Web
Analytics
Do You Know, Kamis, 23/06/2016 10:59 WIB

Loss: Time: Life, Jika Kesempatan Kedua Datang Setelah Kematianmu

Jika kamu diberi sedikit waktu untuk 'menunda' kematianmu, apa yang akan kamu lakukan?
Loss: Time: Life, Jika Kesempatan Kedua Datang Setelah Kematianmu
Kendati sudah digariskan, kematian memang tetap jadi misteri semua orang. Tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana akan terjadi. Saat kematian datang, maka tak ada lagi yang bisa dilakukan.

'Masa berlaku' hidup di dunia sudah berakhir. Mereka yang sukses, harus meninggalkan gemilang hidupnya. Mereka yang belum meraih apapun, harus pergi tanpa memiliki sesuatu pun.

Itulah yang dialami oleh Hyun Seunghee, seorang trainee dalam webdrama Korea berjudul Loss: Time: Life–Season 1. Mini drama yang bergenre comedy, life, dan supernatural ini, merupakan remake dari serial Jepang dengan judul sama.  Mini drama ini menceritakan seorang gadis muda bernama Seunghee, yang meninggal tepat sebelum kesuksesan hendak diraihnya.

Seunghee adalah salah satu trainee di agensi entertainment Korea Selatan, yang telah menjalani masa pelatihan sekian lama. Suatu ketika, CEO agensi tersebut menjanjikan Seunghee untuk debut, dan memintanya untuk melakukan rekaman lagu. Sayangnya, janji tersebut berubah menjadi kebohongan. Trainee lain, Yerin, yang dinilai memiliki visual lebih baik dari dirinyalah yang justru debut dengan lagu Seunghee.

Seunghee merasakan ketidakadilan lalu menuntut CEO tersebut. Namun, justru ia mendapat penghinaan dan dianggap belum layak untuk tampil sebagai penyanyi. “Banyak yang bisa menyanyi seperti kamu dan ikut audisi tiap bulan, kamu pikir apa yang kamu miliki sampai kamu berpikir pantas untuk debut?” ujar lelaki itu. Seunghee pun mengatakan bahwa ia tak akan tinggal diam diperlakukan demikian. Namun, CEO Seunghee justru menyuruhnya keluar dari agensi.

Manajer agensi yang juga ada di situ, berbisik pada Seunghee,”Kamu tidak keluar dari sekolah dan mengkhianati keluargamu hanya untuk sampai di sini.” Ia berusaha meredam amarah gadis itu. Seunghee pun tersadar, ia mengorbankan harga dirinya untuk tetap bertahan dan terus berlatih agar layak debut sebagai penyanyi.


Tak putus asa berjuang

Dalam meraih apa yang dicita-citakan, tak hanya bergelut dengan dirinya sendiri, seseorang juga pasti akan menemui banyak hambatan dan persaingan yang ketat dengan mereka yang punya tujuan sama. Di Korea Selatan, semua artis memang harus melewati masa trainee yang melelahkan hingga bertahun-tahun. Bahkan tidak ada yang bisa menjanjikan secara pasti kapan seseorang akan debut, semua diserahkan pada agensi. Jumlah agensi pun sangat menjamur. Satu agensi tidak hanya mengurus satu artis saja. Bisa dibayangkan, bagaimana persaingan untuk jadi penyanyi di sana.

Setelah kejadian bersama CEO itu, Seunghee terus berlatih menyanyi dan menjaga kebugaran tubuh. Ia tidak lelah berusaha agar dianggap layak untuk jadi seorang penyanyi. Waktu terus berjalan, 6 bulan sudah berlalu. Seunghee masih belum menerima tanda-tanda akan segera debut. Ia pun tak banyak menggerutu dan terus berlatih dengan giat. Suatu hari, ia menerima telepon dari Manajer agensi yang mengatakan ia akan segera tampil di atas panggung bersama seniornya, Baro.

Hal ini dikarenakan Yerin yang akan tampil bersama Baro membuat masalah sehingga mau tak mau agensi harus mencari penyanyi pengganti. Seunghee hampir tak bisa percaya pada pendengarannya, ia pun melonjak girang. Sayang, karena kurang berhati-hati saking bersemangatnya, ia malah terjatuh ke lubang saluran air yang sangat dalam dan nyawanya pun tak terselamatkan.


Kesempatan kedua

Pernahkah kamu bertanya, bagaimana perasaan orang yang baru saja mendapati dirinya mati? Sudah pasti, akan banyak hal yang ia sesali. Pun, ada banyak hal yang ingin ia ubah selama hidupnya di dunia. Begitu pula yang terjadi pada Seunghee. Beruntungnya, ia masih diberi kesempatan kedua.

Secara ajaib, Seunghee berhasil keluar dari lubang setelah kedatangan seorang wasit, dua hakim garis, dan seorang pembawa papan waktu, lengkap dengan pakaian ala sepak bola. Seunghee yang semula bingung, akhirnya paham dia sebenarnya sudah meninggal. Ia tersedu, merasa belum mendapatkan apapun dalam hidupnya. Wasit pun memberikan kesempatan untuk Seunghee selama 65 jam sebelum ia akan benar-benar meninggalkan dunia. Seunghee menyetujui, ia pun berlari kencang berusaha mewujudkan apa yang sejak dulu ia cita-citakan. Ia akan tampil di atas panggung dalam waktu tiga hari.

