Office Hour, Selasa, 29/12/2015 08:54 WIB

Greget Kalla Buana: Bekerja Profesional Sekaligus Berbagi untuk Masyarakat

Siapa bilang, bekerja di NGO hanya berdasar jiwa sosial? Bekerja di NGO seperti Dompet Dhuafa juga berarti menjunjung sikap profesionalitas.
Greget Kalla Buana: Bekerja Profesional Sekaligus Berbagi untuk Masyarakat
Bekerja di sebuah lembaga filantropi Dompet Dhuafa tak melulu mengurusi zakat. Ada banyak hal yang dikelola di dalamnya, seperti bidang kesehatan, ekonomi, pembangunan sosial, dan pendidikan.

Menjadi bagian dari Dompet Dhuafa, bagi Greget Kalla Buana merupakan sebuah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Greget sapaannya, mengaku pekerjaan yang ia jalani ini cocok dengan minatnya. Kini, ia menjabat sebagai Koordinator Beasiswa Kepakaran Luar Negeri di Dompet Dhuafa.

Menempati posisinya saat ini, bukanlah sebuah kebetulan untuknya. Lulusan Manajemen Universitas Sebelas Maret (UNS) ini telah mengenal Dompet Dhuafa sejak di bangku kuliah. “Ketika kuliah saya mendapat Beasiswa Aktivis Nusantara dari Dompet Dhuafa. Dari situlah saya mulai mengenal visi misi, program Dompet Dhuafa dan lainnya,” ungkap pria kelahiran Klaten, 7 Agustus ini.

Ketika lulus dari kuliah, Greget mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Dompet Dhuafa. “Ternyata ada kecocokan dengan apa yang saya minati, yaitu berkaitan dengan jejaring internasional. Hal tersebut sesuai dengan latar belakang organisasi yang saya ikuti juga,” tambah Greget.

Semasa kuliah, Greget selalu menghiasi kesehariannya dengan berbagai aktivitas positif. Greget tergabung dalam berbagai organisasi, baik lingkungan, politik, sosial, maupun budaya. Tak hanya organisasi yang ia lakoni, menjadi relawan, MC, bekerja sembari kuliah, dan menjadi delegasi Indonesia dalam beberapa konferensi juga pernah ia jalani. Greget mengaku tak membatasi diri untuk konsen pada satu bidang meski Greget mengaku sangat tertarik dengan organisasi yang berkaitan dengan jejaring internasional.


Membutuhkan keahlian khusus

Koordinator Beasiswa Kepakaran Luar Negeri adalah pekerjaan yang berkaitan dengan beasiswa. Greget membidangi program beasiswa studi pasca sarjana (Beastudi Indonesia), di mana ia menjadi perantara atau penghubung para sarjana untuk dapat melanjutkan pendidikan ke strata dua atau pasca sarjana di luar negeri. “Pada dasarnya tidak semua mahasiswa atau anak-anak muda yang ingin berkuliah luar negeri dapat mengakses informasi seputar beasiswa S2,” ungkap Lulusan terbaik UNS tahun 2013.Tak hanya itu, pekerjaanya juga menghubungkan dan membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga internasional seperti pemerintahan maupun organisasi atau lembaga yang terkait dengan beasiswa.

Sebelum menjadi  Koordinator Beasiswa Kepakaran Luar Negeri, Greget menempati posisi Marketing Komunikasi di Dompet Dhuafa. Kedua hal tersebut sama-sama membutuhkan keterampilan dan keahlian khusus di bidang public speaking. “Pekerjaan saat ini banyak membutuhkan kemampuan public speaking karena berkaitan dengan membangun jaringan dengan orang maupun lembaga lain,” terang Greget. Selain itu, menurut Greget pekerjaan ini juga memerlukan kemampuan lain seperti, kemampuan pendekatan secara interpersonal dan intrapersonal.

“Jika pekerjaan lain lebih berinteraksi kepada konsumen, kalau saya pelanggannya adalah penerima manfaat beasiswa yang notabene anak muda. Saya harus melakukan pendekatan satu-satu secara personal. Itu manfaatnya untuk ke penerima manfaat, namun untuk mitra lebih ditekankan pada kemampuan negosiasi, lobbying, dan tentunya berkomunikasi yang baik,” jelas Greget.


Relevan dengan track record

Ada banyak pengalaman atau ilmu yang diperoleh Greget selama masih kuliah. Ia mengaku pekerjaan saat ini sangat relevan terhadap latar belakang pendidikannya, Manajemen.  Greget yang juga mengambil konsentrasi manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) menjelaskan apa yang dipelajari saat kuliah membantu pekerjaannya. Dalam studi manajemen dipelajari kepemimpinan, perilaku konsumen, dan pengelolaan SDM.  “Jadi saya tahu teorinya dan juga praktiknya saat bekerja di Dompet Dhuafa,” tegasnya.

