Do You Know, Selasa, 12/07/2016 11:47 WIB

Tak Suka Tersaingi, Benarkah Bos Perempuan Lebih Bisa Buatmu Nyaman?

Teori bilang bos perempuan lebih baik. Namun faktanya, tak banyak karyawan berkata sama.
Tak Suka Tersaingi, Benarkah Bos Perempuan Lebih Bisa Buatmu Nyaman?
Persamaan gender memang banyak terjadi di perusahaan. Tak jarang, kamu bisa temukan atasan berjenis kelamin perempuan. Posisi pimpinan kini tak mesti ditempati oleh laki-laki saja. Nah, kamu sendiri, lebih suka dipimpin bos laki-laki atau perempuan?

Studi di Amerika Serikat yang dilansir Kompas Female menunjukkan bahwa kebanyakan karyawan lebih suka jika bos mereka adalah laki-laki. Hal ini bukan tanpa alasan. Dari survei yang diadakan, 75 persen karyawan wanita di negara tersebut berpendapat bahwa bos perempuan kurang bisa membatasi masalah personal di kantor, dan juga kerap 'menusuk' dari belakang.

Karyawan juga mengeluhkan bahwa bos perempuan kerap punya ekpektasi yang terlalu tinggi, akibatnya mereka berlebihan dalam mengandalkan anak buah. Selain itu, karyawan juga menilai emosi bos perempuan mereka sangat tidak stabil.

Sementara itu dari hasil studi, bos perempuan memang diketahui cenderung mudah terintimidasi secara emosional dan profesional. Bahkan di banyak perusahaan, mereka kerap dianggap diktator dan punya Sindrom Ratu Lebah. Sindrom ini digunakan untuk mendefinisikan orang yang berusaha menyebarluaskan kekuasaan dengan cara apapun.


Beda dengan teori

Fakta ini berbeda dengan teori yang ada, bahwa bos perempuan dinilai lebih baik daripada laki-laki. Pasalnya, perempuan memiliki sikap lebih aktif dalam memberi dukungan, pintar mendelegasikan tanggung jawab, dan protektif terhadap anak buah terutama staf perempuan. Namun pada kenyataanya, studi oleh American Management Association menyatakan bahwa 95 persen karyawan perempuan justru merasa karir mereka tidak dihargai oleh sesama perempuan di tempat kerja, demikian juga oleh bos perempuan mereka.

Faktanya, bukan mendukung atau memberikan promosi pada karyawan, bos perempuan justru tampak merasa terancam jika ada anak buah yang cakap dan inovatif. Ini berbeda dengan laki-laki, mereka cenderung lebih percaya diri dan merasa berhak mendapat posisi puncak di perusahaan. Jadi, mereka pun tidak merasa khawatir terhadap kehadiran anak buahnya.

Perbedaan antara teori dengan fakta yang ada, di antaranya bisa disebabkan karena pola asuh dari bos perempuan ini sendiri. Mereka yang punya Sindrom Ratu Lebah umumnya dibesarkan dengan nilai-nilai kehidupan yang tanpa sadar justru memberikan tekanan. Mereka diyakinkan dengan nasihat dan motivasi bahwa mereka cantik serta pintar.

Akibatnya, saat mereka merasa sudah tidak lagi muda dan menarik, mereka gelisah akan pemikiran ada karyawan perempuan yang lebih muda dan bisa menggantikannya. Tak hanya itu, mereka juga selalu cemas akan kehadiran siapa saja yang dianggap lebih bertalenta dan tampak mengincar posisi pimpinan.

Nah, bagaimana menurutmu? Apakah kamu juga lebih suka dipimpin bos laki-laki dibandingkan perempuan? Share di kolom komentar, ya!



Penulis      : Ratih Wilda

Editor        : Yuana Anandatama

Grafis        : Hero Oka

Tags : karakter pemimpin, Do You Know, perempuan, sukses berkarir perempuan,
Tak Suka Tersaingi, Benarkah Bos Perempuan Lebih Bisa Buatmu Nyaman? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png