Tidak mudah bagi Seunghee berlatih untuk tampil sempurna di atas panggung nanti. Dance trainer-nya pun bukan orang yang bersahabat. Seunghee terus melakukan kesalahan dalam latihan. Untuk menebusnya, gadis itu pun berlatih dance juga bernyanyi siang malam tanpa henti.

Di saat-saat sulit inilah, Seunghee teringat pada Kakek yang merawatnya. Ia meninggalkan sekolah dan Kakek, demi meraih impian menjadi penyanyi. Hari berikutnya, ia mengunjungi sang Kakek yang masih menyimpan amarah padanya. Sang Kakek merasa menjadi penyanyi adalah pekerjaan hina. Tiket konser yang disiapkan Seunghee untuk Kakek justru dibuang oleh Kakeknya. Ia masih tidak ingin melihat cucunya.

Saat kembali ke agensi, manajer mengingatkan Seunghee bahwa semua orang meragukan kemampuan gadis itu. Hanya Baro, senior yang sudah debut sejak lama, yang percaya padanya. Dengan bantuan seniornya tersebut, Seunghee pun terus berlatih untuk penampilan mereka.


Saat pertama tak selalu baik-baik saja

Setelah meraih apa yang diinginkan, apakah semua pasti berjalan dengan baik? Bisa jadi tidak. Saat pertama bagi seseorang seringkali dilengkapi dengan kesalahan dan kegagalan di sana-sini. Tidak semua hal selalu berjalan dengan mulus, sekalipun cita-cita sudah di depan mata.

Pada hari yang dinantikan, Seunghee justru mengacaukan gladi bersih mereka. Ia tak menyangka tampil di atas panggung ternyata cukup mengerikan. “Semua orang merasa demikian pada pertama kali. Aku dulu terjatuh dari panggung, sampai kamera kesulitan menangkap gambarku,” ujar Baro berusaha menghibur.

Seunghee pun kembali bangkit. Ia melangkah menuju penampilan pertama dan terakhirnya. Di atas panggung, ia melihat sang Kakek di kursi penonton. Sementara pembawa papan waktu menunjukkan waktu yang tersisa miliknya tinggal 3 menit 17 detik.

Seunghee pun menyelesaikan penampilannya dengan sempurna. Pun, mengakhiri kehidupannya tanpa penyesalan apapun.

Mini drama yang disajikan dalam 4 episode dan berdurasi kurang lebih 15 menit per episode ini, membuat penontonnya berpikir tentang bagaimana jika kematian datang di saat kita belum melakukan apa-apa. Dikemas dengan imbuhan komedi di berbagai adegan, mini drama ini adalah tontonan ringan bersarat makna. Bagaimana seseorang bisa tetap mengejar mimpi meski tahu ia akan mati dalam waktu yang sudah ditentukan? Bagi pemeran utama dalam film ini, yang terpenting adalah mengejar apa yang ia cita-citakan dan mati tanpa penyesalan.

Ada saat di mana Seunghee ingin menyerah. Ia bahkan dihina dan dipandang sebelah mata, bahkan Kakek, satu-satunya keluarga yang ada, tidak mau melihatnya lagi. Namun dengan kesungguhan dan usaha yang keras, Seunghee menunjukkan ia layak mendapatkan apa yang ia cita-citakan.

Berbeda dengan drama televisi asal Korea Selatan lain yang cukup panjang dengan durasi yang lama pula, drama singkat ini memiliki alur cepat dan mengalir tanpa membuat penontonnya merasa bosan. Selain itu, kendati cerita ini memiliki unsur fantasi tapi karakter Seunghee mengingatkan pada apa yang sudah kita kerjakan selama ini. Sudah berapa kali kamu jatuh dan memutuskan untuk mundur? Sudah seberapa keras usaha dan apa saja yang kamu pertaruhkan untuk mengejar passion-mu?

Nah, sudahkah kamu menyaksikan Loss: Time: Life Season 1 ini? Jika kamu punya pendapat lain tentang drama ini, share di kolom komentar, ya!



Penulis      : Ratih Wilda

Editor        : Yuana Anandatama

Tags : review film, passion, tips menemukan passion, passion karir, tips mencapai passion, smart jobseeker, menjadi jobseeker sukses,
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Jumat, 21/09/2018 10:28 WIB Dari Nol Sampai Jadi Iklan, Gimana sih Prosesnya?
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Jumat, 14/09/2018 08:00 WIB Kerja di Agensi Iklan: Dapat Benefit yang Cukup Bersaing!
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Kamis, 13/09/2018 00:00 WIB Ternyata Talent Seperti Ini Yang Diinginkan Bank Indonesia
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Selasa, 28/08/2018 10:00 WIB Parodi Kerjaan di Agency (Baca: Ahensi) yang Bisa Kamu Ketahui
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Selasa, 10/07/2018 17:09 WIB Hal Ini Bisa Jadi Indikator Kalau Kamu Siap Berkarier
Loss: Time: Life, Jika Kesempatan Kedua Datang Setelah Kematianmu | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png