Selain pendidikan, track record organisasi juga membantu Greget dalam karirnya saat ini. “Dalam organisasi, saya juga belajar membangun relasi atau hubungan dengan baik. Tak hanya itu organisasi juga melatih kita untuk berpikir ideal tapi enggak idealis. Artinya, bisa menjadikan kita pribadi yang fleksibel bisa menyatu dengan lingkungan yang terdiri dari berbagai karakter orang,” jelas Greget. Melalui organisasi secara tidak langsung juga membentuk jejaring (networking).

Bagi penulis buku Mengeja Cahaya Surga Percik-percik Kisah Birul Walidain, mengikuti banyak organisasi adalah sebuah pilihan yang diambil. Greget percaya semakin banyak kegiatan atau ekstrakulikuler yang diambil mahasiswa, berbanding lurus dengan prestasi akademik. “Dan saya buktikan, saya mengikuti 10 organisasi maka IP saya 4. Jadi saya membuktikan ketika jalannya benar dan niatnya benar, insyaAllah semua lancar,” ungkapnya.


Hobi yang dibayar

Secara umum bekerja merupakan hal yang harus dilakukan setiap manusia. “Sebagai manusia harus produktif, artinya kita memiliki kemampuan untuk bermanfaat dengan orang lain. Salah satu cara agar bermanfaat untuk orang lain adalah dengan bekerja. Bekerja bisa di mana aja, bisa di pemerintahan, organisasi, swasta,” terang Greget. Semangat berbagi diusung Greget dalam bekerja. Tak heran, motivasi dalam bekerja Greget adalah karena Tuhan. “Ada kesamaan visi saya dan dompet Dhuafa untuk membangun masyarakat madani. Sehingga saya tergerak hatinya untuk ikut mengabdi. Sebenarnya bukan mengabdi juga karena saya dibayar di Dompet Dhuafa,” tambahnya.

Bagi Greget pekerjaan menjadi Koordinator Beasiswa Kepakaran Luar Negeri adalah hobi yang dibayar. “Pekerjaan ini cocok dengan minat saya. Selain itu saya juga ingin pekerjaan yang bener-bener berkontribusi untuk masyarakat. Dompet Dhuafa merupakan lembaga kemanusiaan, jadi saya akan lebih berkontribusi terhadap masyarakat,” ungkap Greget.

Greget  juga menceritakan bahwa lingkungan yang dibangun, segala intrik dan dinamika dalam pekerjaan sangat ia sukai. Pencapaian yang kini ia raih saat bekerja sebagai Koordinator Kepakaran Luar Negeri adalah ia dapat bekerja sekaligus berbagi dengan masyarakat. Semasa bekerja, ia sembari mempersiapkan bekal untuk melanjutkan studi. Greget mengaku, semasa kuliah tak terbayang untuk melanjutkan kuliah S2. Dalam benaknya, setelah lulus kuliah adalah bekerja. Namun seiring perkembangan tren, sembari merintis karir, ia memiliki keinginan untuk menuntut ilmu S2. Ia mengaku selama bekerja, ia juga belajar untuk mempersiapkan segala keperluan dan persiapan untuk studi S2nya.

Tantangan terbesar dalam pekerjaan Greget adalah membina hubungan kerja yang baik. Pada dasarnya pekerjaannya dilakukan secara tim. “Saya harus mengontrol diri saya di mana, saya menghargai dan menerima kekurangan dan kelebihan orang lain dalam satu tim,” kata Greget yang merasa cenderung perfeksionis. Ia termasuk tipe orang yang ingin mengerjakan sesuatu secara cepat. Greget merasa tidak ada kendala berarti selama menjalani pekerjaan ini. “Pekerjaan ini sesuai passion dan hobi saya sehingga saya tidak menemui kendala,” tambahnya.

Ia merasa apa yang telah diterima sudah cukup tapi ia memiliki rencana dan ingin mencoba hal baru. Pria bermoto hidup kejarlah akhirat, dunia akan mengikuti ini menjelaskan bahwa dirinya akan melanjutkan S2 di Inggris tahun depan. Kini Greget yang juga penerima beasiswa LPDP Persiapan Keberangkatan 47 (PK-47) akan mengambil studi Ekonomi Islam. Greget berharap dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi, khususnya ekonomi islami. Kendati demikian, ia juga memiliki keinginan untuk fokus membangun keluarganya. Saya juga punya tanggung jawab sosial, terutama untuk membangun keluarganya,” tutupnya.

Nah, Greget adalah satu dari banyak pekerja yang berusaha bekerja profesional di atas prinsipnya untuk berbagi pada masyarakat. Apakah kamu termotivasi untuk melakukannya juga? Keep struggling, everyone!



Penulis          : Vindiasari Yunizha S.P.

Editor            : Yuana Anandatama

Foto               : Dok. Pribadi

Grafis            : Ardiansyah Bahrul A.

Tags : LPDP, UNS
Greget Kalla Buana: Bekerja Profesional Sekaligus Berbagi untuk Masyarakat | CAREERNEWS
1486001424_top_banner_homepage_cn.png