Enterpreunership, Rabu, 09/11/2016 11:35 WIB

Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda

Hampir semua pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta kenal dengan toko buku satu ini, Social Agency. Ternyata, pemiliknya juga menekuni bisnis di dunia musik, lho!
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda
Cermat, tekun, dan pintar membaca situasi. Tiga karakter inilah yang tersemat dalam diri seorang Chasan Muhammad. Di usianya yang baru menginjak 29 tahun, pria dengan panggilan akrab Chasan ini tengah mengelola tiga lini bisnis yang berbeda.

Mewarisi jiwa entrepreneur dari sang Ayah, membuat Chasan tak ragu untuk benar-benar menekuni dunia bisnis. Anak ketiga dari Mas’ud Chasan, Founder toko buku Social Agency ini merintis bisnis pertamanya di tahun 2009. Berawal dari hobi bermain musik, ia mendirikan sekolah yang diberi nama Jogja Music School (JMS). Hingga saat ini, rata-rata siswa di JMS mencapai 200 siswa perbulannya.

Selain itu, Chasan juga memiliki usaha jasa pembuatan studio musik yang ia beri nama My Studio dan diresmikan dua tahun setelah JMS berdiri. Serta yang paling baru, ia juga mengelola usaha toko buku milik Ayahnya, yaitu Social Agency sejak tahun 2013 hingga saat ini.


Cermat membaca peluang dan potensi diri

Banyak kisah menarik di balik perjalanan Chasan hingga bisa menjadi seperti sekarang. JMS, bisnis pertama yang ia rintis, tidak serta merta berdiri begitu saja. Tahun 2006, ketika Chasan menjalani tahun pertamanya di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UGM, ia sudah memulai bisnis kecil-kecilan. Keterampilannya dalam menabuh drum ia jadikan modal untuk membuka kursus alat musik tersebut, secara kecil-kecilan di rumahnya.

"Karena pas SMA suka banget main drum, terus kepikiran buat ngursusin anak-anak kecil di dekat rumah. Dari situ ternyata perkembangannya sangat pesat sampai akhirnya berdiri JMS di tahun 2009," ujar pria kelahiran Yogyakarta ini.

Chasan menyadari bahwa dunia yang digelutinya saat ini tidak ada hubungannya dengan ilmu yang ia peroleh saat menempuh pendidikan tingkat sarjana di UGM. Semasa kuliah, Chasan pun justru bergabung di komunitas entrepreneur yang ada di kampusnya. Ia sering berbagi cerita dengan rekan-rekannya yang juga telah menekuni dunia entrepreneur di komunitas tersebut.

Ia tak pernah bosan mendengar keluh kesah teman-temannya di komunitas selama menjalani bisnis. Cerita-cerita tersebut ia jadikan pelajaran agar bisa lebih berhati-hati dalam mengoperasikan bisnis yang ia kelola. "Biar bisa belajar dari pengalaman orang lain," ungkapnya.

Selain belajar dari pengalaman orang lain, Chasan juga cerdik membaca situasi. Sebagai contoh, ia menyadari masyarakat saat ini terbilang sangat melek teknologi. Kendati peluang bisnis buku justru melemah ketika orang-orang lebih tertarik membaca online daripada harus membeli buku, ia tak kehabisan akal. Chasan tahu ia harus berbuat sesuatu di situasi tersebut. Pengalaman memasarkan usaha lewat internet pun ia coba.

Hasilnya, kini pelanggan setia Social Agency bisa mendapatkan produk dalam format pdf yang dijual secara online. "Kemajuan teknologi itu nggak bisa dilawan, jadi kita yang harus menyesuaikan." Jelas Chasan. Wah, kreatif memanfaatkan situasi juga perlu ya, dalam berbisnis!


Tak sekadar bisnis warisan

Sadar bahwa masih harus banyak belajar, Chasan melanjutkan studinya di Magister Management UGM di tahun 2010. Ia bahkan tidak minta uang sepeser pun kepada orang tuanya untuk biaya kuliah S2, alias bayar sendiri. "Pas belajar di S2 baru terasa kalau ilmunya berhubungan semua, jadi ada untungnya juga menyelesaikan studi sampai S2 waktu itu," ungkap Chasan.

Chasan banyak belajar dari sang Ayah dalam hal berbisnis. Ia selalu mengamati dan mencontoh apa yang telah Ayahnya lakukan dahulu dalam mengelola bisnis dari nol hingga sebesar sekarang. Selain itu, diam-diam Chasan juga sering membaca buku-buku tentang menjalankan bisnis yang dikoleksi oleh Ayahnya. "Ayah tidak pernah mengarahkan langsung, kritik ya hanya sekali dua kali. Saya yang justru aktif mempelajari ilmu-ilmu yang dimiliki Ayah secara mandiri," ungkap Chasan.

