Enterpreunership, Kamis, 17/10/2013 00:00 WIB

M. Hardhantyo Puspowardoyo: Lembaran Kertas Sumber Rejeki Tanpa Batas

Awalnya hanya tidak sengaja. Namun siapa sangka, langkah yang ditempuhnya justru menghasilkan pundi-pundi finansial.
M. Hardhantyo Puspowardoyo: Lembaran Kertas Sumber Rejeki Tanpa Batas

Mungkin tak pernah terpikir sebelumnya oleh M. Hardhantyo Puspowardoyo, yang kuliah di Pendidikan Kedokteran untuk menjadi pemilik usaha fotokopi. Namun begini lah ia sekarang. Di samping menyelesaikan studinya, ia sukses menjadi wirausahawan muda di bidang fotokopi.


Bagi mahasiswa yang tinggal di daerah UGM atau UNY, mungkin sudah tak asing lagi dengan Cozy. Sebuah tempat fotokopi 24 jam yang dikelola oleh M. Hardhantyo Puspowardoyo sejak 2008. Tyo, begitu ia kerap disapa, memulai usahanya dengan tidak sengaja. “Dulu saat semester dua, saya menghilangkan laptop teman. Saya berhutang untuk mengganti laptopnya, dan sejak itu saya berpikir bagaimana membayar hutang yang saya gunakan untuk membeli laptop,” kisah mahasiswa Pendidikan Dokter UGM 2005 ini.


Awalnya Tyo berjualan roti bakar. Pagi-pagi sebelum berangkat kuliah, ia membuat roti bakar lalu ia titipkan di kantin fakultas. “Saat itu untungnya lumayan mencapai Rp 500.000,00, tapi kalau hanya sebesar itu akan lama mengganti hutangnya,” tutur Tyo. Pria asal Jakarta ini pun memutar otaknya. Ia mulai melakukan usaha fotokopi. Teman-teman yang ingin fotokopi materi kuliah menitipkan ke Tyo. Ia pun menjadi perantara antara teman-temannya dengan tempat fotokopi. Lalu keuntungan hasil fotokopi tersebut ia kumpulkan hingga akhirnya bisa membeli alat fotokopi.


Setelah memiliki alat sendiri, keuntungan Tyo semakin banyak. Dalam sebulan ia menghasilkan keuntungan Rp 16.000.000,00. Akhirnya saya bisa melunasi alat fotokopi seharga Rp 25.000.000,00 dalam dua bulan,” ungkapnya. Lalu pada 1 Juli 2008, Tyo pun membuka outlet fotokopi milik sendiri dengan nama Cozy.


Perjalanan usaha Tyo dari awal hingga saat ini memiliki lima cabang Cozy tak lepas dari rintangan. “Dulu saya hanya punya tiga orang karyawan lulusan SMK. Saya mencari orang yang sama-sama membutuhkan. Saya butuh orang, mereka butuh pekerjaan,” kisahnya. Dari gaji karyawan yang dulu hanya Rp 400.000,00, kini Tyo dapat menggaji karyawannya hingga yang terbesar Rp 1.500.000,00 per bulan.


Kunci sukses Tyo adalah dengan mengelola sendiri kelima cabang Cozy. “Saya tidak menggunakan cara franchise, karena  franchise cepat tumbuh tapi tidak sustain,” pungkas pria yang lulus tahun 2009 ini. Karenanya, ia tetap memegang tanggung jawab dan membuat keputusan sendiri bagi usahanya. Pada 1 Juli 2011, ia pun melebarkan sayap usahanya ke ranah sepak bola. Ia mendirikan Futsal Arena di daerah UNY. “Alasan saya membuka futsal, karena Jogja adalah kota mahasiswa, dan futsal adalah salah satu ajang mahasiswa berkumpul bersama teman-temannya,” seloroh Tyo.


Kini, sambil menjalani usahanya, Tyo pun sedang melakukan magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. Disamping itu, Tyo juga sedang merampungkan tesis S2-nya sembari menjadi asisten profesor di Jurusan Pendidikan Dokter UGM. Pesan Tyo kepada mahasiswa atau lulusan baru yang ingin menjadi wirausaha adalah lakukan usaha sedini mungkin. “Jangan berpikir untuk memulai usaha setelah bekerja dan memiliki uang, karena kalau sudah bekerja umumnya orang-orang akan sibuk akan pekerjaannya,” ucap Tyo. Ia menambahkan, jika tidak pandai mengatur, usaha dan pekerjaan bisa sama-sama gagal.


Tyo pun berpendapat, ketika masih muda dan belum berkeluarga, seseorang akan lebih bebas melakukan berbagai hal termasuk usaha. “Kalau gagal tidak ada tanggungan untuk keluarga,” terang Tyo. Selain itu, para calon wirausahawan yang tinggal di Jogja pun harus merasa beruntung. Karena Jogja adalah kota kreatif dan kota dengan orang yang selalu silih berganti.

The sun is gone, i have a light _Kurt Cobain

Tyo adalah salah satu contoh wirausaha muda yang justru termotivasi ketika mendapatkan masalah. Nah, bagaimana dengan Anda? Sudah siapkah berwirausaha? Tidak ada salahnya terus mencoba. Kegagalan adalah enjoy yang tertunda.

If the sun is gone, you have your a light! _Kurt Cobain_ ^^


Tags : wirausaha jogja, cozy fotokopi yogyakarya, tips wirausaha jogja,
Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan Enterpreunership,
Senin, 14/11/2016 09:35 WIB Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda Enterpreunership,
Rabu, 09/11/2016 11:35 WIB Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda
Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing Enterpreunership,
Selasa, 05/01/2016 11:08 WIB Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing
Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli Enterpreunership,
Selasa, 22/12/2015 11:07 WIB Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan Enterpreunership,
Rabu, 09/09/2015 09:45 WIB Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan
M. Hardhantyo Puspowardoyo: Lembaran Kertas Sumber Rejeki Tanpa Batas | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png