Do You Know, Jumat, 07/10/2016 10:59 WIB

Jauh Lebih Muda Jadi Penghalang Untuk Bisa Berinteraksi dengan Senior, Benarkah?

Meski lekat dengan teknologi 'kekinian', tak lantas membuat Generasi Z tak komunikatif. Ayo simak faktanya!
Jauh Lebih Muda Jadi Penghalang Untuk Bisa Berinteraksi dengan Senior, Benarkah?
Klasifikasi generasi berdasar tahun kelahiran ini memang sangat beragam. Merujuk pada definisi Robert G Delcampo dan rekannya, dalam jurnal berjudul Managing The Multi-Generational Workforce, maka Generasi Z ini adalah mereka yang lahir di atas tahun 2000.

Sedangkan berdasarkan infografis yang diterbitkan oleh Brighton School of Business and Management, Generasi Z lahir dari tahun 1994–2010.


Sanggupkah berhadapan dengan 'generasi konvensional'?

Melalui infografis tersebut, Brighton School of Business and Management menyampaikan hasil survei yang dilakukan terhadap Generasi Z. Dalam survei tersebut, ditemukan bahwa generasi ini bisa dikatakan memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap teknologi. Ini mungkin menimbulkan kekhawatiran bagaimana perbedaan karakteristik yang terlalu jauh antara Generasi Z dan generasi-generasi sebelumnya, berhadapan di dunia kerja nanti. Generasi Z bisa jadi akan sulit menerima gaya bekerja generasi tua yang akan cenderung konvensional, begitu pula sebaliknya.

Kabar baiknya, generasi Z ini justru tidak menganggap interaksi dengan generasi yang jauh lebih tua di tempat kerja, sebagai suatu masalah. Dari survei tersebut, sebanyak 45 persen responden sangat mengantisipasi interaksi kerja dengan Generasi Baby Boomers. Sedangkan 17 persen lebih menantikan tantangan kerja bersama Generasi X dan 5 persen lainnya dengan Generasi Y.

Di samping itu, mayoritas reponden sebanyak 51 persen lebih memilih komunikasi langsung dengan rekan kerja, hanya 16 dan 11 persen yang memilih email serta instant messaging. Ini menunjukkan bahwa tidak seluruh Generasi Z akan bergantung pada teknologi pada setiap aktivitas. Mayoritas justru masih mengutamakan metode komunikasi interaktif yang lebih efektif, dibandingkan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Survei tersebut menunjukkan bahwa kendati mereka adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi canggih tapi tidak menutup diri dengan cara komunikasi dan interaksi yang 'konvensional.' Bahkan mereka menunjukkan minat yang tinggi terhadap tantangan kerja dengan generasi yang terbilang punya selisih usia sangat jauh dan karakteristik yang berbeda dibanding mereka.


Karir impian Generasi Z

Jika tidak banyak Generasi Y yang ingin punya pekerjaan berpengaruh, tidak demikian dengan Generasi Z. Sebanyak 60 persen responden Generasi Z mengaku ingin punya karir yang berimpact besar bagi dunia. Hal ini bisa jadi indikasi akan semakin memanas kompetisi karir selama beberapa tahun mendatang, dengan hadirnya talenta baru yang ingin berkontribusi besar bagi dunia.

Mereka kebanyakan juga lebih menjadikan alasan pengembangan diri di tempat kerja sebagai motivasi utama karirnya. 27 persen responden lain menjadikan uang sebagai motivasi, dan 23 persen menyatakan pekerjaan yang berarti adalah alasan yang memompa semangat kerja mereka. Namun, di samping itu, sebanyak 62 persen responden mengatakan ingin berbisnis sendiri dibanding harus bekerja untuk orang lain. 3 persen di antaranya, bahkan sudah mulai merintis sejak saat ini, lho!

Menurut Dan Schawbel, Managing Partner of Millennial Branding dari salah satu firma riset dan konsultan Generasi Y, Generasi Z punya lebih banyak keuntungan dibanding generasi sebelumnya. Mereka adalah tipe yang lebih realistis, punya pikiran terbuka, serta cepat beradaptasi dengan teknologi untuk bekerja lebih efektif. Generasi ini telah melihat bagaimana Generasi Y berjuang menghadapi berbagai kesulitan dan penolakan karir, sehingga mereka hadir dengan persiapan yang lebih matang.

Nah, era dimana Generasi Z memulai karir, akan segera datang! Semoga kamu bisa membentuk tim solid dengan mereka, ya!



Penulis      : Ratih Wilda

Editor        : Yuana Anandatama

Foto           : Ryma Aulia

Tags : generasi XYZ, generasi X, generasi Y, generasi Z, jobseeker, mahasiswa, teknologi,
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Rabu, 14/06/2017 15:00 WIB Mau Kerja di IKEA? Pahami Budaya Perusahaannya
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Kamis, 08/06/2017 00:00 WIB Dari Fashion Hingga Sayur Mayur, Ini Potret Start Up 2017
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Kamis, 13/04/2017 12:16 WIB Sudahkah Kamu Melakukan Free Online Assessment Ini?
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Selasa, 04/04/2017 10:12 WIB Ingin Bebas Stres? Cek E-mail Maksimal Lima Kali Sehari!
Jauh Lebih Muda Jadi Penghalang Untuk Bisa Berinteraksi dengan Senior, Benarkah? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png