Office Hour, Sabtu, 31/08/2013 14:02 WIB

Dosen Berprestasi 2013: Passion Merupakan Kunci Utama

UGM patut berbangga menghasilkan lulusan-lulusan yang mampu menorehkan prestasi luar biasa di kancah internasional. Salah satunya yaitu Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D., dosen Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik (FT) UGM.
Dosen Berprestasi 2013: Passion Merupakan Kunci Utama
UGM patut berbangga menghasilkan lulusan-lulusan yang mampu menorehkan prestasi luar biasa di kancah internasional. Salah satunya yaitu Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D., dosen Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik (FT) UGM.
Dosen yang pernah mengenyam pendidikan di Geoteknik – Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang ini mendapatkan Juara I Dosen Berprestasi Tingkat Nasional 2013 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud. UGM berada di posisi pertama diikuti oleh ITB dan UNDIP.

Prestasi yang diraih tentunya tidak serta-merta menempuh perjalanan yang mulus. Faisal harus bersaing dengan kandidat lain yang diseleksi di tingkat pusat hingga kemudian terpilih dalam 15 finalis. Setiap peserta harus memiliki kriteria prestasi yang diunggulkan. Salah satu karya unggulan yang dihasilkan Faisal adalah pengembangan teknologi sistem pemantauan dan peringatan dini bencana longsor berbasis masyarakat.

GAMA-EWS, Alat Pendeteksi Longsor


Melalui kerja sama yang melibatkan berbagai pihak dan serangkaian penelitian, Gadjah Mada – Early Warning System (GAMA-EWS) hadir sebagai alat pendeteksi dini longsor yang inovatif, berbiaya murah, akurat, mudah dioperasikan dan dirawat, serta mengoptimalkan sumber daya lokal.

“Peranan para mahasiswa dan peneliti muda sangat vital karena pada akhirnya mereka akan menjadi ujung tombak dalam melanjutkan upaya pengurangan risiko bencana berbasis penelitian terapan di masa depan,” ungkap Faisal.

Cikal bakal GAMA-EWS bermula saat Faisal berkunjung ke Perbukitan Menoreh bersama Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., dosen Jurusan Teknik Geologi, FT UGM. Pada saat itu Faisal terketuk melihat alat-alat bantuan yang tidak berfungsi dengan baik.  Ia kemudian bekerjasama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal untuk membuat alat yang mampu diaplikasikan di negeri sendiri dari hasil karya anak bangsa.

Pada tahun 2008 sampai tahun 2010, terdapat lima patennya yang telah didaftarkan kepada Kemenkumham RI. Paten tersebut meliputi inovasi pengembangan alat pemantau gerakan longsor manual dan otomatis, upperground dan underground extensometer, serta tiltmeter.

Faisal memaparkan bahwa setiap bencana itu unik. Membeli satu alat dari luar negeri belum tentu mampu diterapkan pada semua jenis bencana. GAMA-EWS sendiri terdiri atas 30 macam sesuai jenis bencananya. Diperlukan juga pembentukan organisasi siaga bencana guna sosialisasi kepada masyarakat perihal keberadaan GAMA-EWS. 

Setelah alat terpasang, terdapat standard operating procedure (SOP) dalam penggunaan GAMA-EWS yang berlangsung dari hulu ke hilir. Untuk menjaga keberlangsungan GAMA-EWS, diperlukan perawatan yang nantinya akan melibatkan masyarakat setempat. Selain sensor yang terdapat pada alat, human sensor juga merupakan faktor penting dalam menghadapi bencana.

Faisal mengungkapkan, pada mulanya tentu terdapat hambatan dalam penerapan GAMA-EWS. “Sebagai orang teknis, saya perlu mendekati stakeholders di setiap daerah. Peran serta mereka merupakan hal terpenting dalam penerapan GAMA-EWS ini.”

Berbagai Pengakuan


Sejak tahun 2007, lebih dari 100 unit alat deteksi dini longsor telah dipasang di 12 provinsi di Indonesia, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, International Consortium on Landslides (ICL-UNESCO), pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta perusahaan pertambangan dan perminyakan.

Berbagai institusi dari negara lain juga memberikan apresiasi atas keberhasilan sistem peringatan dini longsor ini. Pada tahun 2009, karya unggulan ini telah ditetapkan sebagai salah satu penelitian strategis oleh International Program on Landslides (IPL-UNESCO), sebagai model Best Practice in Education for Sustainable Development with respect to Disaster Risk Reduction Program (No. Approval: IPL-158).

Pada upacara pembukaan 2nd World Landslide Forum di FAO Roma tanggal 3 Oktober 2011, karya unggulan ini terpilih untuk menerima IPL Award for Success dari International Programme on Landslide (IPL-UNESCO).

Selanjutnya, penghargaan juga diberikan dalam upacara pembukaan 10th International Symposium on Mitigation of Geo-Disasters di Kyoto-Matsue, tanggal 8 Oktober 2012. Berkaitan dengan hal tersebut, FT UGM ditetapkan sebagai World Center of Excellence (WCoE) on Landslide Disaster Reduction oleh International Programme on Landslides (IPL-UNESCO).

Memiliki prestasi yang tidak perlu diragukan lagi semenjak duduk di bangku kuliah, di akhir wawancara Faisal berpesan, ”untuk generasi muda, pilihlah suatu bidang yang menimbulkan passion paling besar. Tidak ada yang dikejar kecuali bahagia.” [CN/IP/NOV]



Tags : dosen berprestasi ugm, passion, alat deteksi longsor
Dosen Berprestasi 2013: Passion Merupakan Kunci Utama | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png