Office Hour, Selasa, 09/05/2017 13:56 WIB

Niniek Febriany: Arsitek Muda Banyak Prestasi & Rasa untuk Berbagi

Arsitek muda ini tak hanya sibuk dengan dunianya tapi ia sibuk berbagi dan belajar ke berbagai antero dunia. Kenalan, yuk!

Niniek Febriany: Arsitek Muda Banyak Prestasi & Rasa untuk Berbagi

Jika ingin melihat salah satu anak muda yang aktif yang sukses di bidangnya, mungkin kita bisa menilik pada gadis yang satu ini.

Namanya Niniek Febriany atau biasa dipanggil Niniek. Niniek saat ini bekerja sebagai arsitek di biro yang didirikan bersama teman-temannya: Videshiiya Studio.

Pekerjaan sebagai arsitek memang identik dengan pekerjaan kaum adam. Namun Niniek merupakan salah satu perempuan yang bisa mendobrak anggapan ini. Hal ini terbukti dengan prestasinya di bidang arsitektur.

Usai menyelesaikan pendidikan sarjananya di Arsitektur UGM pada 2011, Niniek kemudian melanjutkan studinya ke Unitec Institute of Technology di Auckland, New Zealand. Sesuai bidang yang telah digeluti sebelumnya, di universitas ini Niniek mengambil pendidikan master di bidang arsitektur. April 2016 silam Niniek memperoleh gelar S2-nya. Ia lulus melalui sebuah tesis yang membahas mengenai proyeksi Bandara dari Bambu di daerah Tabanan, Bali (North Bali INternational Airport). Tesis tersebut pernah dikompetisikan olehnya dalam Three Minutes Tesis Competition dan berhasil meraih juara ketiga. (Desain bandara tersebut menjadi background foto Niniek pada artikel ini)

Gelar bukanlah sebatas nama untuk melegalkan keahliannya di bidang arsitektur. Niniek gigih dalam mengembangkan minatnya di bidang ini. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaannya sebagai mahasiswa magang di berbagai universitas. Tak main-main, dia mengambil program magang di luar negeri.

Beberapa pengalaman magangnya di antaranya dijalani di Surbana Urban Planning Group (Singapura) pada 2008, Shigeru Ban Architects (Jepang) pada 2008, Massimiliano Fuksas Architects (Perancis) pada 2009, dan Peddle Thorp Architects (New Zealand) pada 2014. Kalau kamu sempat bepergian ke negara Tiongkok dan mendarat di Bandara Shenzhen, gadis yang gemar bersepeda ini adalah salah satu tim perancang bandara tersebut.

Tampaknya dewi fortuna selalu membuatnya untuk bisa lebih dekat dengan Tiongkok. Pada tahun 2013, Niniek juga pernah menjadi duta bangsa Indonesia mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Indonesia China Youth Exchange Program (IChYEP) sebuah program di bawah naungan Kemenpora RI dan Balai Pemuda Olahraga DIY. Dan setelah menjadi alumni program tersebut, ia tergabung dan mengabdi dalam sebuah organisasi bernama PCMI Jogja.

Setelah belajar ke mana-mana, tentu banyak ilmu didapat Niniek. Dalam membuat desain rancang bangun pun tentu Niniek memiliki inspirasi tersendiri. Walau begitu, ia merasa tidak tertuntut untuk menekuni salah satu gaya desain bangunan dari arsitek tertentu. “Dalam membuat bangun rancang, sebenarnya tidak memiliki gaya spesifik. Karena ujung-ujungnya hanya akan terjadi pengotakan gaya yang bisa membatasi imajinasi,” terangnya.

Meski begitu, tentu saja Niniek memiliki arsitek yang menginspirasi karya-karyanya. Di antaranya Zaha Hadid sebagai arsitek perempuan pertama yang menerima Pritzker Prize. Selain itu Niniek juga terinspirasi oleh Romo Mangun yang menurutnya telah berhasil menyematkan image positif bagi kampung Code. Terakhir, dia juga terinspirasi oleh Antonio Gaudi yang menciptakan desain bangunan handmade di setiap sudutnya.


Arsitektur bukan cinta pertamanya

Passion memang terkadang ditemukan dengan cara yang tidak terduga. Niniek misalnya, ia tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang arsitek. Sewaktu kecil Niniek suka sekali menonton film. Sampai dia memiliki cita-cita untuk bekerja di bidang perfilman.

Namun setelah lulus dari sekolah menengah atas, Niniek malah mendaftar ke Arsitektur UGM. Di sini dia justru menemukan passion-nya yang lain. “Setelah menjalaninya, dunia arsitektur ternyata menyenangkan. Arsitektur sendiri bisa menjadi agent of future, ini bukan melulu soal building, tapi juga merambah permasalahan perkotaan,” papar gadis kelahiran Makasar 28 tahun silam ini.

