Office Hour, Jumat, 18/07/2014 10:00 WIB

Adhe Makayasa: Jurnalis Sepak Bola Tak Harus Turun ke Lapangan

Jika Anda ingin menjadi jurnalis sepak bola tetapi tak suka turun ke lapangan, jurnalis online bisa jadi pilihan!
Adhe Makayasa: Jurnalis Sepak Bola Tak Harus Turun ke Lapangan
Awalnya, Adhe Makayasa hanyalah mahasiswa biasa yang menyukai sepak bola. Kini, ia berhasil membuat hobinya bermanfaat bagi orang banyak dan menghasilkan uang.
Beberapa media pernah dijajalnya sebagai jurnalis sepak bola online. Semuanya diawali dengan berani mencoba dan berani menerima risiko.

Jurnalis di berbagai media


Adhe, sapaannya, memulai karir di bidang jurnalisme dengan mengirimkan proposal pembuatan website untuk Real Mataram FC bernama realmataramfc.com. Klub asli Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan salah satu dari 18 klub di bawah Liga Premiere Indonesia (LPI).


“Dulu saya berdua. Teman saya yang mengurus IT untuk operasional website, sedangkan saya jadi content writer sekaligus merangkap sebagai editor ,” kisah Adhe. Karena keberadaan LPI yang menuai kontroversi, Real Mataram FC pun bubar dan Adhe berhenti menjadi editor di website ini pada September 2011.


Selama menjadi editor di realmataramfc.com, Adhe juga melamar menjadi jurnalis online di Fox Sports Asia. Media ini dulu bernama ESPN Star Sports tetapi berganti nama menjadi Fox Sports Asia mulai Desember 2012. Adhe mengetahui info lowongan ini dari Bima Prameswara Said, Regional Managing Editor Asia di Goal.com, yang dahulu menjadi Asisten Editor ESPN Star Sports.


“Dulu saya tahu info itu dari akun Twitter Mas Bima, lalu saya melamar jadi online sports reporter,” ucap pria kelahiran Yogyakarta, 8 Juni 1992 ini. Saat itu Adhe menjalani tiga rangkaian tes, yaitu menulis laporan pertandingan, menulis press conference usai pertandingan, serta menulis editorial. “Saat itu saya adalah salah satu dari dua orang yang beruntung bisa diterima di ESPN,” kenang Adhe. Adhe menjadi online sports reporter Fox Sports Asia sejak Mei 2012 hingga September 2013 karena berhenti tayang di Indonesia.


Usai tak lagi di Fox Sports Asia, Adhe pun mendapat rekomendasi untuk menjadi jurnalis online di BallBall Indonesia. “Kalau di BallBall Indonesia itu pekerjaannya translate berita dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Adhe hanya bertahan empat bulan di BallBall Indonesia sampai Februari 2013.


Bersama dengan BallBall Indonesia, pada September 2012, Adhe pun melamar di Goal.com wilayah Indonesia atas rekomendasi Bima. “Dulu karena sudah kenal dengan Mas Bima jadi langsung diterima. Kalau baru masuk Goal.com tesnya sama dengan di ESPN Star Sports,” cerita anak pertama dari dua bersaudara ini. Walau langsung diterima, Adhe pun mengalami masa magang selama enam hari. Hingga kini, Adhe telah menjadi jurnalis online di Goal.com  selama hampir dua tahun.

Suka dan duka


Selama menjalani pekerjaannya, ia mengaku senang. “Senang aja karena hobi bisa jadi pekerjaan,” ucap pria yang menyukai sepak bola sejak kecil ini. Karena bekerja di Goal.com, Adhe pun bisa bertemu dengan pemain tim nasional Belanda seperti Robin van Persie, Louis van Gaal, dan Wesley Sneijder. “Juni tahun lalu, dikirim ke Gelora Bung Karno buat liputan pertandingan Indonesia dengan Belanda. Senang bisa ketemu tim nasional Belanda, walau banyak kendala,” ucap Adhe sumringah.


