Office Hour, Rabu, 20/11/2013 15:00 WIB

Anthony Tarigan : Tantangan menjadi Personal Development Comittee CHEVRON

Bagaimana ia mampu mengemban tanggung jawabnya di sebuah perusahaan besar? Simak lebih dekat, yuk!
Anthony Tarigan : Tantangan menjadi Personal Development Comittee CHEVRON
Chevron, adalah salah satu perusahaan perminyakan dan energi yang memiliki nama besar di tanah air. Sebagai salah satu perusahaan yang bonafide, tentu juga didukung dengan sumber daya manusia yang juga  berkualitas. Siapa salah satu sosok SDM berkualitas tersebut? Dia adalah Anthony Tarigan. Pria yang telah malang melintang selama 28 tahun di Chevron ini, berbagi cerita pada ECC UGM mengenai perjalanan karirnya di Chevron.
Dalam perjalanannya, dedikasi yang tinggi menjadi alat utama agar mampu melakoni tugas-tugas yang diembannya. Dan itulah mengapa akhirnya ia mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Personal Development Comittee selama dua tahun terakhir.

Tentu dengan jabatan yang tidak main-main itu, tugas yang ia jalankan pun juga cukup rumit. Secara umum, yang menjadi job desc baginya adalah mengelola dan melakukan koordinasi berkenaan dengan proses pengembangan karir pegawai Chevron, di seluruh Indonesia. “Pengembangan karir yang dimaksud meliputi proses pelatihan, penempatan lokasi dan bidang pekerjaan, promosi jabatan, hingga tahap pengembangan karir,” tutur Anthony.

Setiap posisi dalam suatu pekerjaan, tentunya memiliki tantangan tersendiri, begitu pula dengan posisi yang didudukinya kini. Namun, menurutnya yang terpenting adalah menyatukan pikiran dengan karyawan serta mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak. “Harus bisa mencari jalan tengah, apalagi ada perbedaan visi misi setiap individu,” tukasnya menjelaskan. Dan tentunya ia pun harus mampu menyesuaikan pola pikir dan pula mengerti mereka.

Ia pun menambahkan tentang bagaimana tip untuk bisa menduduki posisi seperti dirinya. “Syarat pokok yang tidak bisa ditawar adalah adanya pengalaman di lapangan baik di bidang engineering maupun officer,” ujarnya mantap. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka jurusan bidang studi apapun bukanlah masalah, asalkan memiliki pengalaman kerja yang cukup lama. Dengan demikian  fresh graduate  hendaknya memperkaya softskill yang dimiliki dan memperbanyak pengalaman bekerja di lapangan.

Terkait dengan anggapan umum bahwa Chevron hanya menerima lulusan dari jurusan Teknik, ia pun membantah. Ia menyatakan bahwa sebagai sebuah perusahaan besar di bidang perminyakan dan energi, Chevron tentu juga membutuhkan individu-individu yang terampil dalam berolah kata. “Entah dalam hal pemasaran atau kegiatan komunikatif lain, Kita membuka kesempatan bagi jurusan lain yang memang expert dalam bidang tersebut,” jelasnya. Namun demikian, tetap harus memiliki kualifikasi khusus yang sesuai kebutuhan perusahaan dan didukung dengan pengalaman kerja yang cukup matang.

Nah, bagaimana? Tertarik? Tetap semangat terus, ya! [CN/OCH/VINI/AGG]^^


Tags : personal development comittee, job desc chevron indonesia, chevron indonesia, personal development ECC UGM
Anthony Tarigan : Tantangan menjadi Personal Development Comittee CHEVRON | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png