Career Issue, Kamis, 17/12/2015 14:59 WIB

Benar Nih Skill Lulusan Sosial Tidak Lebih Tinggi dari Lulusan Eksak?

Apakah memasukkan lamaran di bagian all major berarti kurang memiliki skill? Lalu, bagaimana dengan anak sosial yang cenderung melakukannya?
Benar Nih Skill Lulusan Sosial Tidak Lebih Tinggi dari Lulusan Eksak?
Banyaknya lulusan sosial yang memasukkan lamaran di jenis pekerjaan yang mensyaratkan all major mendatangkan anggapan bahwa lulusan sosial kurang memiliki skill spesifik dibanding lulusan eksak. Apa itu benar?

Psikolog Galuh Setia Winahyu M.Psi, membantah anggapan yang sudah beredar umum tersebut. “Kebanyakan perusahaan kan manufaktur, jadi untuk beberapa bagian, butuh kompetensi khusus. Sebagian besar memang dari eksak. Sementara kebutuhan untuk major tertentu di bidang sosial, ada di office-nya,” ujar Galuh menerangkan alasan mengapa lulusan sosial cenderung memilih bidang yang mensyaratkan all major

Hal ini ditegaskan pula oleh Nika Roekmi Wulan, HRS Manager ECC UGM. “Biasanya para lulusan dari humaniora itu bekerja di departemen yang sifatnya support, bukan core bussiness-nya.” Ini sebabnya perbandingan lulusan eksak yang dipekerjakan cenderung lebih tinggi dibanding lulusan sosial.

Tentu saja hal itu tidak berarti lulusan noneksak kurang memiliki skill dibanding lulusan eksak bukan? Jika faktanya seperti itu, lantas apa yang bisa dilakukan para lulusan noneksak untuk menghapus anggapan tersebut?


Andalkan soft skill? Asah lebih dalam!

Menurut Galuh, lulusan sosial cenderung memiliki kelebihan di bagian soft skill. “Anak sosial punya kelebihan di soft skill selain dari disiplin ilmu yang dimiliki karena terbiasa untuk berinteraksi dengan sekitarnya,” terang Galuh.

Soft skill ini biasanya terdiri dari kemampuan berkomunikasi, leadership, dan kemampuan berorganisasi, yang menurut Nika sangat potensial dikembangkan. Untuk komunikasi, Nika menekankan melatih komunikasi tidak hanya antarrekan kerja saja tetapi juga dengan masyarakat, aparat, pihak pemerintah, bahkan dengan perusahaan lain. “Ketika sudah masuk di perusahaan akan bersentuhan dengan banyak orang,” tegasnya.

Selain komunikasi, soft skill yang perlu diperdalam berkaitan dengan kedisiplinan dan daya juang. Ini terkait dengan iklim orang-orang jurusan sosial yang cenderung fleksibel. Di dunia kerja, hal ini tentu harus dihilangkan. “Budaya orang sosial biasanya cenderung mengalir fleksibel sehingga kadang-kadang tingkat disiplin dan daya juangnya kurang,” tambah Nika.


Kuasai beberapa hard skill yang sifatnya umum

Nika menegaskan penting bagi seorang lulusan sosial untuk menguasai kemampuan-kemampuan teknis yang bersifat dasar. Kemampuan tersebut meliputi keadministrasian, kemampuan bekerja dengan angka-angka (statistika), kemampuan IT, penguasaan software, hingga terkait Health Safety Environment (HSE) atau kemampuan yang berhubungan dengan keselamatan kerja. “Semua bagian kurang lebih akan berkaitan dengan kemampuan itu ketika bekerja,” jelas Nika menjelaskan pentingnya lulusan sosial melengkapi dirinya dengan hard skill yang bersifat umum.

Kamu lulusan sosial? Segera perlengkapi dirimu dengan skill di atas ya. Jangan jadikan anggapan ini menekanmu sehingga membuatmu berkecil hati. Jadikanlah koreksi untuk membentuk diri yang lebih siap bekerja, ya!



Penulis           : Grattiana Timur

Editor            : Yuana Anandatama

Grafis            : Ardiansyah Bahrul A.

Tags : Statistik 2015, rekrutmen, SDM, kompetensi,
Benar Nih Skill Lulusan Sosial Tidak Lebih Tinggi dari Lulusan Eksak? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png