Ia juga tekun dalam mempelajari manajemen keuangan dan bagaimana memperlakukan karyawannya. "Ayah selalu mengingatkan dua hal tersebut untuk selalu diperhatikan kalau mau bisnisnya bisa terus berkembang," ujar Chasan.

Memiliki orang tua dengan pencapaian bisnis yang luar biasa, sering membuat orang lain mengira Chasan hanya akan meneruskan bisnis keluarganya saja. "Terkadang penilaian orang yang seperti itu bikin saya mengalami dilema. Itulah mengapa saya memilih bisnis di jalur yang berbeda dari Ayah," jelas Chasan. Ia yakin tidak akan ada yang menilai usahanya hanya sebuah warisan jika mampu membangun semua dari nol.

Terlepas dari dirinya yang saat ini mengelola bisnis toko buku sang Ayah, Chasan mengaku sudah tidak mau memikirkan soal gengsi atau yang lain Baginya, yang ia lakukan saat ini merupakan tanggung jawab terhadap orang tua yang sudah membesarkannya hingga bisa jadi seperti saat ini. "Sudah enggak peduli orang berkata apa, saya cuma ingin berbakti saja ke orang tua dengan mengelola bisnis keluarga," ungkap Chasan.


Terus belajar adalah kunci

Kunci dari kesuksesan Chasan adalah semangatnya yang ingin terus belajar. My Studio, usahanya yang bergerak di bidang jasa pembuatan studio ternyata bermula dari permintaan muridnya di JMS yang ingin dibuatkan studio di salah satu SD. Chasan pun menyanggupi permintaan tersebut dengan niat belajar. Baginya, keuntungan dalam berbisnis itu bukan hanya soal materi tapi juga ilmu serta pengalaman agar bisa terus belajar.

Berkat pengalaman tersebut, My Studio kini sudah mengerjakan lebih dari 70 proyek di berbagai wilayah Indonesia. Proyek yang dikerjakan My Studio pun kini bukan hanya pembuatan studio musik saja tapi juga desain interior kantor dan membangun rumah.

Memilih berkarir di dunia entrepreneur tidak akan membiarkan seseorang untuk berhenti belajar. Akan banyak halang rintang yang ditemui selama mengembangkan sebuah usaha, apalagi jika harus memulainya dari nol. "Naik turun itu pasti ada. Asal jangan berpikir keuntungan cuma berupa materi. Pelajaran dan pengalaman itu juga keuntungan. Tinggal bagaimana menyikapinya, syukur-syukur bisa jadi lebih baik ke depannya," jelas Chasan.

Kegigihan Chasan dalam mengembangkan bisnisnya sendiri mampu membuktikan bahwa ia tidak hanya memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh orang tuanya. Ia percaya setiap orang bisa membangun bisnis yang besar meskipun harus memulainya dari nol seperti yang telah ia lakukan. "Asalkan pandai membaca peluang dan tidak mudah down, tidak ada yang tidak mungkin," tambahnya. Chasan juga sangat percaya bahwa peran terpenting dari sebuah keluarga dalam karir seseorang adalah dukungan moral, bukan materi.

Nah, kisah sukses Chasan ternyata tidak lepas dari ketekunannya untuk belajar dan memahami potensi apa yang ia miliki. Tentunya, kamu juga bisa memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kamu, asal mau berusaha untuk mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Mengutip perkataan Chasan, "Untuk menjadi lebih sukses tidak boleh menjadi setengah-setengah. Dan untuk menguasai sepenuhnya, hanya ada satu cara yang bisa dilakukan, yaitu belajar." Tetap semangat, ya!



Penulis      : Elvan Susilo

Editor        : Rita Pamilia, Yuana Anandatama, dan Ratih Wilda

Foto           : Devi Aprillia 

Tags : my job, entrepreneurship, jobseeker, Perusahaan,
Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan Enterpreunership,
Senin, 14/11/2016 09:35 WIB Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda Enterpreunership,
Rabu, 09/11/2016 11:35 WIB Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda
Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing Enterpreunership,
Selasa, 05/01/2016 11:08 WIB Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing
Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli Enterpreunership,
Selasa, 22/12/2015 11:07 WIB Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan Enterpreunership,
Rabu, 09/09/2015 09:45 WIB Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda | CAREERNEWS
1486001424_top_banner_homepage_cn.png