Web
Analytics
Office Hour, Senin, 26/02/2018 00:00 WIB

Teguh Raharjo: Dari Bawah Merangkak Hingga Jadi Pejabat Eselon

“Anda bisa sukses meskipun Anda bukan anak orang kaya,” tegas H. Teguh Raharjo, S.Pd., MM.
Teguh Raharjo: Dari Bawah Merangkak Hingga Jadi Pejabat Eselon
Teguh Raharjo: Dari Bawah Merangkak Hingga Jadi Pejabat Eselon
Pernahkah Anda merasa ciut  saat menyadari keterbatasan Anda? Jika iya, Anda harus mengingat pepatah lama yang mengatakan, “ketika ada kemauan, pasti ada jalan”.
H. Teguh Raharjo, S.Pd., MM., telah membuktikan pepatah tersebut. Meskipun ia memiliki keterbatasan finansial, itu tak menghalangi langkahnya menuju kesuksesan.


Teguh, sapaan akrabnya, kini menjabat sebagai Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP PON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia (RI). Sebelum menjadi pejabat eselon tiga, Teguh memulai perjalanan karir dari bawah.

Hidup yang berliku


Sejak kecil, pria asal Wonosobo ini sadar terlahir dari keluarga yang belum mapan secara finansial. Oleh karena itu, sejak lulus SD, Teguh sudah tinggal dengan kakaknya hingga SMP. Lulus SMP, Teguh sempat berhenti sekolah selama setahun karena kekurangan biaya. “Setelah lulus SMP, saya merantau dulu ke Jakarta selama setahun untuk mengumpulkan biaya sekolah. Dulu saya menjadi asisten rumah tangga,” kisah Teguh.


Setelah uangnya terkumpul, Teguh pun masuk ke Sekolah Teknik Menengah (STM) Pembangunan di Purwokerto. “Untuk ngirit, selama di STM saya tinggal di pondok (pesantren, -red) sekalian belajar mengaji,” tutur pria kelahiran 12 Juni 1959 ini. Teguh pun berjuang sendiri menghidupi dirinya selama di STM. “Ya macam-macam pekerjaan pernah saya jalani, jadi kuli bangunan juga pernah,” ucapnya rendah hati.


Lulus STM, Teguh ditawari bekerja di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh seseorang yang ia kenal saat masih di STM. “Menurut Bapak yang menawari saya, saya adalah orang yang baik dan pekerja keras, lalu saya ditawari kerja sebagai cleaning service,” ujar Teguh kepada tim CareerNews.


Selain itu, sejak kecil Teguh sudah gemar berolahraga terutama atletik. Ia sering mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional. Berkat prestasinya di bidang olahraga pula, Teguh dapat bekerja di BLPT dan mendapatkan beasiswa kuliah dari BLPT. Teguh bercerita, “Saya masuk BLPT 1983, lalu alhamdulillah saya dapat beasiswa Supersemar untuk melanjutkan kuliah dari 1985 sampai 1989.”


Kala itu, Teguh berkuliah di Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Teknologi di Bandung. “Saya sangat bersyukur bisa dapat kesempatan kuliah. Sejak kecil saya memang ingin kuliah tetapi saya sadar dengan kemampuan orang tua,” katanya. Teguh yang tak pernah puas menimba ilmu pun berkesempatan kuliah kembali di bidang lain. “Saya sempat mengambil Pendidikan Sejarah di IKIP (Universitas Negeri Yogyakarta, -red) pada 2005. Saat itu saya kuliah sambil bekerja di BLPT,” jelas Teguh. Ia pun berhasil memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga sambil bekerja.


Karir yang melonjak


Selepas kuliah, Teguh pun mendapatkan Surat Keputusan (SK) menjadi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pekerjaan Teguh pun beralih dari cleaning service menjadi guru praktik di BLPT. Ia menjadi guru hingga 2003. Lalu Teguh menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha BLPT sejak 2003 sampai 2010.

Pada 2010, Teguh mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY. Teguh hanya menjabat hingga Agustus 2012, karena Sri Sultan Hamengku Buwono X menugasinya menjadi Kepala BLPT DIY. “Dulu saat menjadi cleaning service dan membersihkan ruangan Pak Kepala (BLPT, -red), saya selalu mimpi jadi Kepala BLPT. Alhamdulillah sekali mimpi saya terwujud,” ucap Teguh sambil diiringi tawa renyah.

Berkat kerja kerasnya, sejak 1 Juni 2014 lalu, Teguh dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala PP PON Kemenpora RI. Di pekerjaan yang baru satu setengah bulan ia jalani ini, Teguh memiliki tugas mengawal dan mengayomi anak-anak muda baik di bidang olahraga, maupun di bidang lainnya. “Salah satu program kerja saya, pada 14-16 Juli mendatang, saya akan mengundang perwakilan anak muda seluruh Indonesia untuk menjadi pionir dalam memerangi bahaya pornografi dan pornoaksi berbasis website,” jelas Teguh.

Tetap rendah hati


Meski telah mencapai kesuksesan, ayah tiga anak ini tak pernah berhenti bersyukur. “Alhamdulillah sekali saya bisa mendapat kesempatan kuliah. Kalau tidak kuliah, saya tidak akan seperti sekarang. Saya tidak akan bahagia bersama istri dan tiga anak saya,” ungkap Teguh.


Teguh menambahkan, ia tak akan bisa sukses seperti sekarang tanpa doa dan restu dari orang tua dan atas izin Tuhan. “Ibu saya selalu berkata bahwa saya harus bekerja keras, sabar, dan ikhlas. Itulah yang selalu saya pegang,” tandasnya. Ia pun berpendapat bahwa untuk mencapai kesuksesan, seseorang juga harus memiliki sikap religius selain memiliki kemampuan akademik dan soft skill.


Bagi para generasi muda, Teguh berpesan, “Jika Anda nanti menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang berdampak bagi masyarakat.” Lebih lanjut, Teguh mengatakan jangan hanya mengungkap teori saja tetapi juga harus diimplementasikan dengan praktik di lapangan. Terlebih jika Anda ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saya pun berharap, generasi sekarang harus mencerminkan pemuda Indonesia. Seperti visi misi PP PON yang ingin membentuk anak muda menjadi anak muda yang kreatif, memiliki daya saing, dan berkarakter,” tutup Teguh.

Dari pengalaman hidupnya, Teguh telah menerapkan ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk.

Semoga semangat Teguh dapat menular kepada Anda!  [CN]


Penulis        : Annisa Ika Tiwi

Editor         : Vinia Rizqi, Rifki Amelia

Foto            : dok.pribadi

Teguh Raharjo: Dari Bawah Merangkak Hingga Jadi Pejabat Eselon | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png