Career Issue, Kamis, 17/05/2018 14:07 WIB

Hampir Kena Rekrutmen ‘Bodong’, Gimana Ya Kisah Mereka?

Dapat panggilan rekrutmen kerja, siapa yang tak bangga! Namun ada kalanya kamu menahan rasa banggamu dulu agar tak menyesal kemudian

Hampir Kena Rekrutmen ‘Bodong’, Gimana Ya Kisah Mereka?
Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Jobseeker mana yang tidak senang jika sedang asyik-asyiknya berselancar di media sosial untuk melihat apa yang sedang jadi trend tiba-tiba sekaligus mendapatkan informasi tentang lowongan kerja? Di perusahaan besar pula.

Hal itulah yang mungkin dirasakan Laila Robingatu. Ketika ia tengah asik ber-Instagram ria, tiba-tiba dia menemukan sebuah lowongan pekerjaan dari sebuah perusahaan pertambangan. Lowongan disebar melalui akun Instagram yang menggunakan nama perusahaan. Untuk melamar posisi tersebut, dia diminta untuk mengisi form secara online di website yang telah ditunjuk.

Setelah mengisi data-data yang dibutuhkan secara online, Laila mendapatkan email balasan. Dalam email tersebut, Laila mendapat informasi bahwa namanya masuk sebagai salah satu kandidat yang berhak untuk mengikuti tahap wawancara. Tes akan dilakukan di Kalimantan. Tentu bahagia mengetahui lowongan kita telah diterima perusahaan. Bahkan, nama kita menjadi salah satu kandidat yang bisa melanjutkan ke tahap wawancara. 

Namun tidak demikian halnya ketika Laila mulai mencurigai adanya hal yang kurang menyenangkan. Melalui email tersebut, perusahaan meminta Laila menggunakan sebuah tour agent untuk melakukan pembelian tiket ke Kalimantan. Dia diminta untuk mentransfer biaya tiketnya terlebih dahulu dan akan diganti oleh perusahaan setibanya Laila di Kalimantan nanti. Berbekal pengetahuan seputar rekrutmen dan mencoba untuk mencari tahu di media lain, Laila meyakini panggilan tes ini palsu.

Hal yang sama juga dialami Ria Perdani. Lulusan Pertanian UGM angkatan 2012 ini mendapatkan email balasan setelah melamar online ke sebuah bank melalui salah satu website penyedia lowongan pekerjaan. Email tersebut berisi informasi untuk mengikuti tes lanjutan di luar kota. Modus yang diambil pun sama, yakni diminta untuk membeli tiket di salah satu agen perjalanan yang telah ditunjuk perusahaan.

Karena merasa curiga, Ria pun mencari informasi dengan menghubungi salah satu teman yang kebetulan bekerja di bank tersebut. Dari temannya, Ria mendapatkan informasi bahwa bank tersebut tidak sedang membuka lowongan pekerjaan. Andai membuka lowongan pun, perusahaan tidak akan mengharuskan Ria membayar biaya perjalanan ke lokasi tes.

Beda cerita dengan Ahmad Nashiruddin. Lulusan Agrobisnis Universitas Brawijaya Malang ini tiba-tiba mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes di Kalimantan. Panggilan tes berasal dari salah satu perusahaan kontraktor. Isi email pun tidak berbeda, yakni berisi informasi prosedur tes seleksi beserta perintah untuk membeli tiket perjalanan melalui sebuah agen perjalanan.

Anehnya, Ahmad merasa tidak pernah melamar ke perusahaan tersebut. “Jurusan yang ditawarkan pun jauh banget sama jurusan kuliah saya, posisinya juga gak jelas,” ujarnya. Berbekal kecurigaan inilah, Ahmad berinisiatif untuk melakukan re-check ke website resmi perusahaan. Melalui website-nya, ternyata perusahaan sudah memberikan peringatan kepada jobseeeker untuk bersikap waspada terhadap penipuan kerja. Mungkin saat itu, Ahmad bukan jadi satu-satunya yang tertipu lowongan kerja palsu tersebut.

Dari kisah-kisah di atas, dapat kita lihat bahwa modus penipuan kerja menggunakan pembelian tiket di agen perjalanan sering sekali digunakan. Semua disusun rapi untuk semakin meyakinkan jobseeker bahwa email panggilan tes yang diterimanya memang benar-benar berasal dari perusahaan.

