Office Hour, Rabu, 21/05/2014 09:00 WIB

Glory Rosari Oyong: Memegang Komitmen untuk Meraih Sukses

Bila Anda penggemar stasiun televisi Kompas TV, tentunya Anda tak asing lagi dengan sosok Glory Rosari Oyong. Mari simak ulasan berikut untuk lebih mengenal sosoknya.
Glory Rosari Oyong: Memegang Komitmen untuk Meraih Sukses
Berawal dari kuliahnya di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, Glory Oyong mulai menemukan passion untuk berkarir di dunia media.

Saat itu, ia mengambil konsentrasi public relation, sembari menjadi seorang part timer di salah satu perusahaan konsultan di Jakarta. Menjelang kelulusan, Glory, sapaan akrabnya, memiliki kesempatan magang di Kompas.com, bagian public relation.


Selama magang itulah, Glory sering bersinggungan dengan staf media, misalnya jurnalis. “Waktu itu saya pikir, seru juga ya jadi jurnalis itu,” ungkap gadis kelahiran Padang, 14 Oktober 1989 ini. Menurutnya, pekerjaan sebagai jurnalis sangat dinamis, tidak membosankan, bertemu dengan banyak orang, dan mendapat banyak infomasi. “Yang lebih seru lagi, kita bisa membuat berita untuk ditampilkan,” sambung Glory, saat ditemui Careernews secara langsung beberapa waktu lalu.


Tidak lama kemudian, Glory mendengar kabar bahwa Kompas Gramedia akan mendirikan Kompas TV. Ia pun memutuskan untuk memilih jalan karir di sana dan bergabung pada penghujung tahun 2010. Di tahun 2011, ia pun menjabat sebagai reporter dan juga news presenter.


Saat ini, Glory tengah menjabat sebagai produser. Ia bertanggungjawab terhadap proses penayangan berita dari mulai menuliskannya hingga berita tersebut ditampilkan di layar kaca. Di samping itu, ia juga sedang fokus untuk membawakan program Kompas Bursa sebagai news presenter. Program ini membahas secara tuntas mengenai bursa atau ekonomi bisnis sebagai salah satu program berita milik Kompas TV.


Waktu luang terkorbankan


Ditanya mengenai pilihannya berkarir di dunia media, Glory merasa sudah menjatuhkan pilihan yang tepat. “Sampai sekarang saya rasa ini adalah pilihan karir yang tepat untuk saya,” tegasnya. Namun demikian, ia menyadari bahwa setiap profesi selalu memiliki tantangannya masing-masing.


“Menjalani karir di bidang jurnalistik lebih menuntut kita untuk bertahan di profesi tersebut,” jelasnya. Glory melanjutkan, selama ini kendala paling besar yang dihadapinya adalah masalah waktu. Tak jarang, ia harus mengorbankan waktu luangnya demi pekerjaan. Berbeda dengan profesi lain yang rata-rata memiliki office hour, pekerja media harus selalu siap sedia pada saat dibutuhkan.


“Awal-awal bekerja, itu jadi hambatan buat saya untuk menyesuaikan waktu. Waktu dengan keluarga dan teman, semuanya kacau,” kenang Glory. Pernah suatu kali ia sedang liburan, mendadak ia dipanggil ke kantor untuk siaran. Dengan segera, ia pun datang dan meninggalkan waktu bersantainya.


Namun, seiring dengan kecintaan dan passion di dunia jurnalistik, lama kelamaan kendala itu bisa ia atasi dengan baik. Bukan hanya itu, kegugupan yang sering muncul di awal merintis karir seperti saat berada di depan kamera atau saat mewawancarai orang, semua bisa ia hadapi dengan baik setelah beberapa waktu. Semua bisa teratasi dengan baik melalui latihan dan frekuensi turun lapangan yang semakin tinggi. “Asalkan punya komitmen dan kemauan, semua pasti bisa teratasi dengan baik,” ujarnya mantap.


Bagi Glory, komitmen adalah kunci sukses di dunia karir. “Kalau enggak bisa mengerjakan tugas dengan baik, pasti akan ada pressure dari lingkungan dan rekan kerja. Itu pasti, jadi semua kembali ke sebesar apa komitmen untuk bertahan,” jelasnya.


