Do You Know, Senin, 20/03/2017 10:12 WIB

Negara Ini Berikan Cuti Melahirkan Sampai 6 Bulan

Beberapa negara di Eropa berikan cuti khusus di luar cuti melahirkan untuk merawat anak mereka.
Negara Ini Berikan Cuti Melahirkan Sampai 6 Bulan
Bagi kamu yang saat ini menjadi ibu bekerja, pernah enggak sih merasa galau di awal masuk kerja pasca cuti melahirkan? Beberapa dari ibu bekerja mungkin merasakan hal yang sama saat masuk kerja pertama kalinya. Waktu cuti dirasa kurang lama.

Seorang bayi yang baru lahir diharapkan bisa mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Di Indonesia sendiri, cuti melahirkan panjangnya hanya sekitar 12 pekan atau 3 bulan. Akhirnya cara seperti pumping ASI pun jadi solusi. Bagi ibu bekerja, cara ini menjadi solusi ampuh untuk tetap memberikan ASI eksklusif saat harus bekerja kembali.

Di India, belakangan ini mulai diberlakukan peraturan baru untuk memberikan cuti selama 26 minggu atau sekitar enam bulan kepada karyawan yang baru saja melahirkan. Informasi ini kami lansir dari detikhealth.com.

Pemberian cuti selama enam bulan diambil pemerintah India setelah melihat kondisi malnutrisi yang banyak terjadi pada anak-anak di negara ini. Dengan cuti lebih panjang, diharapkan mampu meningkatkan gizi bayi di negara tempat Taj Mahal ini berada.

Kebijakan cuti melahirkan selama enam bulan berlaku di seluruh perusahaan India yang memiliki lebih dari 10 karyawan perempuan. Kebijakan ini hanya berlaku untuk anak pertama dan anak kedua. Untuk anak ketiga dan seterusnya, perempuan India kembali ke kebijakan lama, yakni cuti selama tiga bulan saja.

Selain permasalahan gizi, kebijakan cuti melahirkan enam bulan di India juga menjawab kekhawatiran perempuan India untuk terus mengejar karir pasca memiliki anak. Berdasar survei dari Assocham, seperempat dari perempuan bekerja di India terpaksa resign setelah menimang bayi.

Dengan kebijakan ini pula, India menjadi negara yang memberikan cuti melahirkan terlama ketiga setelah Kanada dan Norwegia. Dua negara ini memberikan cuti melahirkan masing-masing 50 dan 44 pekan kepada perempuan bekerja.

Selain India, terdapat beberapa negara di Eropa yang memiliki kebijakan bersahabat bagi para orang tua baru. Swedia misalnya, negara ini memberikan jatah cuti tidak hanya kepada ibu, tapi juga ayah bekerja. Setiap pekerja yang menjadi orang tua baru memiliki jatah cuti 16 bulan yang dapat diambil kapan saja. Jika tidak diambil, jangan kaget jika jatah cuti ini justru hangus seketika.

Berbeda lagi dengan Norwegia. Negara ini memberikan jatah cuti 14 minggu kepada orang tua baru. Bagi ibu yang akan melahirkan, mereka juga mendapatkan jatah cuti 3 minggu sebelum waktu kelahiran. Beruntungnya, selama orang tua menjalani cuti melahirkan, mereka tetap menerima gaji 100 persen tiap bulannya.

Beda lagi dengan Jerman. Negara ini memberikan cuti 12 sampai 14 bulan pada orang tua yang bisa diambil sampai anak berumur delapan tahun. Seperti negara-negara sebelumnya, jatah cuti ini pun bisa diambil oleh ayah atau ibu saja atau keduanya. Perusahaan tidak boleh memberhentikan karyawan yang tengah mengambil cuti yang diberi nama Elternzeit ini. Namun, mereka bisa memecat karyawannya jika dilakukan delapan minggu sebelum masuk masa cuti.

Di Italia, ibu bekerja yang akan melahirkan sudah dilarang masuk sejak dua bulan dari masa perkiraan kelahiran. Setelah melahirkan, mereka mendapatkan jatah cuti tiga bulan atau lebih sesuai dengan kondisi ibu. Sampai anak berusia delapan tahun, orang tua mendapatkan jatah cuti enam bulan.

Dari ulasan singkat di atas, beberapa negara Eropa telah memberlakukan cuti khusus merawat anak di luar cuti melahirkan. Cuti ini bisa diambil kapan saja sampai anak berusia delapan tahun. Dengan cuti khusus ini diharapkan baik ayah maupun ibu bisa terlibat secara langsung dalam proses pendidikan anak.

Kira-kira apakah negara kita juga akan memberlakukan cuti khusus ini suatu saat nanti?



Penulis      : Rita Pamilia

Editor        : Yuana Anandatama

Grafis        : Tongki Ari

Tags : ibu hamil, ibu cuti melahirkan, cuti melahirkan, jobseeker, karyawan, cuti perusahaan, perusahaan,
Negara Ini Berikan Cuti Melahirkan Sampai 6 Bulan | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png