Office Hour, Senin, 20/01/2014 10:00 WIB

Heri Kurniawan: Bekerja di Industri Pariwisata Butuh Fleksibilitas

Heri Kurniawan menekuni profesi sebagai Guide Relation Officer (GRO) dan juga tour guide. Apa saja bekal yang dibutuhkan apabila Anda juga ingin terjun menekuni profesi tersebut?
Heri Kurniawan: Bekerja di Industri Pariwisata Butuh Fleksibilitas
Merasa butuh akan sebuah inovasi yang baru, akhirnya Heri mencari info mengenai bidang pariwisata. Akhirnya ia menemukan Rumah Guide Indonesia, tempat di mana ia mampu belajar mengenai arti lebih seorang guide pariwisata. Katanya, di tempat itu ia bisa tahu arti sebenarnya seorang guide, apa yang dilakukan, dan apa saja keuntungannya. Hal tersebut sangat menarik, menurutnya, karena ia mendapatkan ilmu yang sangat banyak. “Ini bukan soal uang, tapi ilmu lebih berharga menurut saya. Enggak hanya bahasa Inggris dan ilmu pariwisata, tapi banyak sekali dan tidak bisa disebutkan satu per satu,” ungkapnya.
Melalui bekal yang diperoleh, kemudian ia memberanikan diri untuk terjun ke dunia guiding yang sebenarnya. Awalnya terdapat keraguan, mengingat saat itu statusnya masih mahasiswa di Sekolah Vokasi Pariwisata UGM. Namun dengan adanya dorongan “the power of kepepet”, selorohnya, ia pun membulatkan tekad untuk menjadi tour guide. “Tapi saya tetap pilih-pilih juga, apakah jadwal guide mengganggu jadwal kuliah atau tidak,” katanya.

Pekerjaan utamanya sebagai Guide Relations Officer (GRO) tidak terlalu berbeda dengan apa yang dilakukannya sebagai tour guide. Menurut Heri, tugas seorang GRO secara umum adalah memastikan para tamu di hotel mendapat pelayanan yang memuaskan. “Kita juga selalu mengupayakan agar mendapat komentar positif dari para tamu,” tambahnya. Lebih spesifik, GRO menekankan pelayanan dengan kontak verbal, tidak dengan sistem komputerisasi. Hal tersebut bertujuan agar lebih dekat dan intens dengan tamu. “Jadi saya harus tahu kebutuhan atau keluhan tamu,” ujarnya. Heri menambahkan, walaupun setiap hotel memiliki SOP masing-masing, metode kontak verbal yang dilakukannya membuat kinerja lebih luwes dan dinamis sehingga tidak perlu mengikuti prosedur yang kaku dari SOP.


Kualifikasi Seorang Guide


Masuk ke tataran kualifikasi, Heri menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang guide tidak perlu menjadi seorang siswa yang sukses secara akademik. Maksudnya, teori yang didapat saat kuliah harus diimbangi dengan praktik nyata di lapangan. “Kalau soal knowledge, experience, technical guiding, bisa dipelajari. Namun untuk pengembangan diri, ya dari kita pribadi,” jelasnya. Itulah mengapa Heri berani bekerja sambilan menjadi tour guide saat masih kuliah. Selanjutnya, kualifikasi yang diperlukan adalah kemampuan bahasa asing. "Inggris sudah pasti, dan akan lebih baik jika ditambah dengan bahasa lain," ujar Heri menekankan. Apalagi di D'Omah, tempatnya bekerja, pengunjung terbanyak justru datang dari Belanda dan Australia, kemudian Jerman, Prancis, Amerika Serikat, dan Amerika Latin.
Tourism is our second biggest industry in terms of the people it employs _Ed Rendell

Seperti yang telah disinggung di atas, bicara soal keuntungan menjadi seorang guide tidak sebatas materi belaka. Teman atau relasi baru, baik lokal maupun warga asing, sudah menjadi upah tambahan baginya. Namun kurang afdal rasanya jika bicara soal pekerjaan tanpa menyinggung bayaran. Pria yang bercita-cita mendirikan usaha pariwisatanya sendiri ini membeberkan bahwa gajinya berkisar antara 2,5-4 juta rupiah. Ia kembali menegaskan bahwa bekerja di bidang pariwisata merupakan sebuah passion, sehingga gaji bukanlah indikator, melainkan bagaimana bisa melayani tamu-tamu dengan baik. “Pasti akan menyenangkan karena kita bisa ketemu dengan orang asing. Selain menambah teman juga bisa belajar dari pengalaman orang lain,” kata Heri sambil mengaku bahwa dirinya memang tidak suka bekerja di lingkungan perkantoran.


Nah, bagaimana dnegan Anda? Semoga bermanfaat ya! [CN/OCH/VIN/AGG]^^

Tags : industri pariwisata, bekerja di sektor industri pariwisata,peluang berkarir di industri pariwisata, job desc industri pariwisata
Heri Kurniawan: Bekerja di Industri Pariwisata Butuh Fleksibilitas | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png