Office Hour, Selasa, 31/12/2013 12:00 WIB

Mitsalina Nisrinawati: Srikandi di Perusahaan Minyak dan Gas

Perempuan pun bisa berkarir di ranah pekerjaan yang biasanya diisi oleh laki-laki.
Mitsalina Nisrinawati: Srikandi di Perusahaan Minyak dan Gas
Hadirnya emansipasi yang diusung R.A. Kartini juga Kongres Perempuan, menambah semangat para wanita untuk menyamakan kodratnya dengan para pria. Adalah Mitsalina Nisrinawati, yang turut menambah deret wanita berprestasi yang bekerja di sektor laki-laki. Isna, begitu ia kerap disapa, telah mencicipi bekerja di tiga perusahaan migas terkemuka di dunia. Bagaimana kisah Isna? Simak yuk!

Saat ini, Isna sedang meniti karir sebagai Electrical Engineer di perusahaan migas asal Amerika Serikat, ExxonMobil. Sebelumnya, gadis berkerudung ini  pernah pula menjadi salah satu engineer di dua perusahaan migas multinasional, yakni Halliburton dan Schlumberger.


Lulusan Teknik Elektro UGM angkatan 2007 ini, sejak di bangku kuliah sudah ingin bekerja di perusahaan migas. “Dulu saya ingin kerja di migas karena pengaruh kakak angkatan yang banyak bekerja di ranah itu,” ungkap Isna yang dihubungi pihak ECC UGM melalui telepon.


Ia pun memulai perjalanan karirnya dengan melamar ExxonMobil beberapa bulan sebelum sidang kelulusan. “Sayangnya waktu itu saya cuma sampai di tahap tes terakhir, dari tiga orang kandidat hanya satu orang yang diambil dan saya termasuk yang belum beruntung,” ucap gadis asli Yogyakarta ini.


Isna kemudian mencoba peruntungannya di Halliburton dan Schlumberger. “Alhamdulillah saya diterima di dua perusahaan itu,” aku Isna sumringah. Namun karena Halliburton yang terlebih dulu memanggilnya, Isna bekerja di Haliiburton terlebih dahulu walau hanya satu bulan. Selanjutnya ia pun bekerja di Schlumberger selama tujuh bulan. Baru pada Februari 2013, Isna mulai berkarir di ExxonMobil.


Tantangan pekerjaan


Isna memang bukan satu-satunya wanita yang bekerja di ranah pekerjaan pria. Tapi pekerjaan Isna sebagai electrical engineer patut diacungi jempol. Sejak November 2013, Isna ditempatkan di lapangan gas South Lhok Sukon (SLS), Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darrussalam (NAD). Ia pun menjadi satu-satunya engineer wanita disana. “Sebenarnya kalau di kantor, ada karyawan wanita seperti di bagian finance dan public environment affair, tapi kalau engineer hanya saya sendiri,” pungkas Isna yang saat kuliah pernah mendapat beasiswa TF – NTU LEaRN Programme.


Sebagai electrical engineer, tanggung jawab yang dipikul Isna cukup menantang. “Di ExxonMobil ini, tugas saya melakukan develop dan juga maintenance tenaga-tenaga listrik yang berhubungan dengan gas,” tandas gadis kelahiran 19 Oktober 1989. Kewajiban Isna lainnya sebagai electrical engineer adalah harus bisa menguasai kondisi lapangan serta melakukan fungsi manajerial. “Saya juga harus belajar untuk selalu sopan, karena anak buah saya hampir semuanya teknisi yang umurnya jauh lebih tua dari saya,” ucapnya seraya menjelaskan tantangan menjadi Electrical Engineer.


Meski jam kerja Isna hanya dari pukul tujuh pagi hingga lima sore, namun tak jarang Isna harus bekerja 24 jam. “Kalau ada alat yang rusak, itu tanggung jawab saya untuk memastikan sampai benar lagi,” ungkapnya. Tantangan lain ialah kondisi lingkungan dan cuaca. Letak Lhoksukon yang berada di tengah hutan, kadang sulit dilewati ketika hujan.


Namun, Isna tampak sudah terbiasa dengan situsasi seperti. Pasalnya, ketika menjalani training di dua perusahaan terdahulunya, Isna pun sudah ditempa oleh materi training yang cukup menantang. “Yang paling berkesan saat saya training Schlumberger di Abu Dhabi, saya training saat Ramadhan dengan cuaca 50 derajat celcius,” kenang Isna. Kala itu, Isna satu-satunya wanita dari 30 peserta training dari seluruh dunia. “Dulu tidak dibedakan pria dan wanita, saya pun dapat tugas yang sama dengan pria, seperti mengangkat beban 50 kilogram,” kelakar Isna yang menjadi satu dari tiga peserta training asal Indonesia.


Banyak keuntungan

Seperti pepatah bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Kerja keras Isna di tiga perusahaan migas pun mendatangkan  banyak keuntungan. “Senangnya sih, kerja di migas terutama multinasional bikin saya bisa jalan-jalan ke luar negeri dengan gratis,” katanya. Seperti diceritakan diatas, saat di Schlumberger, Isna telah mengunjungi Abu Dhabi selama 3,5 bulan untuk training. Di perusahaannya kini, Isna sudah pernah menginjakkan kaki di Houston, kota asal ExxonMobil, selama satu minggu untuk training. Ia pun pernah mengunjungi Singapura dan Malaysia untuk tugas pekerjaan.


Kepada para jobseeker dan mahasiswa tingkat akhir terutama wanita, Isna berpesan jangan ragu jika ingin bekerja di perusahaan multinasional. “Di perusahaan multinasional, pemikiran dan pressure  kamu benar-benar diuji. Itu sangat bagus buat kamu yang mau berkembang,” tandas Isna. Ia menambahkan, persiapan untuk memasuki perusahaan multinasional yang utama adalah bahasa asing terlebih bahasa Inggris. Jika belum lancar berbahasa Inggris, pelajarilah mulai dari sekarang.

“When we do the best we can, we never know what miracle is wrought in our life, or in the life of another” -Helen Keller

Terbukti, tak hanya pria yang dapat sukses di ranah teknik, wanita pun bisa. Semoga Anda para wanita dapat menjadi srikandi selanjutnya yang mengharumkan nama Indonesia, ya. Sukses untuk Anda! [CN/NIS/VIN]^^

Tags : ranah pekerjaan pria, bidang kerja perempuan, perempuan sukses di pekerjaan laki-laki
Mitsalina Nisrinawati: Srikandi di Perusahaan Minyak dan Gas | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png