Office Hour, Senin, 06/01/2014 14:00 WIB

Rhayu Wijanarko: Padukan Kemampuan Teknis dan Manajerial

Menjadi software engineer, hendaknya mampu memadukan kemampuan teknis dan juga manajerial. Mengapa demikian?
Rhayu Wijanarko: Padukan Kemampuan Teknis dan Manajerial
Seperti prediksi yang dikemukakan Maryono, Dosen Psikologi UGM, pada tahun 2014 nanti, industri yang memanfaatkan IT sebagai basis kerja akan mengalami perkembangan. Selain memudahkan proses kerja, menurut Maryono, gaya hidup masyarakat saat ini sudah tidak dapat terlepas dari piranti teknologi. Oleh karena itu, industri yang bergerak di sektor ini akan memiliki posisi strategis dan semakin banyak dibutuhkan konsumen.

PT Formulatrix Indonesia sebagai salah satu perusahaan pengembang IT memiliki beberapa divisi kerja yang didukung SDM mumpuni untuk dapat meraih target yang ingin dicapai. Salah satunya Rhayu Wijanarko yang menjabat sebagai R&D Software Engineer PT Formulatrix. Menurut pengakuan Rhayu, sapaan akrabnya, keunikan posisi ini adalah pentingnya memadukan keterampilan teknikal dan manajerial. Ia tidak hanya bertugas mengembangkan perangkat lunak semata, tetapi juga harus mengatur tim pengembang dan siklus pengembangan perangkat lunak agar dapat bekerja dengan baik.


Tanggung Jawab dan Tugas


Sebagai seorang R&D Software Engineer, Rhayu bertanggung jawab memimpin serta mengatur tim pengembang dan siklus pengembangan perangkat lunak. Sehari-hari, ia memiliki beberapa tugas yang harus diselesaikan. Pertama, merencanakan dan memantau siklus pengembangan perangkat lunak. Kedua, berkoordinasi dengan departemen mekatronika untuk memastikan fitur baru yang dikembangkan sesuai dengan harapan. Ketiga, berdiskusi dengan tim rekayasa untuk memecahkan masalah teknis yang dihadapi.


Rhayu menuturkan, untuk dapat menjadi R&D Software Engineer seperti dirinya, kita harus menguasai beberapa keterampilan seperti rekayasa perangkat lunak, manajemen dan kepemimpinan serta memiliki kemampuan komunikasi yang efektif karena harus berhubungan dengan manajer produk di kantor pusat yang berbeda zona waktu 12 jam. “Selain memiliki keterampilan rekayasa perangkat lunak, juga harus menguasai manajemen dan kepemimpinan karena kita harus mengatur tim pengembang dan siklus pengembangan perangkat lunak,” tutur pria 41 tahun ini.


Selain memiliki keterampilan tersebut, seorang R&D Software Engineer juga harus memiliki beberapa pengetahuan untuk mendukung pekerjaan seperti pengembangan perangkat lunak, pengujian perangkat lunak, perencanaan penelitian, fisika dasar dan fisika fluida serta otomasi dan sistem kontrol.


Tidak Mudah Puas


Untuk menempati posisi ini, butuh orang yang memiliki kemampuan bekerja sama dalam tim serta memiliki motivasi tinggi untuk mecapai tujuan dengan arahan minimal. Sedangkan jurusan yang dibutuhkan untuk menjadi R&D Software Engineer adalah Teknik Komputer dengan jenjang pasca sarjana, meskipun juga tidak menutup kemungkinan lulusan dari jurusan lain dapat berkarir di bidang ini.


Menurut Rhayu, untuk dapat sukses berkarir di posisi ini, kita harus sering memperbarui pengetahuan umum mengenai otomasi mekatronika. Selain itu, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sikap tidak mudah puas juga sangat diperlukan jika ingin meraih sukses. “Kuncinya selalu ingin tahu, tertarik dengan hal baru dan tidak pernah puas dari yang telah dicapai sebelumnya,” tandas pria asli Surakarta ini.


Menyukai Semenjak Kuliah


Menurut penjelasan Rhayu, perbedaan R&D Software Engineer dengan profesi serupa di perusahaan lain adalah bidang yang ingin dikembangkan serta jumlah tim yang terlibat. Formulatrix menitikberatkan di bidang rekayasa dengan anggota tim yang tidak terlalu besar per proyeknya. Oleh karena itu cepat belajar dan memiliki keterampilan di bidang lain sangat diperlukan untuk berkarir di perusahaan ini.


“Perusahaan kami adalah perusahaan yang menitikberatkan dibidang rekayasa, dengan anggota tim yang tidak terlalu besar per proyeknya, sehingga kecepatan belajar dan penguasaan di bidang lain sangat diperlukan. Misalnya saya sebagai software engineer, pengetahuan di bidang elektronika dan mekanik sangat membantu untuk penyelesaian masalah teknis,” ujar Rhayu.


Berbicara mengenai kendala, lulusan Universitas Kristen Satya Wacana, Fakultas Teknik Elektro tahun 1996 ini mengatakan, kesempatan bertemu dengan pengguna secara langsung cukup terbatas sehingga agak sulit untuk membaca apa yang mereka harapkan. Selain itu, karir yang ia jalani saat ini, secara garis besar tidak sama dengan pelajaran yang diterima saat kuliah. Rhayu mengaku banyak belajar secara otodidak untuk masalah pengembangan perangkat lunak. Namun karena sudah menggemari semenjak kuliah, segala kendala yang dihadapi bukanlah sebuah hambatan besar.


“Saya belajar otodidak dan memang sejak mahasiswa sudah menggemari bidang ini. Oleh karena posisi saya sekarang mengharuskan saya untuk berinteraksi dengan insinyur dari bidang mekatronika, latar belakang teknik elektronika saya sangat membantu untuk kelancaran komunikasi,” kata Rhayu mengakhiri perbincangan.


Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda suka bekerja di bidang pengembangan perangkat lunak? Apabila iya, memilih karir sebagai R&D software engineer menawarkan tantangan yang juga sangat menarik. [CN/AR/VIN]^^

Tags : job desc software engineer, r&d software engineer, kemampuan teknik dan manajerial
Rhayu Wijanarko: Padukan Kemampuan Teknis dan Manajerial | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png