Enterpreunership, Kamis, 19/11/2015 16:22 WIB

Kamu Suka Es Krim? Mau Coba Bisnis Produk Ini? Jajal Tips ala Andromeda Sindoro

Pecinta es krim sepertimu wajib tahu produk es krim yang mampu merambah pasar dunia ini. Sweet Sunday Ice Cream, homemade ice cream yang dibuat langsung dari susu peternak lokal berkualitas unggul. Penasaran kisah sukses produk es krim buatan Andromeda Sindoro ini?
Kamu Suka Es Krim? Mau Coba Bisnis Produk Ini? Jajal Tips ala Andromeda Sindoro
Sukses memasarkan produk usaha di dalam negeri tidak boleh membuatmu puas diri. Apalagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dimana produk dari negara lain dengan mudah masuk ke Indonesia, sudah ada di depan mata. Kini saatnya, wirausahawan Indonesia merambah dunia internasional dengan mengekspor produknya ke luar negeri.

Siapa yang menyangka usaha yang dimulai dari bangku kuliah, kini mampu melesat ke beberapa negara, seperti Malaysia dan Singapura? Sweet Sundae Ice Cream merupakan produk olahan susu yang dikelola oleh Andromeda Sindoro S. Pt dan istrinya Yuki Rahmayanti S. Pt. Keduanya memulai bisnis sejak tahun 2008.

“Dulu kita masih nyambi sama kuliah. Lalu, tahun 2011 mulai mengelola secara profesional. Pindah tempat produksi sampai sekarang,” ungkap Andro alumni dari Fakultas Peternakan UGM ini.

Tak hanya ekspor ke Malaysia dan Singapura, Sweet Sundae Ice Cream juga sedang menggarap kerjasama dengan investor Saudi Arabia untuk membuat pabrik di sana. Bagaimana kisah dan tips di balik Sweet Sundae Ice Cream? Andro memaparkan beberapa tips yang bisa dibagi untuk semua pengusaha, baik usaha yang baru dimulai sampai usaha yang sudah berskala besar.


Datangi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindangkop)

“Saya menyarankan untuk mendatangi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi yang ada di kota atau kabupaten,” kata Andro. Pengalamannya Andro, pintu ekspor terbuka ketika Andro mendapat kesempatan untuk ikut pameran produk di Malaysia. Kesempatan tersebut diperoleh dari Kementerian Perdagangan. Kementerian tersebut memiliki lembaga Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) yang khusus melatih ekspor bagi Usaha Kecil Menengah (UKM). “Untuk pertama kalinya kita ikut pameran, kita berusaha maksimal. Kemudian ada yang tertarik dengan produk kita,” lanjut Andro.

“Meskipun baru berjualan di satu tempat, artinya belum menjangkau seluruh wilayah. Dari situ kita berusaha untuk mengembangkan lebih luas lagi,”kata Andro.


Membuka jaringan 

Ketika sudah mendaftar di Disperindangkop, setiap kali ada pelatihan atau pameran pasti akan dihubungi. Ada banyak link yang akan membantu mengembangkan usaha. “Semudah itu, tidak ada syarat khusus. Semua produk maupun jasa bisa didaftarkan ke dinas tersebut,” ujar Andro. 


Momen yang Tepat

Andro merasa produk dalam negeri sudah saatnya diekspor. “Memang harus ekspor, apalagi saat ini sedang digencarkan ekspor terlebih mau MEA. Kalau kita enggak segera mengeluarkan produk kita, nanti keburu produk luar yang masuk ke sini (Indonesia-red) dan kita enggak bisa gerak,” tambah Andro.


Ajukan ke BUMN

Setiap BUMN pasti memiliki program pengembangan usaha kecil menengah. Andro menjelaskan bahwa nanti akan ada pembinaan khusus dari BUMN untuk mengembangkan usaha. Ketika sudah menjadi binaan salah satu BUMN, usaha akan berkembang sehingga akan ada banyak kesempatan datang.


Tak Pantang Menyerah

Pemasaran di luar memang tak seindah yang dibayangkan, begitulah Andro menggambarkan. Kadang orang yang kita ajak kerja sama ada yang curang atau ada yang kemauannya banyak. Tapi bagaimanapun Andro bertekad, kalau berniat ekspor semua rintangan harus dihadapi.

Andro menambahkan bahwa berwirausaha internasional tetap ada keuntungannya. “Enaknya, kalau di dalam negeri saat dollar naik, kita sedih. Namun bagi eksportir, ketika dolar naik, malah senang. Keuntungan yang didapat bisa bertambah. Artinya saat kita jual eskrim dengan harga 1 dollar Singapura, dua tahun lalu misalnya seharga Rp 7.000,00, sekarang harganya sudah Rp 9.000,00,” cerita Andro.


Perhatikan negara tujuan

Membuka kerjasama dengan pihak luar berarti harus mempelajari aturan dan ketentuan yang diterapkan di negara yang dituju. ”Setiap deal dengan masing-masing negara, tiap negara memiliki ketentuan masing-masing dan harus diperhatikan, seperti sertifikasi pangan. Contohnya di Malaysia dan Singapura kita harus menggunakan paper cup untuk es krimnya,” jelas Andro.

Cara berkomunikasi pun harus diperhatikan. “Kalau di luar negeri itu benar-benar berbeda, bahasa, budaya, dan kebiasaannya berbeda. Kita harus mempelajarinya. Tak kalah penting adalah keinginan dan harus pantang menyerah.

Andro menyakini, setiap usaha pasti ada kesulitan dan tantangan. “Selama ini kami merasa kalau enggak ada itu, kita enggak berkembang. Kalau dijalani pasti enggak kerasa.” Andro mengajak kepada siapapun untuk terus mengembangkan usahanya. “Tak ada usaha yang sia-sia. Jangan mudah menyerah,” pungkas Andro.

Nah, sudah kantongi tips langsung dari wirausahawan sukses satu ini. Kini saatnya kamu untuk mencoba! Kamu juga bisa baca strategi seru untuk bisnismu ini agar kamu lebih termotivasi memulai usahamu. Selamat mencoba!



Penulis        : Vindiasari Yunizha S.P.

Editor          : Yuana Anandatama

Grafis          : Ardiansyah Bahrul A.

5 Bisnis Seru yang Bisa Kamu Coba di Bulan Ramadan Enterpreunership,
Selasa, 23/06/2015 05:16 WIB 5 Bisnis Seru yang Bisa Kamu Coba di Bulan Ramadan
[CANDID] Meramu Promosi untuk Bisnis Kulinermu di Media Sosial Enterpreunership,
Kamis, 05/03/2015 08:00 WIB [CANDID] Meramu Promosi untuk Bisnis Kulinermu di Media Sosial
Strategi Seru untuk Bisnismu Enterpreunership,
Selasa, 24/06/2014 15:30 WIB Strategi Seru untuk Bisnismu
Skripsi itu Pilihan. Beranikah Anda Memilih? Enterpreunership,
Rabu, 19/03/2014 00:00 WIB Skripsi itu Pilihan. Beranikah Anda Memilih?
Kamu Suka Es Krim? Mau Coba Bisnis Produk Ini? Jajal Tips ala Andromeda Sindoro | CAREERNEWS
1486001424_top_banner_homepage_cn.png