Enterpreunership, Rabu, 16/10/2013 00:00 WIB

Alvin Photography: Rekam Sukses Bisnis Fotografi

Bisnis dalam bidang fotografi berhasil mengantarkannya sukses di usia yang relatif  muda.
Alvin Photography: Rekam Sukses Bisnis Fotografi
Ruangan bercat putih itu padat dengan foto. Tak kurang dari dua puluh bingkai tergantung di sepanjang dindingnya. Seakan belum cukup, meja kecil yang terletak di tengah ruangan pun turut diisi oleh album. Suasana artistik momen-momen kehidupan yang tertangkap kamera memancar dari bingkai dan album tersebut. Memenuhi studio Alvin Photograpy yang menjadi tempat Alvin, sang pemilik, menceritakan perjalanan bisnisnya sore itu.

Pertama berdiri pada 2009, kini Alvin Photography telah menjalin kerjasama dengan berbagai instasi semisal bank dan universitas. Kesuksesan in tentunya tak bisa dilepaskan dari kecintaan Alvin pada dunia seni. Ia mengisahkan, “Sedari kecil sudah tertarik dengan dunia seni terlebih gambar. Sebelum fotografi pun pernah mencoba musik dan mural,” kisahnya.


Berawal dari usaha freelance sebagai fotografer pada 2007 lalu, Alvin secara tidak sengaja bertemu dengan dua orang yang tertarik pada keahliannya. “Mereka menawarkan diri sebagai investor. Mekanismenya, semua operasional aku yang urus dan nanti kita bagi hasil,” tutur pria berkacamata ini. Dibantu dua orang sebagai tim operasional, Alvin pun mulai membangun bisnis studio tersebut.


Selama ini, dinamika dalam berbisnis diakuinya memang ada, tapi baginya itu merupakan hal yang lumrah. “Paling masalah sepi order. Biasanya saat bulan puasa atau Suro, soalnya orang jarang ada yang mau nikahan,” terangnya sambil tertawa. Namun, karena memang passion, Alvin mengaku tidak merasa ada hal yang benar-benar menjadi hambatan bagi bisnisnya.


Sebagai penyedia jasa fotografi, Alvin Photography memang berfokus pada momen perjalanan hidup semisal pra nikah dan pernikahan. Konsistensi Alvin mengabdikan momen-momen tersebut ternyata membawa usahanya sampai ke luar negeri. Singapura adalah negara yang beberapa kali didatanginya untuk mengabadikan momen pra nikah dan pernikahan. Ia menuturkan, “Klien biasanya orang Indonesia yang tinggal di Singapura.”


Melihat potensi dan kesempatan yang terbuka lebar, studionya pun menggagas paket photo trip. Sebuah paket wisata ke negara-negara seperti Korea Selatan ataupun Makau. “Paketnya sudah ada. Tapi masih menunggu ada yang memberi ongkos,” Alvin menjelaskan. Di samping itu, studio foto yang tertetak di daerah Condong Catur ini ternyata pernah didaulat menjadi fotografer acara ‘SM TOWN LIVE WORLD TOUR III in Jakarta’. Momen skala internasional ini dianggap Alvin sebagai proyek yang sedikit ajaib. “Saat itu kita diberi penawaran lo, bukan menawarkan diri. Itu yang sedikit ajaib,” kenangnya.


Lebih lanjut ia menceritakan bahwa pihak promotor menemukan karya-karyanya melalui sistem pencarian Google. Karena memakai search engine optimization, website studionya akan muncul di laman pertama jika memasukkan kata kunci tentang fotografi Yogyakarta. “Entah bagaimana mereka menemukan website itu, tapi karena ada kesempatan ya sudah kita langsung buat penawaran,” Alvin mengisahkan.


Selain studio, sekolah fotografi pun turut dibentuk demi mengakomodasi mereka yang ingin mengikuti pengajaran singkat. Selain itu, ada pula Semua Bisa Sekolah (Sebilah), usaha pemberdayaan berbentuk sumbangan yang diinisiasi Alvin secara pribadi. Berawal dari keinginannya menjadi orang tua asuh, Alvin menemukan bahwa tidak sedikit anak yang membutuhkan bantuan finansial demi melanjutkan sekolah. Oleh karena itulah ia mengajak teman-temannya agar turut menyumbang kepada anak-anak tersebut. “Prinsipnya semua bisa mendapatkan, tidak melulu yang memiliki nilai tinggi. Karena tidak hanya akademik yang menjadi indikator kemampuan seorang anak,” ujarnya menjelaskan.


Ditanya mengenai harapan ke depan, Alvin ingin agar studionya bisa memiliki cabang. Bahkan jika memungkinkan ia ingin membuka franchise studio foto. Sedangkan bagi Sebilah, ia ingin agar bisa membantu lebih banyak lagi anak. Ia menegaskan, “Fotografi itu bukan jenis bisnis yang bisa langsung memberdayakan orang, makanya lahir www.sebilah.com sebagai fasilitator”.


Dalam menjajaki dunia fotografi, Alvin menerangkan bahwa belajar teknis belumlah cukup. Setelah menguasai teknis, seni foto pun perlu dikembangkan agar bisa mendapat hasil memuaskan yang seimbang. Hal terakhir, manajemen pun perlu dipelajari jika ingin membuka studio. “Mempelajari manajemen adalah hal tersulit bila dibandingkan dengan dua kemampuan sebelumnya,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.


Nah, bagaimana? Sudah siapkah Anda menjadi wirausaha? Semangat ya! [CN/DN/DMS/VIN]^^


Tags : alvin photography photo studio, geliat industri fotografi yogya, bisnis fotografi yogyakarta, tips wirausaha mandiri yogyakarta
Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan Enterpreunership,
Senin, 14/11/2016 09:35 WIB Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda Enterpreunership,
Rabu, 09/11/2016 11:35 WIB Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda
Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing Enterpreunership,
Selasa, 05/01/2016 11:08 WIB Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing
Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli Enterpreunership,
Selasa, 22/12/2015 11:07 WIB Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan Enterpreunership,
Rabu, 09/09/2015 09:45 WIB Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan
Alvin Photography: Rekam Sukses Bisnis Fotografi | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png