Do You Know, Selasa, 04/04/2017 10:12 WIB

Ingin Bebas Stres? Cek E-mail Maksimal Lima Kali Sehari!

Apakah kamu termasuk di antara mereka yang suka mengecek e-mail saat sudah di atas kasur?
Ingin Bebas Stres? Cek E-mail Maksimal Lima Kali Sehari!
Sebuah penelitian menarik datang dari Amerika. Dilansir dari detik.com, 81 persen pekerja di Amerika Serikat mengecek e-mail mereka selepas jam kantor. Bahkan, tiga perempatnya langsung merespon e-mail itu maksimal satu jam setelah menerimanya.

Mungkin banyak dari kamu yang juga melakukannya. Ketika jam kantor telah berakhir dan saatnya beristirahat, tiba-tiba notifikasi e-mail masuk. Seperti sudah menjadi reflek, kamu langsung membuka e-mail. Parahnya lagi kalau kamu langsung sibuk membalasnya.

Menurut penelitian, kebiasaan ini justru akan memengaruhi kinerja seseorang. Bukannya dianggap pekerja loyal tapi justru streslah yang akan dirasakan olehnya. E-mail memang sangat membantu pekerjaan kita. Namun, kalau terlalu sering dicek justru akan berpengaruh pada kinerjamu.


Lalu, bagaimana sebaiknya melakukan pengecekan e-mail?

Sebuah studi pun dilakukan oleh tim peneliti dari Kanada. Mereka melakukan sebuah survei terhadap 124 orang dewasa dengan berbagai profesi, mulai dari mahasiswa hingga dokter. Mereka diminta untuk mengecek e-mail pada jam-jam tertentu saja. Hasilnya, stres karena sering mengecek e-mail pekerjaan bisa dihindari jika kamu mengecek e-mail maksimal lima kali saja dalam sehari. Survei ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Computers in Human Behavior.

Seluruh responden juga mengatakan bahwa mereka tidak lagi merasa stres karena dibatasi mengecek e-mail hanya sebanyak lima kali saja. Pada awalnya tim peneliti malah membatasinya sampai tiga kali. Namun kebanyakan responden, bisa melakukan pembatasan pada lima kali pengecekan e-mail.

Menurut Kostadin Kushlev, PhD, salah satu tim peneliti, pembatasan frekuensi pengecekan e-mail sebenarnya bergantung pada jenis pekerjaan seseorang. Hanya diri kita sendirilah yang tahu mana e-mail yang penting untuk direspon dan mana yang bisa ditunda.

Selain itu, Kushcev juga memberikan tips untuk mengecek e-mail maksimal 10-20 menit sekali pada jam kantor untuk mengurangi stres. Di luar jam kantor, notifikasi ada baiknya dimatikan.

Di Prancis, permasalahan pengecekan e-mail di kalangan pekerja malah sudah masuk ke ranah undang-undang. Setiap karyawan diberikan hak penuh oleh perusahaan untuk tidak mengecek dan merespon e-mail di luar jam kantor. Undang-undang ini disahkan per 1 Januari 2017.

Peraturan ini tentu direspon positif oleh pekerja karena selama ini mereka merasa mengecek e-mail di luar jam kerja sebenarnya menjadi lembur. Sayangnya, mereka tidak dibayar untuk itu. Peraturan ini berlaku bagi perusahaan yang memiliki lebih dari 50 karyawan.

Sedangkan di Jerman, pabrik mobil Daimler pada tahun 2014 mulai memberlakukan peraturan bahwa karyawan diperbolehkan untuk tidak membalas e-mail saat hari libur. Bahkan mereka boleh menghapus e-mail yang baru masuk jika itu di hari libur.

Bagaimana denganmu, masih tergoda dengan notifikasi e-mail di luar jam kerja?




Penulis      : Rita Pamilia

Editor        : Yuana Anandatama

Foto           : Ryma Aulia

Tags : Do You Know, jobseeker, karyawan, email,
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Rabu, 08/11/2017 15:00 WIB Kini Kamu Bisa Ungkap Kepribadianmu Melalui Gadget!
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Senin, 09/10/2017 15:00 WIB Nah, Ini Dia 'Momok' Bagi Mimin Medsos!
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Rabu, 14/06/2017 15:00 WIB Mau Kerja di IKEA? Pahami Budaya Perusahaannya
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Kamis, 08/06/2017 00:00 WIB Dari Fashion Hingga Sayur Mayur, Ini Potret Start Up 2017
Ingin Bebas Stres? Cek E-mail Maksimal Lima Kali Sehari! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png