Meski menjalani pekerjaan di bidang arsitektur, kecintaannya pada film tetap ia langgengkan. Saat ini Niniek mengambil kelas penulisan script di Jogja Film Academy. “Pengen banget belajar script writing, karena dari dulu ingin terlibat dalam pembuatan film,” ujarnya.


Aktivitas selama mahasiswa

Menggarap proyek-proyek di level nasional bahkan internasional sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Niniek dan kawan-kawannya. Apa yang ia capai saat ini bukan tanpa perjuangan. Selain rajin mengembangkan ilmu yang digelutinya, ia juga merasa perlu melakukan peningkatan softskill. Hal ini dilakukannya dengan aktif di berbagai organisasi.

Sewaktu berstatus sebagai mahasiswa S1 di UGM, Niniek aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM. Bersama teman-temannya ia juga mendirikan Geng Anti Kresek pada 2006 lalu. Di bidang keilmuannya, Niniek mengaku sering mengikuti kompetisi arsitektur dan membantu proyek kampus. Ia ternyata juga aktif mengikuti capoeira dan kegiatan menari di kampusnya.

Di tahun keempat kuliahnya, ia mengambil cuti untuk mengikuti salah satu program magang yang telah disebutkan di atas.  Selama 2011-2013 ia juga menjadi project manager di Pekopeko Bags yang berkolaborasi dengan Yakkum Rehabiliation Centre. Tak hanya itu, kecintaannya untuk berbagi semakin ditunjukkannya dengan mendirikan komunitas Book for Mountain (BFM). Komunitas ini bergerak di bidang edukasi masyarakat dengan upaya mendirikan perpustakaan dan menyediakan buku di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Baru-baru ini, komunitas yang memiliki tagline we love kids, we love book, we adore Indonesia ini berhasil mendirikan perpustakaan di Kaimana, sebuah daerah di Papua Barat. Atas dedikasinya, tak mengherankan apabila Niniek pernah diundang oleh Andy F. Noya untuk hadir dalam acara Kick Andy dalam edisi 'Dewi-Dewi Inspiratif'.

Meski aktivitasnya sangat padat, jangan berpikir kalau Niniek pasti lama menyelesaikan studi S1-nya. Eits.., dengan segudang aktivitas keorganisasian dan akademiknya, tenryata gelar S1 bisa diraihnya tidak lebih dari lima tahun. Hayo yang baru skripsi, sudah tahun ke berapa sekarang?


Hidup tak selalu di jalan tol

Sebagai manusia, Niniek tentu pernah berhadapan dengan kondisi yang memungkinkannya merasa 'down'. Ketika ditanya bagaimana ia mengatasinya, ia menjawab bahwa ia jarang merasa 'down”. “Down itu terjadi mungkin karena kita mengerjakan sesuatu dalam waktu lama dan gak berhasil-berhasil, ujung-ujungnya bosan. Tapi aku cepet kembali normal sih,” ujarnya sambil tertawa.

Dalam menjalani aktivitasnya, Niniek merasa tidak ingin menghabiskan waktunya untuk merasakan 'down'. “Kalau kata Muhammad Ali: I hated every minute of training, but I said, 'Don't quit. Suffer now and live the rest of your life as a champion,” ujarnya. Dalam menjalani hidup, Niniek juga mengambil prinsip salah satu tokoh komik anak-anak, Yotsuba. “Enjoy everything!,” tandasnya.

Seperti apa yang menjadi prinsip Niniek, jangan pernah menyerah menjalani apa yang kamu jalani saat ini. Hidup memang tak selalu mulus. Tapi keputusan untuk menjadi sukses sudah pasti kamu yang tentukan. Selamat beraktivitas!


Punya kisah inspiratif, bagikan ceritamu pada kami via email redaksi@careernews.id! [CN]



Penulis : RIta Pamilia

Editor   : Vinia R. Prima

Foto      : Dok. Pribadi

Tags : profesi, tips kantor, tips karir, my job, arsitektur, enterpreneurship, enterpreneur muda,
Ellen Samil: Passion Jadi Kunci Puluhan Tahun Berkarir Office Hour,
Jumat, 31/03/2017 10:32 WIB Ellen Samil: Passion Jadi Kunci Puluhan Tahun Berkarir
Mila Lubis: Riset itu Dinamis dan Menyenangkan Office Hour,
Jumat, 03/03/2017 11:35 WIB Mila Lubis: Riset itu Dinamis dan Menyenangkan
Melvin Hade: Jadi Brilian dan Self Driver di Usia Muda Office Hour,
Jumat, 23/09/2016 15:50 WIB Melvin Hade: Jadi Brilian dan Self Driver di Usia Muda
Natali Ardianto: Dari Pribadi Introvert, Hingga CTO Tiket.com Office Hour,
Rabu, 31/08/2016 14:45 WIB Natali Ardianto: Dari Pribadi Introvert, Hingga CTO Tiket.com
Niniek Febriany: Arsitek Muda Banyak Prestasi & Rasa untuk Berbagi | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png