Do You Know, Selasa, 24/02/2015 14:00 WIB

Mau Pintar Problem Solving? Ini yang Bisa Kita Teladani dari Sherlock Holmes!

Sudah melahap semua seri petualangan detektif Inggris, Sherlock Holmes? Apa saja yang bisa kita jadikan pelajaran untuk mengembangkan diri?
Mau Pintar Problem Solving? Ini yang Bisa Kita Teladani dari Sherlock Holmes!
Sherlock Holmes, pernah dengar kan tentang tokoh ciptaan Sir Arthur Conan Doyle yang satu ini? Mungkin yang pertama kali terbayang adalah topi pemburu rusa, jaket musim dingin, dan kaca pembesarnya yang selalu dia bawa ke mana-mana. Sherlock Holmes terkenal dengan kemampuannya menyelesaikan kasus demi kasus misterius yang kebanyakan aparat penegak hukum di London gagal mengusutnya. 

Satu hal lagi yang khas dari Sherlock Holmes adalah kemampuannya untuk mengidentifikasi banyak hal hanya dari apa-apa yang dia lihat secara sekilas. Menarik bukan?

Melalui tulisan ini, kita akan mengetahui lebih dalam tentang Sherlock, terutama hal-hal yang terkait dengan pengembangan diri. Siapa tahu karakter Sherlock juga dapat membantu kita berbuat lebih untuk pengembangan karir. Sherlock yang selalu mampu melihat lebih dalam, menganalisis dengan teliti, dan observasi hingga ranah detail. Tentu kemampuan tersebut sangat bermanfaat jika bisa kita aplikasikan dalam pengembangan diri dan karir.


Gunakan metode ilmiah

Salah satu hal yang kita pelajari dari Sherlock adalah metode ilmiah. Bagaimana Sherlock mampu menarik informasi lebih banyak dari objek yang sama-sama dilihat banyak penyidik kepolisian lain? Jawabannya, dia tidak hanya melihat tetapi juga melakukan observasi. 

Mari kita ingat kembali pelajaran pengetahuan alam tentang metode ilmiah sewaktu sekolah. Tentu sama-sama kita ingat bahwa tahap pertama setelah identifikasi masalah adalah observasi. Kelihaian Sherlock melihat lebih dalam terletak pada konsistensinya untuk menerapkan metode ilmiah pada banyak kasus yang ditanganinya.

Pengembangan diri tidak lain adalah kumpulan target-target kecil menuju kesuksesan. Dari setiap target itulah mulai dibuat identifikasi tentang semua hal terkait, tentang kapan dan bagaimana, apa syaratnya, dan lain-lain. Dengan menerapkan metode ilmiah dalam pengembangan diri, tentu kita akan lebih mudah mengerti dengan jelas tentang apa sebenarnya target kita dan bagaimana mencapainya.


Berpikir analitis dan penuh pertimbangan

Dari banyak petualangan sang detektif, kita mengetahui Sherlock membuktikan bahwa solusi yang paling jelas sering kali misleading, tidak selalu merupakan solusi yang benar. Kita lihat lagi kasus-kasus kriminal yang ditangani Sherlock. Memang terlihat sulit bahkan tidak mungkin untuk dilakukan menurut akal sehat. Setelah melalui proses penyelidikan yang mendalam, Sherlock sering berucap, "Once you eliminate the impossible, whatever remains, no matter how improbable, must be the truth." Jadi hapus satu persatu semua yang tidak mungkin. Apapun yang tersisa, bagaimana pun terdengar sulit, pastilah kebenaran.

Dari setiap kenaikan jenjang, entah dalam karir atau peningkatan skill, kita dihadapkan pada pertimbangan-pertimbangan. Putusan dari setiap pertimbangan itulah yang pada akhirnya sangat menentukan hasil. Jika tidak hati-hati, sangat disayangkan bagaimana setiap usaha kita terasa sia-sia. Dari sinilah peran penting berpikir analitis. Munculkan semua kemungkinan serta pertimbangan positif dan negatif.


Punya sahabat dekat yang dipercaya 

Sherlock memiliki sahabat dekat yang mengikutinya hampir dalam setiap kasus, yakni Dr. John Watson. Dokter militer yang juga partner Sherlock ini memiliki kemampuan yang melengkapi semua yang Sherlock tidak punya. Bayangkan saja, bagaimana mungkin Sherlock akan melobi para elit birokrat Inggris jika dia bahkan tidak mau menyisir rambutnya dan keluar dari tempat tidur. Di titik inilah Dr. Watson turun tangan dan melengkapinya, menjadi partner dalam penyelidikan, dan menarik informasi dari berbagai sumber.

Taruhlah kepercayaan kepada partner. Banyak sekali tips atau referensi terkait kerja sama, dan yang berada di baris pertama bersama 'komunikasi' adalah 'percaya kepada partner'. Membayangkan Sherlock yang terlalu sibuk dalam mind palace-nya ketika sedang melakukan investigasi tempat kejadian, maka hanya Dr. Watson yang paling mungkin untuk melanjutkan mencari setiap detail yang dibutuhkan. Setiap rasa percaya yang kita bagikan dalam partnership akan sangat membantu banyak project selesai dengan baik.

Apa lagi yang bisa kamu petik dari kisah petualangan Sherlock Holmes? Bagikan komentarmu di bawah, yuk! Atau, kamu juga mau jadi kreatif dan imajinatif seperti Sherlock Holmes? Baca caranya di sini!

Tilik referensi artikel ini selengkapnya di randallreilly.com, mystarjob.com, dan scientificamerican.com. [CN]



Penulis    : Mohamad Nurdin

Editor      : Rifki Amelia F, M. Amin Amsyah

Grafis      : Hero Oka

Tags : pengembangan diri, Pengembangan Kepribadian, tip dan cara berpikir kritis, review film,
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Selasa, 10/07/2018 17:09 WIB Hal Ini Bisa Jadi Indikator Kalau Kamu Siap Berkarier
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Rabu, 04/07/2018 00:00 WIB Bukan Hanya Pacar yang Butuh Kepastian, Perusahaan Juga!
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Minggu, 01/07/2018 10:00 WIB Selain LPDP, 5 Beasiswa Ini Patut Kamu Perhitungkan!
Mau Pintar Problem Solving? Ini yang Bisa Kita Teladani dari Sherlock Holmes! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png