Sri Muliati Abdullah, M.Psi., Staf Ahli ECC UGM, mengatakan panggilan tes merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seorang jobseeker. Mengapa? Karena dengan mendapatkan panggilan tes, seorang jobseeker sudah satu tahap lebih dekat dengan pekerjaan impiannya. “Itu sama artinya dengan ia lolos di sebuah tahapan tes,” tutur Lia.

Perasaan inilah yang kemudian membuat jobseeker fokus pada tahap selanjutnya. Apapun akan ditempuh agar proses seleksi selanjutnya juga berjalan mulus. “Secara psikologis, akan ada mekanisme dalam diri jobseeker untuk fokus pada jadwal seleksi dan ingin memastikan perjalanan menuju tempat tes dapat berjalan baik & tak terkendala. Apalagi jika mereka berasal dari luar kota dan asing dengan daerah tujuan. Tentu ada rasa khawatir,” terang Lia

Kondisi ini dimanfaatkan oknum kurang bertanggungjawab untuk melakukan penipuan. Mereka biasanya sengaja mengatur bagaimana kondisinya sehingga calon korban penipuan memang berbeda domisili dengan lokasi tes yang ditunjuk. “Kondisi ini dimanfaatkan penipu untuk menawarkan tiket perjalanan, seolah-olah mereka memberikan jaminan pasti sampai kota dan lokasi tes dengan nyaman dan tepat waktu. Penipu memanfaatkan dinamika psikologis ini dengan memberi penawaran yang "logis”,” papar Lia.

Jadi, sekarang kamu tahu kan mengapa ‘pembelian tiket’ selalu dijadikan modus handal penipu untuk mengelabui jobseeker? Apapun alasannya, mulai saat ini kita perlu bersikap tenang dan rasional dalam menghadapi panggilan tes dan informasi lowongan pekerjaan. Jika kamu belum tahu kebenaran tentang sebuah informasi, ada baiknya untuk bertanya pada mereka yang memang profesional di bidang tersebut. Jangan pula tergesa-gesa menyebarkan informasi yang belum kamu yakini validitasnya

Kamu memiliki pengalaman juga tentang penipuan lowongan kerja? Ayo sharing ceritamu di kolom komentar dan kamu telah mengambil salah satu langkah untuk menyelamatkan lebih banyak jobseeker dari penipuan. 



Penulis : Rita Pamilia

Editor : Puspa Aqirul Mala 

Grafis : M. Rizal 


[CANDID] Ini Karakter Jobseeker Dilihat dari Warna Favoritnya Jobseeker / workplace,
Senin, 20/03/2017 14:38 WIB [CANDID] Ini Karakter Jobseeker Dilihat dari Warna Favoritnya
Hal Ringan Namun Bermanfaat Untuk Puasamu, Coba Deh! Jobseeker / workplace,
Senin, 28/05/2018 15:38 WIB Hal Ringan Namun Bermanfaat Untuk Puasamu, Coba Deh!
8 Cara Simpel Ini Jaga Good Mood-mu Saat Puasa! Jobseeker / workplace,
Rabu, 23/05/2018 00:00 WIB 8 Cara Simpel Ini Jaga Good Mood-mu Saat Puasa!
Tilik 8 Tip Dari CEO Bukalapak Untuk Kamu Yang Ingin Sukses! Enterpreunership,
Jumat, 27/04/2018 16:23 WIB Tilik 8 Tip Dari CEO Bukalapak Untuk Kamu Yang Ingin Sukses!
6 Cara Biar Kamu Enggak Mudah Kena Tipu-tipu! Workplace,
Selasa, 13/03/2018 15:20 WIB 6 Cara Biar Kamu Enggak Mudah Kena Tipu-tipu!
Pomodoro, Cara Biar Fokus dan Bebas Distraksi! Jobseeker / workplace,
Selasa, 27/02/2018 11:30 WIB Pomodoro, Cara Biar Fokus dan Bebas Distraksi!
Hampir Kena Rekrutmen ‘Bodong’, Gimana Ya Kisah Mereka? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png