Enterpreunership, Jumat, 22/11/2013 14:00 WIB

Chem E-Car: Harumkan Indonesia di Negeri Kanguru

Indonesia harus bangga dengan kreasi terbaik anak bangsa. Chem E-Car adalah salah satu bukti nyata.
Chem E-Car: Harumkan Indonesia di Negeri Kanguru
Bahan-bahan kimia ternyata tak selamanya berbahaya. Di tangan-tangan  kreatif, bahan kimia pun bisa menjadi komponen bermanfaat, salah satunya bahan bakar. Inilah yang dilakukan oleh mahasiswa teknik yang tergabung dalam Tim Chem E-Car UGM. Dimana dua mobil E-Car buatan mereka telah memenangkan perlombaan yang digelar di Australia pada Oktober lalu.

Muhammad Yanriasna Indradja  menjelaskan bahwa Chem E-Car merupakan proyek kolaborasi tiga jurusan. “Mobil Anjani II, yang meraih juara pertama, merupakan kolaborasi teknik kimia, mesin dan elektro. Sedangkan Subali V yang menjadi juara keduaadalah kolaborasi antara teknik kimia dan mesin,” terangnya lebih lanjut. Ketua tim Chem E-Car ini menceritakan bahwa proyek yang dimulai pada 2010 tersebut berawal dari lomba inisiasi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Pun, dalam dunia internasional Chem E-Car telah ada sejak 1993 di bawah naungan American Institute of Chemical Engineers (AIChE).                  

 

Radja, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa E-Car merupakan aktualisasi teori-teori yang didapatkannya di balik bangku perkuliahan. “Meski bukan bagian dari perkuliahan, namun proyek ini memberi pengalaman praktis yang tidak didapatkan di dalam kelas,” ujarnya. Ia pun menambahkan bahwa kegiatan ini sama sekali tidak menganggu jalannya perkuliahan karena proses perakitan mobil hanya memakan waktu selama dua minggu.


Ditanya mengenai rahasia kemenangan timnya dalam perlombaan, Radja menjelaskan bahwa setiap mobil memiliki karakteristik masing-masing sesuai  ketentuan lomba. Itulah yang melandasi mengapa tim E-Car selalu mengeluarkan tipe baru tiap perlombaan. “Selain faktor keberuntungan, presisi mobil serta penggunaan tenaga yang mudah untuk dilakukannya handle menjadi salah satu poin penilaian,” ia menerangkan.


Sebagai contoh, presisi mobil dinilai dari kedekatan antara posisi mobil dengan jarak yang telah ditentukan pada field berbentuk juring. Penggunaan tenaga atau reaksi kimia pun turut berpengaruh. Subali V misalnya, memanfaatkan reaksi antara Hydrogen Peroxide (H2O2) dengan Potassium Iodide (KI) sebagai penghasil oksigen, tekanan penggerak piston. Sedangkan Anjani II memakai Sodium Hydroxide (NaOH) dengan Aluminium (Al)  sehingga menghasilkan gas H2. Gas ini nantinya disalurkan pada sebuah fuel cell yang menghasilkan arus liistrik sebagai penggerak motor. 


Dengan banyaknya komponen kimia yang digunakan, Radja mengungkap bahwa satu mobil dapat memakan biaya sampai 5 juta rupiah. “Jika digabungkan bahan yang digunakan saat latihan, biaya satu mobil ada di kisaran 7-10 juta rupiah. Biaya tersebut tentunya bergantung pada kompleksitas bahan kimia yang dibutuhkan” jelasnya lebih lanjut.


Ke depan, Radja berharap agar mobil ini bisa diproduksi secara massal. Sebab, Radja pun mengakui bahwa mobil-mobil E-Car masih susah dikomersialisasikan. "Tak hanya di UGM saja, di tempat lain, mobil E-Car masih susah untuk dikomersialisasikan," ujarnya. Semisal Subali, agar bisa berjalan sepanjang 30m membutuhkan tekanan sekitar 250 psi. “Kalau Subali nanti jatuhnya seperti mobil tangki, karena tangkinya pasti lebih besar dibandingkan kursi penumpang. Tapi Andini masih memungkinkan karena ia memanfaatkan teknologi fuel cell,” pungkasnya.

Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, tetapi tanya apa yang telah kamu berikan pada negara _John F. Kennedy_

Mereka adalah salah satu contoh generasi muda yang menyumbangkan kreasi untuk negeri. Bagaimana dengan Anda? Yuk, sumbangkan karya positif untuk negeri ini! [CN/DN/VIN/AGG]^^





Tags : chem e-car UGM, mobil ramah lingkungan UGM, pemanfaat bahan kimia
Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan Enterpreunership,
Senin, 14/11/2016 09:35 WIB Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda Enterpreunership,
Rabu, 09/11/2016 11:35 WIB Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda
Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing Enterpreunership,
Selasa, 05/01/2016 11:08 WIB Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing
Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli Enterpreunership,
Selasa, 22/12/2015 11:07 WIB Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan Enterpreunership,
Rabu, 09/09/2015 09:45 WIB Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan
Chem E-Car: Harumkan Indonesia di Negeri Kanguru | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png