Office Hour, Kamis, 02/01/2014 10:00 WIB

Luthfiana Irmasari: PR Executive, Ujung Tombak Pembentukan Citra Perusahaan

Seorang public relations haruslah mampu menjadi juru bicara perusahaan yang baik. 
Luthfiana Irmasari: PR Executive, Ujung Tombak Pembentukan Citra Perusahaan
Cuaca Yogyakarta cukup mendung sore itu. Wajar saja, akhir-akhir ini hujan deras sering mengguyur kota budaya ini. Untung saja tidak hujan deras kala itu sehingga tim ECC UGM tak perlu basah kuyup untuk sampai ke sebuah hotel bintang lima di kawasan Jalan Suryotomo. 

Di sanalah kami bertemu dan berbincang dengan Luthfiana Irmasari, Public Relation (PR) Executive hotel Melia Purosani. Di sela-sela kesibukan kerja, Irma, begitu ia biasa disapa, berbagi cerita seputar pengalamannya selama berkarir di dunia perhotelan. 


Irma mulai bergabung bersama Melia Purosani semenjak tahun 2007. Kala itu, ia bergabung di front office menjabat sebagai gate relation officer hingga 2008. Setelah itu, mulai 2008 hingga 2011, ia pindah ke divisi sales department. Perempuan 31 tahun ini baru mulai menjadi PR sejak Desember 2011.


Sebagai PR Executive, Irma bertanggung jawab sebagai representasi hotel. Ia memikirkan strategi untuk membentuk citra hotel di hadapan khalayak umum. Selain itu, Irma juga menjadi ujung tombak yang memperkenalkan hotel dan segala fasilitas yang ditawarkan kepada dunia luar. “Kita memberikan citra atau image hotel yang baik, caranya melalui berita di media, atau lewat iklan. Kita juga menjadi ujung tombak yang memberikan visi dan misi hotel ini kepada umum. Memperkenalkan Melia Purosani itu dari mana dan hotelnya seperti apa. Kita harus bisa menyampaikan ini di luar,” terang Irma.


Sepintas, tugas sehari-hari Irma memang tampak mudah. Ia membaca koran, majalah, ataupun media lain untuk memantau perkembangan berita terbaru. Ia juga memantau dan mengisi konten website hotel serta mengirim rilis kegiatan kepada rekanan media, baik rilis aktivitas hotel, promosi makanan, promosi kamar, aktivitas corporate social responsibility (CSR), serta masih banyak lagi yang lain. Namun di situlah tantangan berada karena ia harus menjadi orang yang update informasi. Menjadi orang yang pertama tahu informasi akan lebih baik lagi bagi seorang PR.


Penting Bersosialisasi


Sebagai seorang PR Executive, Irma dituntut untuk mengikuti perkembangan informasi mulai dari sosial, ekonomi, politik, hingga budaya. Tidak hanya itu, informasi mengenai restoran baru, hotel, atau tempat wisata juga sangat penting. Selain mengantisipasi jika ada tamu yang bertanya, informasi semacam itu juga berguna bagi pihak manajemen hotel.


Menurut penuturan Irma, seorang PR juga harus memiliki keterampilan menulis. Tentu saja, PR juga harus membuat rilis yang diberikan kepada media dan membuat materi untuk website hotel. Irma mengaku banyak belajar dari wartawan mengenai cara menulis yang baik. “Memang harus bisa menulis. Kalau saya, background bukan dari PR. Saya dari sastra Inggris. Saya memang latihan, tanya sama teman-teman wartawan juga, bagaimana menulis yang bagus dan tepat, biar enggak banyak di-edit kalau mengirim rilis ke media,” ujarnya sambil tersenyum.


Selain terampil menulis, PR juga harus menguasai bahasa, khususnya Indonesia dan Inggris. Penguasaan bahasa asing lainnya akan menjadi nilai plus bagi seorang PR. Irma menambahkan, untuk sukses menekuni profesi ini, Anda tidak perlu membatasi diri ke dalam pemikiran yang dapat menghambat kemajuan karir. Jika terkendala dengan rasa kurang percaya diri, misalnya, Anda harus mencoba berani dan menghilangkan perasaan itu. Paham dan akrab dengan teknologi terbaru juga akan memudahkan Anda melakukan pekerjaan sehari-hari jika terjun di bidang ini.


Hal terpenting yang perlu dimiliki seorang PR adalah kemauan bersosialisasi. Melalui kemampuan inilah seorang PR bisa membuat jaringan baru dan menjaga kerjasama yang telah terjalin. “Yang paling penting adalah kemampuan bersosialisasi. Bagaimana caranya bikin koneksi, lalu maintain relationship. Kita harus menjalin kerjasama yang sudah kita jalin dengan media, perusahaan, dan semua pihak yang berhubungan dengan kelangsungan hotel,” tandas Irma


Waktu Fleksibel


Ingin sukses berkarir di dunia perhotelan? Irma menegaskan, Anda harus siap kerja dengan waktu yang fleksibel dan tidak berpegang pada patokan jam kerja kantor. Apalagi jika Anda bergabung di bagian sales atau PR. Bila sedang menjalankan event, Anda harus siap kerja lebih dari biasanya hingga kegiatan tersebut usai. 


“Kalau hotel, waktunya sangat fleksibel. Kalau ada event, bisa sampai malam, sampai itu selesai. Kalau ada teman-teman yang mau kerja di hotel atau kerja jadi PR, enggak ada ruginya kok. Mumpung masih muda, masih ada tenaga, dan waktu. Toh, itu semua akan jadi pelajaran berharga. Mental kita akan semakin terbentuk,” tutur Irma mantap.


Selain soal waktu, tantangan menekuni profesi ini adalah inovasi yang harus terus dilakukan untuk membentuk citra hotel mengingat persaingan yang semakin kompetitif. PR harus pandai-pandai membuat strategi promosi yang berbeda dari pihak lain, misalnya memperbanyak aktivitas CSR dan membuat event yang belum pernah dibuat sebelumya.


Irma menambahkan, perbedaan PR di sebuah hotel dengan profesi serupa di perusahaan lain adalah masalah relationship dan hubungan individu. Produk utama hotel adalah pelayanan sehingga seorang PR di bidang industri ini harus mencerminkan service yang ingin diberikan hotel.


Tertarik menjadi PR di hotel bintang lima ini? Lulusan Sastra Inggris Universitas Negeri Sebelas Maret tahun 2007 ini menuturkan, mahasiswa dari jurusan apapun dapat bergabung. Asalkan mampu dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan, peluang untuk bergabung masih terbuka lebar. Irma melanjutkan, grup Melia Hotels International sudah memiliki standar yang harus dimiliki oleh setiap karyawan yakni service excellent, jujur, dan profesional yang berarti dapat membedakan urusan pribadi dan pekerjaan. Karyawan juga harus siap bekerjasama karena pekerjaan di hotel bersifat teamwork.


Apakah Anda tertarik berkarir di hotel? Menjadi PR Executive seperti Irma banyak menawarkan tantangan menarik. Tuntutan untuk bekerja fleksibel justru akan melatih mental agar kuat menghadapi tantangan selanjutnya. Siap menerima tantangan dan menggapai karir impian? [CN/AR/VIN] ^^


Tags : job desc public relations, PR Executive, job desc bidang perhotelan, melia purosani yogyakarta
Luthfiana Irmasari: PR Executive, Ujung Tombak Pembentukan Citra Perusahaan | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png