Freelance, Kamis, 17/07/2014 15:00 WIB

Alexandra Asmasoebrata: Permaisuri Sirkuit yang Tak Takut Kalah

Simak wawancara langsung CareerNews dengan salah satu pembalap perempuan profesional dari Indonesia, Alexandra Asmasoebrata berikut ini!
Alexandra Asmasoebrata: Permaisuri Sirkuit yang Tak Takut Kalah

Andra, begitu ia disapa, adalah salah satu atlet olahraga balap mobil yang identik dengan dunia laki-laki yang dikenal keras, penuh tantangan, dan membutuhkan keberanian. Dunia yang berbanding terbalik dengan perempuan yang kerap diasosiasikan dengan kelembutan.


Namun, ia berhasil membuktikan bahwa tantangan dan adrenalin justru mampu memicunya untuk meraih prestasi. Meski harus bersaing dengan laki-laki, Andra tak pernah gentar di sirkuit balap.


Kiprah awal


Andra mengenal dunia balap dari ayahnya, Alex Asmasoebrata, yang juga seorang pembalap. Arena go-kart menjadi awal karir balapnya sejak masih berusia 13 tahun. Di usianya yang masih belia tersebut, Andra sudah menorehkan sederet prestasi bahkan hingga tingkat ASEAN. Andra pun kemudian mendapatkan tawaran untuk mengikuti kualifikasi Formula BMW Scholarship pada tahun 2004 di Spanyol. Kiprahnya di dunia balap internasional mulai berkibar dan berlanjut dengan mengikuti kejuaraan Asian Formula Renault. Andra juga dinobatkan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pembalap perempuan pertama Indonesia.


Tak hanya di Indonesia, Andra juga disebut-sebut sebagai pembalap perempuan pertama di Asia. Tak main-main, ia telah menyabet ratusan prestasi, antara lain menjuarai National Kart Championship, Asian Karting Championship, China Formula Campus Asian Division, hingga Asian Formula Renault. Selain kejuaraan, Andra juga dianugerahi sejumlah penghargaan, salah satunya tanda jasa kehormatan Lencana Parama Madya Pratama oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai atlet Indonesia berprestasi.


Inspirasi utama Andra dalam menekuni dunia balap memang datang dari ayahnya. Kecintaan akan balap pun tumbuh dan mendorong Andra untuk terus berprestasi. Lalu apa yang disukai Andra dari dunia balap? “Aku melakukan semua ini untuk bangsa Indonesia. Jadi ya sudah, cinta saja sih. Sukanya karena adrenalin kita dipacu,” ujar Andra kepada tim CareerNews beberapa waktu lalu.


Bagi Andra, meski rawan kecelakaan, balapan memberikan tantangan tersendiri. Apalagi ia juga harus berhadapan dengan lawan yang didominasi kaum Adam. Selain itu, Andra sendiri tidak mudah puas dalam berkompetisi. “Justru kalau semua berjalan mulus-mulus saja, aku akan tetap di situ-situ saja. Walaupun melawan laki-laki itu juga enggak gampang. Misalnya sepak bola, laki-laki lawan laki-laki saja susah. Apalagi aku harus melawan laki-laki,” ungkap Andra yang bernama asli Allida Alexandra Nurluthvia ini.


Meski mencintai dunia balap dan kerap meraih kejuaraan, ternyata Andra juga pernah kehilangan motivasi. Biasanya itu terjadi ketika Andra sedang mengalami kekalahan terus-menerus. “Rasanya seperti bosan tetapi lebih tepatnya drop. Tiba-tiba merasa enggak berbakat, rasanya mau berhenti saja,” tuturnya. Namun satu hal yang membuat Andra bertahan adalah dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya.


Karir olahraga


Kita bisa mengatakan karir di bidang olahraga adalah karir yang cemerlang bila melihat kesuksesan para atlet, termasuk Andra. Namun, kenyataannya karir olahraga masih dipandang sebelah mata di Indonesia. Bukan sekadar karena olahraga tak bisa dijadikan mata pencaharian tetapi juga pandangan orang bahwa menjadi atlet bukanlah pekerjaan. Padahal, menurut Andra, menjadi olahragawan itu juga sebuah karir. 


