Office Hour, Rabu, 31/08/2016 14:45 WIB

Natali Ardianto: Dari Pribadi Introvert, Hingga CTO Tiket.com

Dunia teknologi telah jadi pilihan Natali Ardianto sejak belia. Kini, ia sukses berbisnis di industri digital dengan mengembangkan start-up di bidang online travel.
Natali Ardianto: Dari Pribadi Introvert, Hingga CTO Tiket.com
Siapa tak kenal dengan situs Tiket.com? Ya, Natali Ardianto adalah Chief Technology Officer (CTO) dari situs yang jadi rujukan banyak traveler ini. Ternyata, ketertarikan pria ini terhadap dunia IT sudah dimulai sejak ia masih Sekolah Dasar!


Sejak di bangku sekolah

“Saya sudah pengen di industri IT sejak kelas 4 SD,” ujar Natali. Ia mengaku telah belajar coding sejak kelas 6 SD. Kemudian di bangku SMA, ia menjadi ketua organisasi ekstrakurikuler komputer, bahkan mulai mengerjakan proyek profesional ketika kelas 3. Natali semakin memantapkan minatnya di industri IT dengan berkuliah di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Komputer, tahun 1999 sampai 2004. Dilanjutkan dengan Program Master Teknologi Informasi di universitas yang sama.

Selama kuliah, ia sering mengerjakan proyek-proyek lepas pribadi sebagai web developer situs-situs lokal. Sempat juga bergabung dengan sebuah perusahaan digital dan mengerjakan website-website asal Jerman. ”Pernah dalam sebulan mendapat sekitar 5000 euro, tapi kuliah terbengkalai,” kenang Natali.

Namun bagi Natali, kesibukannya bekerja selama masih mengenyam pendidikan sangat membantu karirnya. Begitu masuk dunia kerja, ia tak harus memulai lagi dari awal. “Saya pernah masuk ke sebuah perusahaan, dalam waktu sebulan langsung diangkat jadi manajer. Karena kemampuan kompetensi saya sudah jauh di atas rata-rata,” kata pria yang pernah menerima penghargaan The Most Intelligent CIO pada iCIO Awards 2015 ini.

Setelah lulus kuliah, Natali sempat malang melintang selama 6 tahun di beragam perusahaan sebagai developer, instruktur IT, digital strategist, dan manajer teknologi. “Pengalaman 6 tahun itu sangat berharga untuk saya sebagai stepping stone, melatih mental menjadi seorang pemimpin,” katanya.


Menjadi technopreneur

Setelah punya bekal dari berbagai perusahaan, Natali terjun ke dunia entrepreneurship dengan menjadi co-founder di perusahaan start-up digital. Pertama, ia ikut mendirikan city directory bernama Urbanesia pada 2008-2010, kemudian Golfnesia pada 2010-2011. Tiket.com adalah start-up ketiga Natali.

Awalnya prospek Tiket.com sempat disanksikan karena sudah ada start-up jasa travel serupa dari luar negeri. Namun Natali memiliki visi yang kuat, yakni membuat start-up lokal menjadi pemain besar di negaranya sendiri. Kalau SDM-SDM ahli dan masyarakat Indonesia malah menyumbang pertumbuhan start-up asing, Natali menyebutnya sebagai penjajahan 2.0 atau penjajahan digital. “Kita pakai digital resource kita, tapi untuk orang asing. Makanya cita-cita saya, kita menjadi pemilik dari negara kita sendiri, dalam industri digital juga terutama,” kata salah satu inisiator komunitas #StartupLokal ini.

Salah satu keuntungan usaha di industri digital menurut Natali adalah pertumbuhan yang cepat, prospek yang cerah, dan modal awal yang relatif minim. Saat awal dibangun, Tiket.com hanya perlu waktu 3 bulan hingga diluncurkan. Natali mengaku tak mengeluarkan sepeserpun untuk memulai perusahaan karena dana datang sendiri dari investor. Pada tahun 2013 atau sekitar dua tahun setelah berdiri, Tiket.com sudah bisa menghasilkan profit dari bisnisnya. Profit ini pun konsisten meningkat ratusan persen alias berkali-kali lipat per tahun.


Orang introvert, juga bisa sukses!

Menghadapi pertumbuhan cepat, sebagai CTO sekaligus founder Tiket.com, Natali menghadapi berbagai tantangan sekaligus pelajaran penting menjadi pemimpin. Jumlah pengguna dan transaksi yang meningkat memerlukan dukungan infrastruktur teknologi yang besar. Sehingga dari segi teknis, harus bisa menyesuaikan dengan kondisi ini. “Tugas terbesar berikutnya adalah human resource, mengelola tim, dan jadi pemimpin yang baik,” lanjutnya.

Natali melatih tim IT-nya untuk punya soft skill sebagai pemimpin. Tim IT yang menjadi tulang punggung Tiket.com merupakan ahli-ahli IT pilihan dengan skill yang mumpuni. Namun, kebanyakan ahli teknologi yang telanjur dicap pemalu dan introvert memiliki kelemahan pada kemampuan leadership. Nah, di Tiket.com, mereka dilatih untuk bisa speak up, presentasi,dan berbicara di depan umum.

“Karena kalau kita sendiri tidak bisa menyuarakan pendapat kita, akhirnya nanti malah di-drive oleh misalnya departemen promosi, departemen komersil. Padahal kita sendiri sebetulnya sudah tahu how to-nya mengembangkan produk,” ujar Natali yang dalam sebuah artikel di Tech in Asia mengakui ia dulunya juga introvert.

Kendati demikian, dengan pengalaman yang ia tempuh hingga saat ini, sikap introvert dari Natali lama-kelamaan memudar. Kini ia dikenal sebagai salah satu orang yang punya kiprah besar di dunia IT. Ia bahkan mampu memimpin bisnis sekelas Tiket.com menjadi lebih besar setiap tahunnya. Natali menyadari, mengkomunikasikan ide dan pikiran adalah bekal penting bagi seorang pemimpin.

Nah, perjalanan Natali menuju kesuksesan memang tak datang begitu saja, ada usaha dan perjuangan yang harus ia lakukan. Bagaiman denganmu, sudah memperjuangkan apa saja untuk masa depan? Tetap semangat dan berusaha sekuat tenaga, ya!



Penulis      : Odillia Enggar

Editor        : Ratih Wilda dan Yuana Anandatama

Tags : my job, Artikel, jobseeker, entrepreneurship, mahasiswa, Perusahaan,
Natali Ardianto: Dari Pribadi Introvert, Hingga CTO Tiket.com | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png