Do You Know, Jumat, 20/01/2017 15:17 WIB

Kalau Sudah Jadi Ayah dan Bekerja, Dilematis Ini Mungkin Akan Kamu Alami

Takut gaji dipotong karena mengambil waktu libur lebih lama? Tidak lagi terjadi jika kamu sudah berstatus sebagai seorang ayah!
Kalau Sudah Jadi Ayah dan Bekerja, Dilematis Ini Mungkin Akan Kamu Alami
Dilansir dari huffintonpost.co.uk, Working Families, sebuah badan amal yang mendukung ayah dan ibu bekerja di Inggris melakukan survei kepada 2750 orang tua (1335 responden di antaranya adalah seorang ayah).

Dari survei ini didapat data bahwa sepertiga pekerja yang berstatus ayah tidak takut mengalami pemotongan gaji asal bisa punya waktu lebih banyak bersama keluarga.

Modern Families Index melaporkan bahwa 47 persen karyawan berstatus ayah mengaku menginginkan pekerjaan yang lebih fleksibel dari segi waktu. Uniknya, laki-laki ternyata dua kali lebih berat memilih pekerjaan yang fleksibel karena bisa mengancam karir mereka dibandingkan dengan responden perempuan. Tujuh dari 10 karyawan berstatus ayah mengaku mereka sebenarnya bisa mengambil pekerjaan yang fleksibel untuk bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga, tapi hal ini bisa membahayakan karir mereka nantinya.

Dari survei juga ditemukan bahwa 44 persen ayah telah berbohong pada perusahaan saat mereka cuti untuk keperluan keluarga karena merasa hal tersebut menjadi ancaman bagi karirnya.


Seorang ayah pun bisa mengalami dilema di lokasi kerja ya. Lalu bagaimana solusinya?

Adrienne Burgess, CEO Fatherhood Institute, sebuah organisasi yang mendukung terciptanya keseimbangan di lokasi kerja bagi laki-laki, mengatakan bahwa sudah menjadi hal penting untuk menciptakan sebuah sistem cuti modern yang memungkinkan seorang ayah mengambil cuti di tahun pertama kehidupan bayinya.

Dilansir dari change.org, Australia memberikan cuti tak berbayar bagi orang tua selama 52 hari. Di Jepang, ayah dan ibu boleh mengambil cuti tak berbayar selama 1 tahun. Bahkan, Korea Selatan memberikan izin cuti berbayar bagi orang tua selama 1 tahun.

Burgess menyampaikan harapan untuk setiap perusahaan agar mendukung karyawannya yang ingin menjadi ayah aktif bagi perkembangan anak-anaknya. Sesuai riset sebelumnya, kedekatan ayah dan anak sangatlah krusial. Anak yang lebih bahagia juga akan memiliki kualitas yang lebih baik untuk belajar.

Menurut Jonathan Swan, Kepala Riset di Working Families, seorang ayah yang telah bekerja selama 26 minggu bisa mengajukan kerja secara lebih fleksibel dengan menggunakan Hak Bekerja Fleksibel (Right to Request Flexible Working).

Bekerja secara fleksibel bukan berarti kita harus menciptakan sebuah perubahan besar di kantor. Menurut Swan, sesekali mendapatkan izin datang terlambat untuk mengantar anak sekolah adalah sebuah bentuk fleksibilitas dalam bekerja.

Hmm, kira-kira bagaimana ya hasilnya kalau survei dilakukan di Indonesia? Apakah karyawan Indonesia yang telah berstatus ayah juga siap mendapat potongan gaji untuk memiliki waktu lebih bersama keluarga? Share pendapatmu di kolom komentar, yuk!





Penulis      : Rita Pamilia

Editor        : Yuana Anandatama

Grafis        : Muhammad Rizal


Tags : Do You Know, cuti kerja, karyawan, lelaki, ranah pekerjaan pria, karir,
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Rabu, 08/11/2017 15:00 WIB Kini Kamu Bisa Ungkap Kepribadianmu Melalui Gadget!
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Senin, 09/10/2017 15:00 WIB Nah, Ini Dia 'Momok' Bagi Mimin Medsos!
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Rabu, 14/06/2017 15:00 WIB Mau Kerja di IKEA? Pahami Budaya Perusahaannya
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Kamis, 08/06/2017 00:00 WIB Dari Fashion Hingga Sayur Mayur, Ini Potret Start Up 2017
Kalau Sudah Jadi Ayah dan Bekerja, Dilematis Ini Mungkin Akan Kamu Alami | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png