Office Hour, Kamis, 27/02/2014 11:00 WIB

Susilo Anggono: Risiko Ada di Mana Saja

Setiap pekerjaan memiliki risiko masing-masing. Setiap individu yang menjalani pekerjaan yang bersangkutan hendaknya paham mengenai rule dan faktor preventif untuk meminimalisasinya.
Susilo Anggono: Risiko Ada di Mana Saja
Berkecimpung di dunia industri yang erat kaitannya dengan K3 membutuhkan tingkat ketelitian yang cukup tinggi. Hal tersebut dirasakan oleh Susilo Anggono, Tim Pembina Pelaksana K3 UPT Balai Yasa Daop 6 Yogyakarta.
Sebelum menjadi bagian dari Tim Set-Up P2K3 seperti saat ini, Susilo terlebih dahulu malang-melintang di bagian produksi UPT Balai Yasa. Spesifiknya sebagai officer sub-ruas Pengetesan Sistem Bahan Bakar Lokomotif. Merawat motor diesel lokomotif, sistem bahan bakar genset, dan sistem bahan bakar kereta diesel menjadi rutinitas yang  dijalaninya. Pria yang berlatar pendidikan STM jurusan elektro ini mengawali karir di bidang perkeretaapian sejak Februari 2001 di bagian mesin.

Menurut Susilo, sapaan akrabnya, dirinya mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat selama menjabat posisi tersebut. Dengan ilmu tersebut, ia mengaku semakin menambah pengetahuannya. Selain itu, ternyata dirinya juga sangat menyukai teknologi yang tersemat di dalam sebuah lokomotif. “Ternyata di dalam lokomotif malah lebih banyak ilmu elektro daripada mesin,” ungkapnya.


Kesadaran Menaati Peraturan Masih Rendah


Untuk saat ini, pekerjaan yang ia jalani lebih bersifat non-teknis, yaitu sebagai Sekretaris Tim Set-Up P2K3, dengan pokok tugasnya adalah membentuk Sistem Manajemen K3 (SMK3). SMK3 sendiri terdiri dari sejumlah aturan, antara lain penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), memberikan pengertian atau sosialisasi terhadap seluruh karyawan, menjadi komunikator antara pekerja dan manajemen, hingga menumbuhkan kepedulian lingkungan kepada seluruh karyawan UPT Balai Yasa. Ia juga menegaskan bahwa keselamatan bekerja tidak hanya berlaku di wilayah kerja saja, tetapi di rumah pun harus diterapkan. “Karena pada dasarnya risiko kan ada di mana saja,” sambung Susilo.


Selama menjabat sebagai Sekretaris Tim Set-Up P2K3, ia mengaku permasalahan utama adalah memberikan pengertian keselamatan terhadap pekerja. “Padahal risiko kecelakaan pada bidang seperti ini cukup besar,” kata Susilo. “Sebulan lalu saja telah terjadi tiga kali kecelakaan. Memang tidak ada korban jiwa, akan tetapi kerugian terletak pada berkurangnya jam kerja untuk pemulihan pekerja,” ujarnya menambahkan. Dengan kejadian tersebut, para pekerja kemudian mulai sadar bagaimana pentingnya keselamatan saat kerja.  


Ketelitian Kunci Utama


Jika dibandingkan dengan pekerjaannya saat masih di bagian mesin, pekerjaannya saat ini lebih banyak pada aspek manajerial. Ia pun tidak memungkiri saat harus belajar dari nol lagi. Baginya hal tersebut bukanlah masalah karena melakoni pekerjaan manajerial justru memiliki risiko yang besar. Risiko yang dimaksud terkait dengan ketelitian dalam membuat anggaran suku cadang. Sebenarnya baik di posisi teknis maupun manajerial sama-sama membutuhkan ketelitian. “Harus teliti dan hati-hati, salah sedikit bisa diindikasikan tindakan korupsi,” ungkapnya.

Ia juga tidak lupa menghimbau kepada para lulusan yang tertarik berkarir di industri perkeretaapian. Menurutnya, lulusan sebaiknya menyiapkan nilai akademik dan harus memiliki kemampuan personal. “Hal lain yang juga penting adalah harus tahan stres,” tambahnya. Kemampuan mengelola stres akan menyebabkan seseorang mampu merasa enjoy menjalani semua pekerjaannya.

Nah, semoga bermanfaat ya! Sukses akan berpihak pada Anda yang siap. [CN/OCHA/RIFKI/VINIA/ANGGA]^^
Tags : kereta api indoensia daop 6 yogyakarta, job desc masinis, kiprah teknik mesin di industri kereta api,
Susilo Anggono: Risiko Ada di Mana Saja | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png