Kemauan belajar


Keinginan berkarir di dunia media dan jurnalistik merupakan pilihan yang diambil Glory pada saat masih menjadi mahasiswa. Sejak dulu, ia memang suka tampil di depan umum. Ia pun menyadari bakat tersebut. Pada saat menempuh bangku SMA, ia berada di jurusan IPA, yang membuatnya cukup tertarik untuk melanjutkan ke jurusan teknik kimia.


Dengan berbagai pertimbangan dari segi kesehatan karena kekhawatiran terlalu banyak bersinggungan dengan bahan kimia, ia mengubah haluan untuk mengambil kuliah di ranah ilmu sosial, yaitu jurusan komunikasi. Keputusan untuk terjun di dunia jurnalistik ia ambil sejak menjalani magang di Kompas.com kala itu. “Berkarir di dunia jurnalistik menurut saya bisa memberikan manfaat besar untuk banyak orang,” ucapnya.


Menurut Glory, untuk berkarir di ranah media dan jurnalistik tak melulu harus menempuh kuliah di ranah yang sama. “Ada kru kami yang background pendidikannya dari teknik, bahkan kedokteran gigi,” paparnya sambil tertawa kecil. Ia melanjutkan, modal utamanya bukanlah pendidikan yang sesuai tetapi kemauan yang kuat untuk belajar dan berusaha.


Glory menjelaskan, di Kompas Gramedia, kolaborasi antara wartawan cetak dan televisi sangat erat. Selain itu, banyak wartawan senior yang telah merasakan banyak lika-liku perjalanan ke seluruh Indonesia. “Dari merekalah kita bisa belajar banyak hal mulai dari isu politik, ekonomi, sosial, juga budaya,” ujarnya. Baginya, kemauan adalah kunci sukses untuk berkarir di bidang media dan jurnalistik.


Mencintai pekerjaan


Berkarir di dunia media dan jurnalistik memang tidak mudah. Ada beberapa hal yang memang harus dikorbankan. Namun, Glory mengaku ia menikmati pekerjaan ini. Apalagi jika berita atau program yang diampunya bisa mendatangkan perubahan dari pihak pemerintah untuk masyarakat. Ada kesenangaan tersendiri saat hal itu terjadi.


“Saya juga punya banyak kesempatan bertemu dengan orang-orang penting, mulai dari menteri, sampai dengan presiden dan juga orang-orang dari berbagai lapisan sosial,” kisahnya. “Sebagai jurnalis, saya bisa menjadi orang pertama yang tahu tentang informasi tertentu,” lanjut gadis yang pernah mengikuti Miss of Asia (World Miss University 2008) di Seoul, Korea Selatan ini.


Ke depannya, ia berharap masih bisa terus berkarir di dunia media dan jurnalistik. Sempat terpikir untuk melanjutkan kuliah S2 untuk memperdalam ilmu jurnalistik yang lebih dalam seperti indepth reporting. Namun ia masih menimbang-nimbang waktu yang tepat untuk melakukannya.


Target terdekatnya adalah pada saat pemilu presiden 2014 nanti, ia bisa terlibat langsung dalam proses pesta demokrasi tersebut. Selain itu, jabatannya sebagai produser membuatnya ingin memproduksi suatu program yang sukses dan bermanfaat untuk banyak orang. Sedangkan sebagai presenter, ia ingin bertemu dengan orang-orang penting yang berpengaruh di masyarakat.


Godaan untuk berpindah profesi berkali-kali ia rasakan. Namun, berkali-kali pula idealismenya sebagai jurnalis mengetuk kesadarannya. Baginya, dunia yang ia selami saat ini adalah dunia yang ia cintai. “Kerjakanlah hal yang kamu cintai, cintailah hal yang kamu kerjakan. Jika tidak bisa keduanya, maka paling tidak bekerjalah untuk orang yang kamu cintai,” pungkas gadis sampul berbakat majalah GADIS 2006 ini mantap. [CN] 


Semoga menginspirasi!


Penulis         : Ratih Wilda Oktaviana 

Editor          : Vinia Rizqi, Rifki Amelia

Fotografer   : Bahary Dias A.




Tags : job desc news presenter, kompas tv, lowongan kompas tv, tip sukses berkarir presenter, Glory rosari oyong
Glory Rosari Oyong: Memegang Komitmen untuk Meraih Sukses | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png