Office Hour, Senin, 12/05/2014 11:00 WIB

Lorentius Galuh Saputra: Human Capital Tak Melulu Masalah Rekrutmen

Jika mendengar divisi human capital di sebuah perusahaan, pekerjaan seperti apa yang Anda bayangkan?
Lorentius Galuh Saputra: Human Capital Tak Melulu Masalah Rekrutmen
Rekrutmen bukanlah satu-satunya pekerjaan yang dilakukan oleh Human Resources (HR). Di luar itu, ada banyak pekerjaan lain yang dilakukan oleh HR. Setidaknya begitulah penuturan seorang Lorentius Galuh Saputra.

Menjadi Human Capital & Brand Management PT Astra International Tbk (AI) tidak membuatnya harus selalu berkutat dengan rekrutmen. “Meski masih berkaitan dengan rekrutmen, pekerjaan ini lebih mengarah pada bagaimana orang bisa mengenal perusahaan,” ungkap Galuh, sapaannya.


Galuh pun lantas menceritakan apa yang selama ini membedakan HR biasa dengan pekerjaannya. Menurutnya, tugas bagian rekrutmen murni melakukan proses seleksi calon karyawan mulai dari awal sampai akhir. Sedangkan Human Capital & Brand Management lebih banyak bertugas pada pengenalan perusahaan kepada orang awam. “Saya bahkan sudah tidak lagi melakukan wawancara dengan jobseeker,” tambahnya.


Lebih lanjut, Galuh menjelaskan bahwa pekerjaannya saat ini lebih dekat dengan company branding. “Jobdesc saya adalah bagaimana membuat program yang bisa membuat orang awam mengenal Astra International. Mulai dari sejarah sampai budaya kerja yang selama ini berkembang,” ia menerangkan.


Tantangan yang dihadapi


Tantangan yang selama ini dihadapinya dalam membangun company branding terletak pada kreativitas. “Dibutuhkan kreativitas agar bisa membuat company branding yang baik. Kemampuan inilah yang menjadi tantangan sebab perlu sensitivitas agar menjadi kreatif,” tutur Galuh. Menurutnya, membuat sebuah program yang bisa membuat orang tertarik bukanlah perkara mudah, di mana perbedaan selera dan orientasi tiap individu turut andil dalam hal ini.


Biasanya, yang menjadi masalah adalah ketika AI membuat program yang serupa dengan perusahaan lain. “Jika hal ini terjadi, AI akan berusaha membuat sesuatu yang berbeda dengan perusahaan lain tersebut. Kami akan berusaha membuat agar program itu lebih unik dan menarik minat masyarakat. Ini pun menjadi tantangan lain lagi bagi Human Capital & Brand Management,” ujar Galuh menambahkan.


Galuh tentunya tidak begitu saja berada di posisinya sekarang. Ia menceritakan bahwa dulu ia pun harus mulai berkarir sebagai staf HR biasa. Lebih lanjut, Galuh menyatakan bahwa semua orang memiliki kesempatan menjadi bagian dari HR. “Tidak ada batasan atau jurusan spesifik agar seseorang bisa menjadi HR,” terang lulusan Universitas Atma Jaya Jakarta ini.


Sifat pekerjaan yang lebih banyak berhubungan dengan orang pun membutuhkan keahlian tertentu dalam memperlakukan sesama manusia. “Jika ingin menjadi HR, akan lebih baik jika jobseeker memiliki kemampuan organisasi dan kepanitiaan. Sebab dengan bergabung dalam organisasi atau kepanitiaan, keahlian tersebut akan terasah,” ujar Galuh.


Alasannya sederhana, kedua pekerjaan tersebut mengharuskan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain. Dengan begitu, orang tersebut akan mengenal berbagai tipikal orang dan bagaimana cara memperlakukan mereka.


Tertarik untuk bergabung sebagai tim HR? Mari terus asah kemampuan Anda. Semoga cerita Galuh bisa memberi manfaat ya!

[CN/DIAN/ARYA/VINIA]


Tags : human capital astra international, lowongan Schlumberger, company branding, astra company indonesia, job desc HR Recruitment
Lorentius Galuh Saputra: Human Capital Tak Melulu Masalah Rekrutmen | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png