Web
Analytics
News, Rabu, 29/10/2014 10:00 WIB

Mau Tahu Caranya Berpikir Kritis? Mungkin Cara Ini Bisa Kamu Lakukan

Berpikir kritis itu penting! Banyak perusahaan tentu mengharapkan calon karyawannya adalah seseorang yang mampu berspekulasi. Pun kamu akan tahu bahwa berpikir kritis bisa membantumu mengambil keputusan lebih bijak.
Mau Tahu Caranya Berpikir Kritis? Mungkin Cara Ini Bisa Kamu Lakukan
Sadarkah bahwa di sekeliling kamu, entah kampus atau dunia kerja, terdapat banyak masalah?
Percayakah bahwa cara kamu menghadapi permasalahan dapat menjadi faktor penentu kesuksesan dalam hidup? Jika memang demikian, bagaimana cara menghadapi permasalahan di sekeliling kita?
 
Hati-hati dalam menyimpulkan
 
Untuk membekali jobseeker dengan kapasitas menyelesaikan masalah, ECC UGM melalui divisi People Development mengadakan 'Leading Strategic Problem Solving Training’. Acara ini berlangsung di Ruang 4 Graha Karir ECC UGM. Kammagama Harismina, M.Psi., Psikolog, sebagai pembicara, mengisi sesi pertama dengan judul 'How to think critically when evaluating something'.
 
Pada sesi ini, Gamma, sapaan akrabnya, memberikan satu slide contoh kasus kematian Romeo dan Juliet. Terdapat tiga orang di rumah. Dari kasus tersebut, Gamma mempersilakan setiap kelompok mengajukan satu pertanyaan kepada satu orang untuk mengetahui penyebab kematian Romeo dan Juliet.
 
Dari pertanyaan yang diajukan peserta, tidak satu pun menunjang jawaban. Peserta justru ‘kecolongan’ karena slide berikutnya menjelaskan bahwa Romeo dan Juliet adalah nama ikan yang berada di akuarium samping jendela.
 
Diperlukan pikiran kritis untuk menghindari kesimpulan yang salah. Gamma menekankan perlunya data konkret ketika menghadapi suatu permasalahan. “Kita harus berpikir kritis, kita telaah dalam-dalam apa sebab dari suatu akibat. Ketika kita mempunyai suatu permasalahan, bagaimana menyelesaikannya kita harus mempunyai data yang konkret.”
 
Hindari asumsi
 
Gamma menjelaskan, diperlukan sikap kritis, pikiran terbuka, dan menghindari asumsi untuk mendapatkan kesimpulan yang tepat. Pada contoh kasus berikutnya, Gamma memberikan kasus anak kecil yang membuat suasana gaduh dengan berlarian di kereta api. Tentu hal tersebut menggangu tetapi sang ayah sama sekali tidak menegur.
 
Bila kamu berada di dalam kereta tersebut, mungkin kamu akan merasa jengkel. Semua peserta dalam sesi ini pun demikian. Apa yang kira-kira kamu lakukan bila berada dalam kasus tersebut?
 
Slide berikutnya menceritakan bahwa terdapat satu orang yang menegur sang ayah. Saat ditanyakan, ternyata sang ayah sengaja membiarkan anaknya membuat kegaduhan karena di rumah mereka akan mendapat kabar duka bahwa sang ibu baru saja meninggal. Peserta dalam sesi itu pun tertegun. “Yang kita contoh adalah cara mereka berpikir kritis. Mereka selalu menanyakan apa di balik sesuatu. Apa pun itu, jangan mengedepankan asumsi. Kalau sudah berhadapan dengan emosi, biasanya berhadapan dengan asumsi. Karena kita lupa berpikir secara jernih.”
 
Cara berpikir kritis
 
Sebenarnya, berpikir kritis itu mudah. Cara berpikir kritis adalah dengan menanyakan pertanyaan apa pun. Beberapa hal yang bisa ditanyakan antara lain who, what, where, when, why, dan how.
 
Di akhir sesi, Gamma memberikan beberapa tips untuk berpikir kritis. Beberapa tips tersebut antara lain:
1. Mempertanyakan kembali apa yang dilihat dan didengar, bertanya mengapa dan bagaimana tentang hal tersebut, jangan langsung menerima mentah-mentah informasi yang masuk. 
2. Informasi yang diperoleh harus dicerna dengan baik dan cermat sebelum akhirnya disimpulkan. 
3. Berlatih berpikir kritis artinya juga berperilaku hati-hati dan tidak grusa-grusu dalam menyikapi permasalahan (dengan emosi)
4. Analisa – Sintesa – Evaluasi/Penilaian
 
Materi dalam sesi ini sangat penting bagi jobseeker karena dalam FGD dan wawancara, mereka ditantang menarik kesimpulan dari suatu permasalahan. Jika kamu terlambat mengikuti kelas ini, jangan khawatir! Simak artikel selanjutnya yang akan membahas 'How to think creative, objective, and solutive to fix the problem' pada Kamis (30/10). [CN]

 


Penulis           : Tri Puspitasari
Editor            : Vinia Rizqi, Rifki Amelia
Fotografer      : Ryan Rahmadriansyah
 
Tags : tip berinovasi dan berpikir kreatif, tip dan cara berpikir kritis, tip menemukan problem solving, berpikir kritis
Kreatif Itu Adalah Berusaha untuk Menemukan 1001 Jalan Menuju Roma! Softskill Training ECC UGM, tip dan cara berpikir kritis, training softskill, program ecc ugm,
Jumat, 31/10/2014 10:00 WIB Kreatif Itu Adalah Berusaha untuk Menemukan 1001 Jalan Menuju Roma!
Mau Tahu Caranya Berpikir Kritis? Mungkin Cara Ini Bisa Kamu Lakukan | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png