Office Hour, Selasa, 01/03/2016 15:50 WIB

Gusti Ayu Kade Intan Khatulistiwa: E-Commerce adalah Industri yang Dinamis

Kenal lebih dekat dengan salah satu punggawa di balik Blibli.com, Gusti Ayu Kade Intan Khatulistiwa!
Gusti Ayu Kade Intan Khatulistiwa: E-Commerce adalah Industri yang Dinamis
Alumni jurusan Hubungan Internasional UGM angkatan 2008 ini telah berkiprah di dunia e-commerce sejak lulus di tahun 2012. Kendati sebelumnya tidak memiliki passion di industri ini, ia mantap untuk menerima pekerjaan pertama yang didapatnya.

Terlebih di tahun 2012, saat itu bisnis e-commerce belum booming seperti saat ini. Bahkan kedua orang tuanya di Bali pun tidak tahu pekerjaan seperti apa yang nanti akan dilakukan oleh anaknya. “Apalagi di Bali, yang aksesnya tidak seluas disini. Mereka benar-benar tidak tahu apa itu bidang e-commerce,” paparnya.


E-commerce selalu berkembang

Kendati demikian, Intan, sapaan akrabnya, yakin untuk menerima tawaran pekerjaan sebagai Customer Relation. Menurutnya, industri ini sangat bergantung dengan kemajuan teknologi dan digital. Sedangkan, teknologi digital sendiri selalu berkembang. “Saya pikir jika dunia digital selalu berkembang, maka ada kesempatan untuk e-commerce semakin berkembang juga,” jelasnya.

Di tahun 2012, Intan sudah melihat kecenderungan orang berbelanja online melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Dari situ, muncul keyakinan bahwa masyarakat mulai banyak berminat terhadap metode belanja secara online karena tidak ingin ribet datang dan belanja ke toko. Menurutnya, ini juga merupakan indikasi bahwa suatu hari nanti e-commerce menjadi sebuah industri yang menjanjikan.

Setelah ijin kepada kedua orang tuanya dan menjelaskan pekerjaan seperti apa yang akan dilakukan, ia pun mulai bekerja sejak Juli 2012, di PT Global Digital Niaga yang lebih dikenal dengan produknya Blibli.com. “Saya waktu itu adalah fresh graduate, saya juga ada pemikiran realistis juga. Dan ternyata saya enjoy, bahkan bisa bertahan hingga sekarang,” ujar Intan yang kini menduduki posisi Assistant Manager Customer Experience Analyst ini.

Prediksi Intan terbukti benar. Di tahun 2014, industri e-commerce berkembang semakin pesat. Berbagai situs belanja online bermunculan, perusahaan yang bergerak di bidang ini pun semakin banyak. “Jadi, buat teman-teman fresh graduate, jangan semata-mata menilai suatu industri ini baik atau tidak. Lihat bagaimana prospek ke depannya, harus pintar membidik,” jelasnya.


E-commerce, industri yang dinamis

Intan memaparkan, bidang e-commerce ini memang sangat dinamis dan jauh dari kata monoton. “Industri ini cocok buat mereka yang mudah bosan terhadap aktivitas tertentu, suka tantangan dan perubahan,” lanjutnya. Growing industri ini memang sangat cepat. Jika perusahaan melakukan tindakan melakukan A tapi setelah evaluasi hasilnya kurang maksimal, maka akan langsung diubah agar dapat lebih memenuhi apa yang dibutuhkan customer.

E-commerce memang sangat berkaitan erat dengan kebutuhan customer. Apalagi posisi Intan yang banyak melihat behavior customer. Dalam kesehariannya, Intan banyak bekerjasama dengan tim Customer Service. Ia tidak langsung berhubungan dengan customer, tapi bisa tahu pola kebiasaan customer seperti apa. “Dari situ saya bisa tahu, improvement apa yang bisa kita lakukan untuk memuaskan kebutuhan dari customer,” paparnya.

Intan menambahkan, terkadang ekspektasi masyarakat itu sangat tinggi ketika belanja online sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi partner pendukung untuk mengejar pemenuhan ekspektasi tersebut.


Alumni HI ke e-commerce, why not?

Sebagai mahasiswa HI di kala kuliah dulu, Intan banyak bergelut dengan dunia politik. Berbeda dengan sekarang, Intan kini banyak bersinggungan dengan data observasi, proyek dan teknologi. “Memang berbeda, tapi kita waktu kuliah diajarkan bagaimana berpikir dengan logis, jadi common sense-nya tetap bisa dipakai dimana saja,” ujarnya.

Namun, ternyata ada ilmu dari perkuliahannya dulu yang bisa dipakai hingga saat ini. Jika dulu ia banyak diajari cara negosisasi antarnegara, kemampuan negosiasi ini bisa dipakai hingga sekarang, meski targetnya berbeda. “Negosiasi dengan tim lain, dengan vendor, dan juga bagaimana mengelola konflik. Skill ini saya dapatkan ilmunya saat kuliah dulu,” papar perempuan asal Bali ini.

Berkarir di e-commerce membuat Intan memperoleh banyak tantangan. Sebagai orang yang masih sangat baru di bidang ini, Intan mengungkapkan dirinya banyak belajar hal-hal baru seputar e-commerce. Ia mempelajarinya dengan melihat negara lain yang sudah terlebih dulu mengembangkan bisnis ini. “Kita lihat, apakah cara yang dipakai di sana berhasil atau tidak. Kalau gagal, bagaimana cara agar bisa mencegahnya terjadi pada perusahaan kita,” imbuhnya.

Di Indonesia sendiri, bisnis ini terbilang punya masa depan cerah. Terlebih, menurut Intan, masyarakat Indonesia punya karakteristik yang cenderung sangat kepo dengan perkembangan teknologi sehingga tidak akan kesulitan mengejar trend yang terjadi dalam dunia belanja online.

Nah, ternyata industri baru yang mengandalkan digitalisasi ini punya prospek cerah di masa depan, ya. Kamu suka tantangan dan perubahan? Yuk, masukkan e-commerce di daftar karir impianmu!



Penulis      : Ratih Wilda

Editor        : Yuana Anandatama

Foto          : Dok. pribadi

Tags : myjob, my job, e-commerce,
Gusti Ayu Kade Intan Khatulistiwa: E-Commerce adalah Industri yang Dinamis | CAREERNEWS
1486001424_top_banner_homepage_cn.png