Freelance, Kamis, 10/10/2013 00:00 WIB

Setyo Prasiyono Nugroho: Freelancer Tetap Bisa Hidup Mapan

Beranikah Anda memutuskan untuk merintis karir sebagai freelancer?
Setyo Prasiyono Nugroho: Freelancer Tetap Bisa Hidup Mapan
Ada banyak ragam pekerjaan yang dapat ditekuni. Tidak hanya yang di kantoran saja yang dapat sukses berkarir. Orang-orang yang memilih jalur bekerja lepas atau familiar disebut freelance juga memiliki kesempatan yang tak kalah besar untuk meraih sukses. Bagi orang-orang yang tidak suka terikat waktu kerja delapan jam sehari, freelance menjadi pilihan menarik yang patut diperhitungkan.

Setyo Prasiyono Nugroho salah satunya. Pria yang akrab dipanggil Tyo ini telah menjadi seorang konsultan kuliner selama lebih dari 10 tahun. Banyak perusahaan yang telah ia tangani, lokasinya pun tersebar di beberapa daerah seperti Lombok, Natuna, Bali dan masih banyak lagi perusahaan di daerah lain yang ia singgahi.


Tidak Khawatir Kekurangan


Menjadi seorang freelancer memberi kebebasan sepenuhnya pada Tyo untuk menerima atapun menolak pekerjaan yang datang. Ia juga tidak terikat kontrak dengan perusahaan mana pun karena statusnya yang merupakan pekerja lepas. Saat ditanya mengenai tidak tetapnya penghasilan yang diperoleh, pria usia 30 tahun ini sama sekali tidak khawatir kalau ia akan kekurangan financial. Penghasilan dari profesi yang ia jalani saat ini justru lebih dari cukup. “Saya sama sekali tidak khawatir akan kekurangan uang atau sepi tawaran pekerjaan. Kadang saya bekerja cuma berapa hari saja itu sudah setara dengan satu bulan gaji. Cukup kalau soal itu,” kisah Tyo dengan mantap.

Saya sama sekali tidak khawatir kekurangan uang atau sepi tawaran pekerjaan. Kadang saya bekerja cuma berapa hari saja itu sudah setara satu bulan gaji

Menurut penuturan pria lulusan AMPTA Yogyakarta jurusan Administrasi Perhotelan ini, keasyikan lain menjadi seorang freelancer yakni dapat memilih pekerjaan sesuai keinginan hati. Ketika sedang merasa capai, Tyo dapat bebas menolak pekerjaan. Namun ketika ingin uang, ia akan menerima tawaran pekerjaan yang datang. “Tidak ada patokan waktu dalam bekerja, bagi saya itu asyik. Ketika saya capai ya saya tidak bekerja. Ketika saya butuh uang, saya bekerja,” Tyo menambahkan.


Keberanian Modal Utama


Tertarik? Bekal utama yang perlu Anda miliki adalah keberanian. Menurut penuturan Tyo, seorang freelancer harus berani memperkenalkan diri beserta keahlian yang dimiliki ke depan khalayak. Ini bertujuan agar orang menjadi lebih mengenal siapa kita dan apa keahlian yang dimiliki. “Keberanian sebagai modal utama. Kita harus berani memperkenalkan diri dan juga memperkenalkan apa keahlian kita. Itu sangat penting,” tutur pria asli Semarang ini.


Sebagai penunjang dari keberanian dan keahlian, sikap juga merupakan faktor pendukung yang utama. Bagaimana sikap sopan santun kita terhadap orang lain akan menunjang sukses tidaknya menjadi seorang freelancer. “Sikap yang dimiliki itu penunjang, tapi juga sangat penting. Tidak mungkin kita bersikap seenak sendiri terhadap orang lain,” Tyo menambahkan.


Mengakhiri perbincangan, Tyo menegaskan ketiga hal itu sangat penting bila ingin menjadi freelancer. Keahlian dan hasil pekerjaan yang baik akan mendatangkan tawaran pekerjaan yang tiada henti bagi kita. Sikap yang baik akan menimbulkan kenyamanan dari rekan kerja maupun klien yang ditangani. Sedangkan keberanian akan mendorong kita untuk terus berkarya dan tidak ragu-ragu memperkenalkan keahlian yang kita miliki.


Siapkah Anda menjadi freelancer? Jangan ragu tunjukkan bakat dan keahlian Anda mulai saat ini. Terus asah keahlian, keberanian dan sikap untuk tawaran pekerjaan yang menarik.[CN/AR/VIN]^^

Tags : freelancer, pekerjaan freelancer, pekerja lepas paruh waktu, freelancer kuliner
Setyo Prasiyono Nugroho: Freelancer Tetap Bisa Hidup Mapan | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png