, Arie tetap berusaha akan merampungkan kuliahnya. “Sekarang ini sedang menyusun skripsi,” ujarnya.


Laki-laki asal Pekanbaru ini mengaku, kuliahnya di jurusan ilmu komunikasi memberi banyak manfaat dalam kesuksesannya sejauh ini. “Bahkan saya pikir, ini semua bermula dari saya yang belajar komunikasi,” lanjutnya. “Saya jadi tahu bagaimana cara promosi, memasarkan melalui social media, juga bagaimana mencitrakan produk kepada konsumen,” imbuh Arie.


Ia menambahkan, selama ini dana yang dikeluarkan Molay banyak dihabiskan untuk promosi dan branding image. “Makanya, kuliah harus tetap diselesaikan, karena saya kan kuliah lama bukan karena bodoh, tapi karena mengembangkan hal lain,” tegasnya.


Pasca merampungkan studi S1 nanti, Arie berencana akan melanjutkan studi ke magister manajemen. Ia mengatakan, saat ini ia lebih membutuhkan ilmu manajemen dibandingkan komunikasi. “Untuk ilmu komunikasi, saya rasa sudah cukup saya dapatkan untuk usaha ini.”


Meskipun berkeinginan melanjutkan studi ke luar negeri, ia harus berpikir ulang karena Molay sepertinya tidak bisa ditinggalkan. Belajar dari pengalaman, kendala yang pernah ia hadapi sebelumnya adalah saat meninggalkan Molay untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah Karanganyar, Jawa Tengah. Saat itu banyak komplain yang diterima oleh Molay.


Bukti dari ketekunan dan kesungguhan


Selain itu, bagi Arie, merampungkan kuliah merupakan salah satu caranya dalam bertanggung jawab terhadap apa yang sudah diberikan orang tuanya. Terlebih, saat ditanya tentang tanggapan orang tuanya, finalis Wirausaha Muda Mandiri ini mengatakan dukungan moral diberikan kepadanya. “Kebetulan Ayah juga pengusaha, jadi tidak masalah dengan saya menjalankan usaha ini,” paparnya. Kendati harus menempuh waktu yang agak panjang dalam menyelesaikan studi, ia tidak lantas mengembangkan bisnis.


Kesuksesan yang diraih Arie memang merupakan hasil jerih payah yang dirintisnya dengan tekun. Dari modal Rp 280.000, kini omzet per bulannya mencapai Rp 180 juta. Setiap hari, kurang lebih sepuluh produknya dikirimkan ke berbagai daerah, bahkan ke berbagai belahan dunia.


Kini, tak hanya mengurus semuanya sendirian, Arie sudah memiliki sepuluh karyawan dan tujuh orang di bagian produksi yang membantunya menggerakkan Molay. “Targetnya, tahun ini omzet mencapai tiga miliar,” ungkap Arie.


Usaha yang dirintis dari nol ini merupakan bukti bahwa ketekunan dan kesungguhan yang dilakukannya pada akhirnya memberikan hasil yang memuaskan. Berawal dari hobi, kini ia telah meraih kemapanan karir yang diidamkan banyak orang. “Kuncinya, kerjakan saja apa yang disenangi,” pungkas Arie.


Apa kamu siap juga untuk menjadi mahasiswa miliarder seperti Arie? [CN]


Penulis             : Ratih Wilda O.

Editor              : Vinia Rizqi, Rifki Amelia

Fotografer        : Adityo Dharmanto

Tags : enterpreneur muda, mahasiswa miliarder, tip melamar kerja, molay uniform, arie setya yudha
Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan Enterpreunership,
Senin, 14/11/2016 09:35 WIB Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda Enterpreunership,
Rabu, 09/11/2016 11:35 WIB Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda
Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing Enterpreunership,
Selasa, 05/01/2016 11:08 WIB Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing
Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli Enterpreunership,
Selasa, 22/12/2015 11:07 WIB Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan Enterpreunership,
Rabu, 09/09/2015 09:45 WIB Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan
Arie Setya Yudha: Awalnya Iseng, Lama-lama Seneng, Lalu Raup Untung! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png