Office Hour, Rabu, 24/10/2012 15:21 WIB

Si Peramu Pelumas di Industri Migas

Pekerjaan sebagai Blending Assistant mungkin belum banyak diketahui orang. Namun jangan remehkan pekerjaan ini. Namanya boleh terdengar asing, tapi masa depannya cukup menggiurkan. Selain menjanjikan penghasilan yang cukup tinggi, bekerja sebagai Blending Assistant juga menarik dan penuh tantangan.
Si Peramu Pelumas di Industri Migas
Pekerjaan sebagai Blending Assistant mungkin belum banyak diketahui orang. Namun jangan remehkan pekerjaan ini. Namanya boleh terdengar asing, tapi masa depannya cukup menggiurkan. Selain menjanjikan penghasilan yang cukup tinggi, bekerja sebagai Blending Assistant juga menarik dan penuh tantangan.
Di beberapa perusahaan sektor migas yang memproduksi pelumas seperti Pertamina, profesi Blending Assistant justru sangat penting karena proses blending merupakan urat nadi dalam produksi pelumas. Ingin tahu seluk-beluk seputar profesi Blending Assistant? Simak petikan perbincangan kami beberapa waktu silam dengan Muhammad Isnawan Akbar, Blending Assistant PT. Pertamina Production Unit Cilacap-Lubricants, berikut ini.
 
Blending Assistant: Peramu di Dapur Industri Migas
 
Secara sederhana, Blending Assistant adalah seorang ahli yang bertugas menjalankan proses blending (pencampuran) di perusahaan pengolahan minyak. Lebih spesifik, tugasnya adalah mengolah minyak lumas (pelumas) dengan mencampurkan bahan dasar pelumas (base oil) dan bahan tambahan (additive). 
 
Teknik blending yang terjadi dalam satu rangkaian pengolahan pelumas ini dapat dianalogikan dengan teknik memasak, yakni dimulai dari menentukan resep, mencampurkan beberapa bahan baku, kemudian mengolahnya dengan teknik tertentu untuk menghasilkan masakan. 
 
“Maka dalam proses pengolahan pelumas, seorang Blending Assistant-lah yang bertugas untuk menentukan resep dan takaran bahan baku, mencampurkan base oil dan additive agar menghasilkan pelumas berkualitas sesuai formulasi yang telah distandarkan oleh laboratorium,” tutur Akbar. Jadi, sehari-harinya rutinitas seorang Blending Assistant adalah melakukan proses produksi pelumas
 
Dimana sih letak keunikan pekerjaan ini?
Proses blending merupakan tahapan yang paling penting dan bisa dikatakan sebagai inti dari proses produksi pelumas. “Proses blending merupakan denyut nadi pabrik pelumas,” tegas Akbar. 
 
Kualifikasi yang Dibutuhkan untuk Menekuni Profesi Blending Assisstant 
 
Menurut Akbar, untuk menekuni profesi sebagai blending assisstant, seseorang harus memiliki background studi dari teknik. “Selain berasal dari background pendidikan teknik, Anda juga harus pintar matematika dan fisika fluida,” tegas Akbar. 
 
Dengan tugas utama mengolah dan mencampurkan bahan baku untuk menghasilkan pelumas, kedua ilmu tersebut menjadi modal penting yang harus dikuasai seorang Blending Assistant. Ilmu matematika penting untuk menghitung formulasinya, sedangkan ilmu fisika digunakan untuk menentukan proses pencampurannya. 
 
Seorang blending assisstant juga diharapkan mampu bekerja multitasking dan underpressure. Dia juga harus memiliki sikap, kepribadian, dan kemampuan organisasi yang baik.
 
“Kemampuan multitasking dibutuhkan karena dalam bekerja, Blending Assistant tidak dihadapkan pada pekerjaan yang mengacu pada satu bidang keilmuan saja. Namun kita juga harus paham mengenai managing people, time estimate, dan lain-lain,” papar Akbar.
 
Apa tantangan pekerjaan ini?
 
“Proses blending memiliki tingkat risiko yang tinggi. Apabila kita salah mencampurkan base oil atau additive, pelumas tidak akan lulus uji laboratorium,” ujar Akbar. Setiap harinya, seorang Blending Assistant dituntut untuk memproduksi pelumas sesuai dengan program produksi yang diberikan manajer produksi. Jika target tidak terpenuhi maka akan memengaruhi penilaian kerja. 
 
Selain itu, Akbar menambahkan, proses blending juga memiliki risiko menyangkut keselamatan dan kesehatan. “Paparan base oil dan additive akan berpengaruh terhadap kesehatan apabila terlalu banyak menghirup uapnya,” imbuh pria lulusan D3 Teknik Mesin UGM ini.
 
Oleh karena itu, dalam melaksanakan pekerjaan ini, karyawan wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti safety shoes, safety helmet, wearpack, ear plug, masker, dan sarung tangan.
 
Average Salary untuk Blending Assistant
 
Dari segi penghasilan, pekerjaan Blending Assistant ini cukup menggoda. Untuk level fresh graduate saja, Akbar membocorkan estimasi fee yang diperoleh berkisar antara Rp 5-10 juta/ bulan. Untuk level yang lebih tinggi, penghasilan yang diperoleh sudah pasti akan jauh lebih besar. Misalnya, untuk level supervisor, range-nya mencapai Rp 12-16 juta/ bulan. Sedangkan untuk level manajer bisa mencapai Rp 20-30 juta/ bulan. Upah sebesar ini tentu layak diberikan untuk pekerjaan berisiko tinggi semacam Blending Assistant.
 
Tertarik untuk menekuni profesi ini? Persiapkan diri Anda sedini mungkin, cari tahu posisi diri Anda sekarang, dan upgrade untuk memenuhi kualifikasi sebagai seorang blending assisstant. Semoga sukses!^^ [CN/Rhm/Rfk]
Tags : blending assisstant, industri oil and gas
Si Peramu Pelumas di Industri Migas | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png