Selain itu, Adhe mengatakan, jika Anda menjadi jurnalis online, Anda bisa bekerja dari rumah. Sebagai jurnalis online, pekerjaan Adhe lebih banyak dilakukan di depan komputer. Ia mencari berita berdasarkan website olahraga dari berbagai negara. “Kalau di Goal.com memang lebih banyak secara online, karena kalau liputan langsung sudah ada koresponden tiap kota,” paparnya pada CareerNews beberapa hari lalu. Dalam sehari, Adhe mempunyai waktu kerja empat jam selama satu shift dan mencari 12 berita sepak bola.


Sebagai seorang mahasiswa, Adhe pun merasa beruntung bisa mendapatkan uang sendiri dari hasil keringatnya menjadi jurnalis online. “Senangnya kerja di Goal.com dan media-media lainnya karena dibayar pakai euro. Belum lagi kalau ada pekerjaan tambahan menjadi komentator online selama pertandingan,” tutur mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM ini tersenyum.


Adhe berujar, di Goal.com, ia mendapat upah 10 euro atau sekitar Rp 160.000 tiap satu shift. Sedangkan dalam satu bulan, Adhe mendapat jatah 30 shift. Berkat kegigihannya itu, kini Adhe sudah bisa membayar sendiri cicilan kredit rumahnya di daerah Banguntapan, Bantul. Adhe pun mulai menabung untuk modal usaha yang akan ia lakukan setelah ia tak lagi menjadi jurnalis online.


Sedangkan duka menjadi jurnalis online adalah ketika sambungan internet sedang tidak bersahabat. “Jadi jurnalis online itu ‘kan sering bekerja malam hari, kalau internet enggak bisa dipakai ya harus keluar tengah malam cari warnet (warung internet, -red),” kata Adhe.

Tip menjadi jurnalis online


Menurut Adhe, menjadi jurnalis online sangatlah menyenangkan. Bagi Anda yang juga ingin mengikuti jejak Adhe, syarat utamanya ialah harus menyenangi sepak bola. Lalu, Anda sebaiknya memulainya dari bawah. “Kalau mau jadi jurnalis online sepak bola, harus dimulai dari rajin menulis seperti di blog atau media online dengan lingkup kecil,” ungkap Adhe. Ia menambahkan agar Anda menambah pengalaman sebanyak-banyaknya dulu, jangan langsung berharap diterima di media besar.


Adhe pun menyarankan untuk berani ambil risiko, menulis sesuatu yang kontroversial. “Seperti saya dulu di Real Mataram FC, tapi akhirnya itu bisa jadi pengalaman saya,” ujar pria berpostur tinggi ini. Terakhir, Adhe menganjurkan kepada Anda untuk mengikuti perkembangan info sepak bola dari pemilik-pemilik media olahraga di media sosial. “Dulu saya tahu berbagai lowongan dari Mas Bima yang sudah saya follow Twitter-nya sejak lama,” pungkas Adhe yang bercita-cita meliput pertandingan Manchester United secara langsung ini.

Ingin jadi jurnalis online? Tak hanya bidang olahraga saja yang dapat Anda tekuni jika Anda ingin menjadi jurnalis online. Masih bayak bidang lain yang dapat Anda jadikan lahan pekerjaan jika Anda bisa melihat peluang dan mampu berpikir kreatif.


Mari buat hobi Anda menjadi sesuatu yang menjanjikan dan memberi manfaat bagi hidup Anda dan orang banyak. [CN]



Penulis           : Annisa Ika Tiwi
Editor             : Vinia Rizqi, Rifki Amelia
Fotografer     : Ryan Rahmadriansyah
Tags : tip jadi jurnalis online, jurnalis online sepakbola, wartawan olahraga, berkarir dunia olahraga
Adhe Makayasa: Jurnalis Sepak Bola Tak Harus Turun ke Lapangan | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png