Andra mengamini hal di atas sebagai salah satu faktor rendahnya minat anak muda untuk menekuni dunia olahraga. Parahnya lagi, banyak mindset orang tua yang juga masih belum menganggap olahraga sebagai profesi. “Anak-anak main bola sampai sore dimarahi, mending les matematika. Kalau main bola terus, mau jadi apa? Mindset orang tua sudah terlanjur seperti itu,” terang gadis kelahiran Jakarta, 23 Mei 1988 ini.


Selain itu, pandangan negatif lainnya disebabkan oleh profesi atlet yang memiliki batas waktu. “Umur 60-an tahun sudah jelas tidak bisa jadi atlet lagi. Umur akhir 30-an tahun saja sudah terlalu tua untuk jadi atlet. Banyak atlet yang kemudian malah jadi pengguna narkoba, atau jatuh miskin, dan jadi tidak sejahtera,” ujarnya menyayangkan.


Dalam hal ini, Andra menekankan pentingnya perhatian pemerintah kepada para atlet yang telah habis masa emasnya. Apalagi, para atlet itu sudah memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Dengan demikian, para mantan atlet tetap dapat hidup sejahtera setelah pensiun. Selain itu, pola pikir masyarakat pun perlu diubah dengan memandang dunia olahraga sebagai jalur karir yang tidak bisa dipandang sebelah mata.


Rencana masa depan


Sejauh ini, Andra sudah berjibaku dengan dunia balap selama 13 tahun. Inspirasi terbesarnya datang dari orang tua yang senantiasa mendukung karirnya sepenuh hati. Ia pun tak merencanakan kapan harus berhenti dari dunia balap yang membesarkan namanya. Dari balaplah Andra mendapatkan pengalaman luar biasa. Andra yakin bila berhenti dari balap, ia pasti akan rindu berpacu dengan kecepatan lagi.


Aku sudah enam bulan enggak balapan, itu saja rasanya sudah kangen banget. Enggak ngebayangin misal nanti benar-benar berhenti pasti kangen banget,” kata Andra yang turut mengurus manajemen balapnya ketika tidak sedang berkompetisi.


Meski nantinya Andra benar-benar tak lagi berpacu di sirkuit, ia tak akan meninggalkan dunia balap seutuhnya. Andra berkomitmen untuk terus menekuni dunia balap karena ini adalah kegemarannya. Pengalamannya akan terus diaplikasikan untuk dunia olahraga, misalnya menjadi pelatih balap atau mendirikan sekolah balap.


Anda juga ingin terjun ke dunia olahraga? Pastikan dulu Anda memiliki passion di dalamnya. Untuk menemukan passion, Andra berpesan, kita harus banyak mencoba terlebih dahulu, kemudian menyalurkannya di jalur yang tepat. Apabila seseorang memiliki bakat, pasti akan ada jalan yang menuntun.


Jangan takut kalah, jangan takut akan kegagalan. Kegagalan itu wajar. Tanpa merasakan gagal, kita tidak akan pernah tahu rasanya kesuksesan. Takutlah hanya ketika kita tidak mencoba,” ujarnya berpesan.


Jadi, jangan takut lagi ya. Apapun bidang yang Anda tekuni, rintislah dengan kecintaan dan keyakinan. Semangat! [CN]



Penulis             : Rifki Amelia

Editor               : Vinia Rizqi

Foto                  : Alexandra's Management


Tags : profil alexandra asmasoebrata, pembalap wanita indonesia, rekor muri indonesia, atlet berprestasi indonesia, atlet balap indonesia
Leilani Hermiasih: Frau dan Kepiawaian Bermusik Freelance,
Selasa, 22/11/2016 13:40 WIB Leilani Hermiasih: Frau dan Kepiawaian Bermusik
Tommy Apriando: Lulusan Hukum Berprofesi Jurnalis Freelance,
Kamis, 17/12/2015 11:09 WIB Tommy Apriando: Lulusan Hukum Berprofesi Jurnalis
Suryo Wibowo: Tantangan Menjadi Wartawan Foto Freelance,
Minggu, 22/02/2015 01:30 WIB Suryo Wibowo: Tantangan Menjadi Wartawan Foto
Alexandra Asmasoebrata: Permaisuri Sirkuit yang Tak Takut Kalah | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png