Enterpreunership, Senin, 04/11/2013 14:25 WIB

KRMT Indro Kimpling Suseno: Action itu Penting Untuk Menjadi EO

Simak yuk, bagaimana Indro Kimpling sukses membina usahanya.
KRMT Indro Kimpling Suseno: Action itu Penting Untuk Menjadi EO
Menyelenggarakan event sepertinya sudah menjadi bagian hidup KRMT Indro 'Kimpling' Suseno SH. Pria yang lebih dikenal dengan Indro Kimpling ini telah aktif di dunia event organizer (EO) semenjak duduk di bangku sekolah menengah atas. Hingga saat ini, Kimpling masih aktif menjadi EO, bahkan ia memiliki bisnis yang juga sangat berhubungan dengan dunia EO.
Belajar Mulai Dari Hal Kecil


Kesuksesan yang Kimpling raih saat ini tidak serta merta terjadi. Ia juga mengalami proses belajar yang cukup panjang. Semenjak berada di bangku sekolah menengah atas, Kimpling sudah mengenal dan dekat dengan dunia panggung.


“Saya mulai suka EO sejak di SMA tahun 1978. Waktu itu SMA saya, SMA Padmanaba merupakan satu-satunya sekolah yang sudah menyelanggarakan pentas berprinsip pada EO profesional. Itu masih jadi hal asing pada tahun itu. Pada saat itulah saya mulai akrab dengan dunia EO, menyusun acara, menggalang dana dan sebagainya,” papar ketua dan pendiri Keluarga Musik Penyanyi Artis Panggung Yogyakarta ini.


Keseriusannya pada EO dilanjutkan pada saat kuliah di Fakultas Hukum UGM tahun 1981 sampai 1988. Salah satu event yang ia tangani adalah acara peringatan Dies UGM tahun 1986. Kimpling dan timnya sukses menyelenggarakan pentas Gitalaksita Jatismara yang melibatkan 250 personil dari beberapa unit kegiatan mahasiswa di UGM. Pentas ini berhasil membuat gebrakan baru dari pentas dies yang di tahun-tahun sebelumnya kurang ada greget secara entertainment.


Setelah lulus kuliah, Kimpling langsung diterima bekerja di Bagian Organisasi Tata Laksana Pemerintah Provinsi DIY. Namun, ia hanya bertahan selama dua tahun. Ia kemudian keluar dan memilih bekerja di bagian promosi surat kabar harian Yogyakarta, hingga pada tahun 2000, Kimpling menekuni bisnis EO secara total.


Siap Berbagai Antisipasi


Menekuni dunia EO bukan hal yang mudah, ada banyak tantangan nyata dari segala penjuru. Menurut Kimpling, untuk dapat bertahan menjadi EO harus cepat dalam berpikir dan membuat rencana, memutuskan masalah secara cepat, berani mengambil resiko, serta cermat dalam mengontrol pelaksanaan acara.

Dunia EO itu tantangannya riil di segala lini

“Dunia EO itu tantangannya riil di segala lini. Misalnya untuk membuat sebuah gelaran yang hanya berlangsung tiga jam atau pameran yang maksimal hanya satu minggu, untuk persiapannya butuh waktu lama. Kita juga harus punya plan a, plan b dan seterusnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” tukas lulusan Fakultas Hukum UGM ini ketika ditemui di kediamannya di daerah Danurejan Yogyakarta.


Pria berkacamata ini menegaskan, cermat adalah sikap yang wajib dimiliki bila ingin terjun ke dunia EO. Seorang EO harus peka melihat segala permasalahan yang muncul serta tidak menunda dalam menyelesaikan. Upaya ini dilakukan agar masalah yang terjadi tidak menimbulkan kekacauan lain yang lebih besar.


Merasa Belum Sukses


Hingga saat ini, sudah banyak event yang ditangani Kimpling. Ia juga telah beberapa kali menjadi ketua HUT Kota Yogyakarta. Berkat kecintaanya pada EO pula, ia berhasil menulis dua buku berjudul Cara Pinter Event Organizer dan Cara Pinter Mengelola Keuangan Event Organizer. Banyak karya yang telah ia torehkan, tetapi ia justru merasa belum sukses menekuni pekerjaannya saat ini.


Kimpling akan merasa sukses bila banyak anak muda Indonesia mengikuti jejaknya menjadi EO dan menghilangkan pemikiran bahwa bekerja harus di kantoran. Bisnis juga menawarkan keuntungan yang tak kalah menjanjikan bila ditekuni secara ulet. “Masih sedikit anak muda yang jadi EO. Perlu dicoba dan jangan takut gagal. Gagal adalah hal yang biasa. Semakin banyak masalah juga harus semakin cepat diatasi, jangan hanya dipikirkan,” ucap pendiri Kabare Magazine, Kabare Production, dan Jogja Gallery ini.


Menghadapi segala kendala dan tantangan yang menghadang, Kimpling menandaskan bahwa yang terpenting adalah action. Selesaikan segala permasalahan yang terjadi dengan tindakan nyata, jangan hanya dipikir dalam angan-angan belaka.


Nah, menantang bukan menjadi seorang EO? Bila ingin sukses menekuni bidang ini, segera lakukan tindakan nyata untuk mewujudkan ide dan rencana Anda. Semangat! [CN/AR/VINI]^^ 



Tags : indro kimpling suseno, event organizer job, job desc event organizer
Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan Enterpreunership,
Senin, 14/11/2016 09:35 WIB Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda Enterpreunership,
Rabu, 09/11/2016 11:35 WIB Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda
Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing Enterpreunership,
Selasa, 05/01/2016 11:08 WIB Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing
Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli Enterpreunership,
Selasa, 22/12/2015 11:07 WIB Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan Enterpreunership,
Rabu, 09/09/2015 09:45 WIB Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan
KRMT Indro Kimpling Suseno: Action itu Penting Untuk Menjadi EO | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png